4 Langkah Menemukan Aib Diri
Jum'at, 04 Juni 2021 - 17:20 WIB
loading...
Bagi seorang muslim menilai aib sendiri lebih penting daripada menilai aib orang lain. Foto ilustrasi/istimewa
A
A
A
Menemukan aib sendiri jauh lebih mulia daripada mengumbar aib orang lain. Melihat aib sendiri juga jauh lebih baik daripada melihat aib orang lain. Karena itu, bagi seorang muslim menilai aib sendiri lebih penting daripada menilai aib orang lain.
Dalam kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin, karya Ibnu Qudamah Almaqdisi disebutkan setidaknya ada empat langkah untuk menemukan aib sendiri ini. Antara lain sebagai berikut:
Baca juga: Curhat Tanpa Ghibah, Bisakah?
1. Duduklah di hadapan seorang syaikh atau ulama yang tajam mata batinnya dalam melihat aib jiwa dan bisa melihat cela yang tidak terlihat.
Syaikh tersebut akan memberitahukan aibnya dan cara menyembuhkannya. Syaikh seperti ini jarang ditemukan di zaman sekarang . Orang yang menemukan syaikh atau ulama seperti tipe di atas, maka dia sejatinya telah menemukan seorang dokter yang handal sehingga ia tidak meninggalkan syaikh tersebut.
Baca juga: Faedah Membaca Surat Al Kahfi akan Diterangi Cahaya pada Dua Jumat, Apa Maksudnya?
2. Mencari teman yang jujur.
Teman yang jujur, akan peka mata batinnya dan tentu saja taat menjalankan syariat-syariat-Nya. Dia bisa menjadikan temannya itu sebagai pengawas atas dirinya untuk mengamati berbagai keadaan dan perbuatannya. Mengingatkannya terhadap akhlak dan perbuatan yang tidak disenangi.
Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu pernah berkata, “Semoga Allah merahmati orang-orang yang menunjukkan kepada kami aib-aib kami.”
Baca juga: Cara Mengenal Allah Ta'ala agar Taubat Diterima
Dalam kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin, karya Ibnu Qudamah Almaqdisi disebutkan setidaknya ada empat langkah untuk menemukan aib sendiri ini. Antara lain sebagai berikut:
Baca juga: Curhat Tanpa Ghibah, Bisakah?
1. Duduklah di hadapan seorang syaikh atau ulama yang tajam mata batinnya dalam melihat aib jiwa dan bisa melihat cela yang tidak terlihat.
Syaikh tersebut akan memberitahukan aibnya dan cara menyembuhkannya. Syaikh seperti ini jarang ditemukan di zaman sekarang . Orang yang menemukan syaikh atau ulama seperti tipe di atas, maka dia sejatinya telah menemukan seorang dokter yang handal sehingga ia tidak meninggalkan syaikh tersebut.
Baca juga: Faedah Membaca Surat Al Kahfi akan Diterangi Cahaya pada Dua Jumat, Apa Maksudnya?
2. Mencari teman yang jujur.
Teman yang jujur, akan peka mata batinnya dan tentu saja taat menjalankan syariat-syariat-Nya. Dia bisa menjadikan temannya itu sebagai pengawas atas dirinya untuk mengamati berbagai keadaan dan perbuatannya. Mengingatkannya terhadap akhlak dan perbuatan yang tidak disenangi.
Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu pernah berkata, “Semoga Allah merahmati orang-orang yang menunjukkan kepada kami aib-aib kami.”
Baca juga: Cara Mengenal Allah Ta'ala agar Taubat Diterima
Lihat Juga :