Bolehkah Bersedekah dengan Mempunyai Hajat Tertentu?
Sabtu, 05 Juni 2021 - 05:00 WIB
loading...
Bersedekah harus dengan niat karena Allah Taala, dia tidak boleh bersedekah hanya untuk memperoleh balasan dunia misalnya hanya mengharap supaya hartanya banyak, badannya sehat, atau orang sakit sembuh. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Sedekah merupakan salah satu amal shaleh yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, dan banyak sekali keutamaan-keutamaan yang yang diberikan Allah kepada orang-orang yang mau bersedekah. Namun bolehkah kita bersedekah karena mempunyai hajat tertentu?
Baca juga: 4 Langkah Menemukan Aib Diri
Dalam Islam, amalan syar’i yang dikerjakan seorang hamba ada dua macam bila dilihat dari balasan dunia . Pertama, amalan yang tidak disebutkan oleh Allah ta’ala atau Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memiliki balasan dunia, misalnya shalat fardhu. Dalam amalan semacam ini, seorang hamba tidak boleh menginginkan balasan dunia sedikitpun ketika melaksanakan ini. Jika dia melaksanakannya Ikhlas karena Allah ta’ala tapi dengan tujuan untuk mendapatkan rezeki maka ini termasuk syirik kecil.
Kedua, amalan yang disebutkan oleh Allah ta’ala atau Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memiliki balasan dunia, misalnya silaturrahim. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Curhat Tanpa Ghibah, Bisakah?
Dalam amalan semacam ini, seorang hamba boleh menyertakan niat dunia dengan catatan tetap Ikhlas (ibadah hanya untuk Allah) dan mengharapkan pahala akhirat, surga serta ingin menjauh dari neraka.
Mengutip Syaikh Shaleh bin Abdul Azis Aalu Syaikh dalam kitab 'At-Tamhid Li syarhi Kitab At-Tauhid' dijelaskan, "Seandainya seorang hamba ketika melaksanakan amalan semacam ini ikhlas karena Allah ta’ala tapi hanya mengharap pahala dunia dan tidak mengharap pahala Akhirat maka dia Jatuh dalam kesyirikan kecil" (At-Tamhid Li syarhi Kitab At-Tauhid oleh syaikh Shaleh bin Abdul Azis Aalu Syaikh hal.406-407)
Baca juga: Faedah Membaca Surat Al Kahfi akan Diterangi Cahaya pada Dua Jumat, Apa Maksudnya?
Baca juga: 4 Langkah Menemukan Aib Diri
Dalam Islam, amalan syar’i yang dikerjakan seorang hamba ada dua macam bila dilihat dari balasan dunia . Pertama, amalan yang tidak disebutkan oleh Allah ta’ala atau Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memiliki balasan dunia, misalnya shalat fardhu. Dalam amalan semacam ini, seorang hamba tidak boleh menginginkan balasan dunia sedikitpun ketika melaksanakan ini. Jika dia melaksanakannya Ikhlas karena Allah ta’ala tapi dengan tujuan untuk mendapatkan rezeki maka ini termasuk syirik kecil.
Kedua, amalan yang disebutkan oleh Allah ta’ala atau Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memiliki balasan dunia, misalnya silaturrahim. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Curhat Tanpa Ghibah, Bisakah?
Dalam amalan semacam ini, seorang hamba boleh menyertakan niat dunia dengan catatan tetap Ikhlas (ibadah hanya untuk Allah) dan mengharapkan pahala akhirat, surga serta ingin menjauh dari neraka.
Mengutip Syaikh Shaleh bin Abdul Azis Aalu Syaikh dalam kitab 'At-Tamhid Li syarhi Kitab At-Tauhid' dijelaskan, "Seandainya seorang hamba ketika melaksanakan amalan semacam ini ikhlas karena Allah ta’ala tapi hanya mengharap pahala dunia dan tidak mengharap pahala Akhirat maka dia Jatuh dalam kesyirikan kecil" (At-Tamhid Li syarhi Kitab At-Tauhid oleh syaikh Shaleh bin Abdul Azis Aalu Syaikh hal.406-407)
Baca juga: Faedah Membaca Surat Al Kahfi akan Diterangi Cahaya pada Dua Jumat, Apa Maksudnya?
Lihat Juga :