Hukum Menceritakan Dosa dan Aib kepada Orang Lain

Selasa, 31 Desember 2019 - 17:28 WIB
Hukum Menceritakan Dosa...
Hukum Menceritakan Dosa dan Aib kepada Orang Lain
A A A
Tidak ada seorang pun manusia di muka bumi yang luput dari dosa kecuali Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) yang ma'shum (terjaga dari dosa). Dosa maupun kesalahan adalah aib yang wajib disembunyikan.

Rasulullah SAW melarang umatnya untuk tidak membuka atau menceritakan aib sendiri kepada orang lain. Beliau mengajarkan kepada kita agar menyembunyikan dosa-dosa maupun aib kita.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah riwayat Sahih Al-Bukhari:
كُلُّ أُمَّتِيْ مُعَافَى إِلَّا اْلمُجَاهِرِيْنَ

Semua ummat kuitu di dalam maafnya Allah, dan cepat sekali diampuni Allah.

Namun mereka itu banyak yang dihambat pengampunannya oleh Allah, karena mereka banyak bercerita tentang dosa-dosanya kepada orang lain.

Ulama yang pernah menjadi pemimpin Majelis Rasulullah (MR) Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa pernah mengatakan, pengampunan Allah Ta'ala itu akan tertahan gara-gara seseorang banyak cerita tentang aibnya.

Namun, apabila menceritakan dosa (keslahan) kepada guru, ulama, atau kiyai dengan maksud untuk meminta nasihat tidak mengapa. Sebagaimana para sahabat datang kepada Rasulullah SAW memohon pendapat telah berbuat dosa ini itu dan lain sebagainya.

Akan tetapi, jika disebarkan seluas-luasnya kepada orang lain, maka itu menjauhkan atau menyulitkan dapatnya pengampunan. Orang-orang yang suka menyampaikan aibnya pada orang lain, itu mengecewakan dan menyakiti perasaan Allah Ta'ala.

Allah Ta'ala berfirman di dalam sebuah hadis qudsi riwayat Al-Bukhari dan Muslim: "Aku (Allah) telah menyembunyikan dan menutupi aib hamba Ku dan dia yang membukanya sendiri. Aku (Allah) tutupi supaya orang lain tidak tahu dosanya, dia sendiri yang membuka dan merobek tabir yang Kututup agar orang lain tidak tahu kehinaannya. Dia yang membuka kehinaannya pada orang lain padahal Aku menutupinya".

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga bersabda:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَلِيمٌ حَيِيٌّ سِتِّيرٌ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ


Sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Pemurah, kekal, dan Maha Penutup, Dia mencintai rasa malu dan sikap sitru (menutup aib). (HR Abu Dawud dan An-Nasai).

Wallahu A'lam Bisshowab
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
5 Kalam Indah Habib...
5 Kalam Indah Habib Munzir Al-Musawa
Bolehkah Mewarnai Rambut?...
Bolehkah Mewarnai Rambut? Ini Penjelasan Habib Munzir Al-Musawa
Amalan Shalawat yang...
Amalan Shalawat yang Diajarkan Nabi kepada Habib Munzir Al-Musawa
Habib Munzir Al-Musawa:...
Habib Munzir Al-Musawa: Ada 3 Kelompok Manusia di Alam Barzakh
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
Hormati Habib dan Ulama,...
Hormati Habib dan Ulama, Prabowo Miringkan Podium saat Sambutan di Haul Habib Munzir
Rekomendasi
Jangan Anggap Modifikasi...
Jangan Anggap Modifikasi Cuaca Solusi Aman, Ini Risiko yang Harus Diketahui
Penemuan Luar Biasa...
Penemuan Luar Biasa Ini Ubah Pemahaman Kita tentang Dinosaurus
Subuh ke Magrib hanya...
Subuh ke Magrib hanya 1 Jam, Puasa di Murmansk Cuma 60 Menit
Artikel Terkini
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved