Syekh Abdul Qadir Jilani, Sosok Ulama yang Toleran dalam Perbedaan Fiqih

Minggu, 06 Juni 2021 - 07:44 WIB
loading...
Syekh Abdul Qadir Jilani,...
Mempelajari dan mengenang kisah para wali dan ulama dapat mendatangkan berkah dan rahmat dari Allah. Foto ilustrasi Syekh Abdul Qadir Jilani/Ist
A A A
Syekh Abdul Qadir Al-Jilani (470-561 H), ulama besar yang dijuluki Sulthanul Auliya kelahiran Persia. Terlahir dari sosok ibu bernama Fathimah, putri dari seorang tokoh agama terkemuka di Jilan, Persia. Sedangkan ayahnya bernama Abdullah Abu Shalih, yang adalah keturunan Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhu.

Dalam buku "Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dan Ilmu Fiqih" karya Ustaz Sutomo Abu Nashr (pengajar Rumah Fiqih) diceritakan sosok beliau yang toleran dalam perbedaan ilmu fiqih. Sebagai tokoh tasawuf, Syekh Abdul Qadir mengingatkan mereka yang hendak menyepi agar belajar fiqih terlebih dahulu.

Baca Juga: Kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Mimpi Sosok yang Mengaku Tuhan

"Jika ingin menyendiri, janganlah menyendiri kecuali setelah belajar fiqih". Dalam redaksi lain, "Belajarlah dulu fiqih, baru kemudian beruzlah untuk beribadah. Karena seorang yang menyembah Allah tanpa ilmu, justru lebih merusak dirinya daripada memperbaikinya. Bawalah bersamamu pelita syariat."

Ini hampir mirip dengan syair Imam Syafi'i: "Lebih besar lagi bahayanya, saat ada orang bodoh tak tahu syariat tapi beribadah ritual begitu semangat".

Menguasai Ilmu Fiqih
Kalau kita membaca tulisan para pakar biografi seperti Imam Ad- Dzahabi misalnya, maka akan tergambar bagaimana penguasaan Syekh Abdul Qadir dalam ilmu fiqih. Imam Dzahabi mengatakan, Al-Jilani adalah seorang faqih, guru besar Hanabilah di zamannya yang belajar fiqih kepada Al-Mukhrami.

Bahkan Ibnu Hajar menuturkan bahwa Syekh Abdul Qadir dikenal sangat cepat dalam menyampaikan fatwa. Bahkan kecepatannya memunculkan rasa kekaguman dari para ulama. Tak ada satu pun kertas fatwa yang sampai menginap di rumahnya. Setiap penanya langsung mendapatkan jawabannya.

Yang lebih unik lagi adalah beliau meskipun seorang pakar fiqih Mazhab Hanbali, tetapi juga bisa berfatwa dengan pandangan-pandangan mazhab Syafi'iyyah. Perbedaan dalam studi ilmiah apapun adalah satu hal yang niscaya. Tidak terkecuali dengan ilmu fiqih. Bahkan dalam ilmu fiqih sudah lahir ilmu tersendiri untuk menyikapi itu yang dikenal dengan fiqhul khilafatau fiqhul ikhtilaf.

Bijak dalam Menyikapi Perbedaan
Syekh Abdul Qadir Al-Jilani merupakan adalah ulama fiqih yang banyak ditanya dan dimintai fatwa dan beliau sangat memahami perbedaan. Setiap perbedaan disikapiny dengan bijak. Dalam Al Ghunyah, beliau mengingatkan saat bicara tentang Amar Makruf Nahi Mungkar, bahwa jika yang terjadi adalah sesuatu yang masih diperdebatkan para ulama terkait status hukumnya, maka mereka yang berbeda tidak selayaknya untuk mengingkari dan beraku keras.

Syekh Abdul Qadir mengutip kalimat Imam Ahmad Bin Hanbal yang menyatakan bahwa tidak seyogyanya bagi seorang mufti untuk memaksakan pandangannya kepada orang lain. Sikap Imam Al-Jilani ini kurang lebih juga sama dengan guru dari guru beliau.

Al-Qadhi Abu Ya’la di zamannya pernah didatangi seseorang untuk beajar mazhabnya. Setelah dijawab oleh pendatang itu tentang asal muasalnya, maka Al-Qadhi Abu Ya’la menolak permintaannya untuk belajar. Karena dalam pandangan Al-Qadhi Abu Ya'la si pendatang ini berasal dari daerah yang di sana sudah ada ulama besar yang berbeda madzhab. Dan sebaiknya si pendatang tersebut belajar kepada ulama itu. Karena justru beliau berada di wilayahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Waria dalam Tinjauan...
Waria dalam Tinjauan Ilmu Fiqih, Bentuk Tasyabbuh yang Diharamkan
Detail Waktu Salat Fardhu...
Detail Waktu Salat Fardhu dalam Kitab-kitab Fiqih, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Apakah Benar Menabrak...
Apakah Benar Menabrak Kucing Bisa Membawa Kesialan?
4 Macam Ilmu Fiqih yang...
4 Macam Ilmu Fiqih yang Penting Diketahui Umat Islam
Hukum Wudu Pakai Air...
Hukum Wudu Pakai Air yang Terkena Limbah, Apakah Diperbolehkan?
Kemenag Dorong Integrasi...
Kemenag Dorong Integrasi Fikih dan Astronomi dalam Penentuan Hilal
Rekomendasi
Bisakah Bumi Dilubangi...
Bisakah Bumi Dilubangi sampai Tembus? Ini Jawabannya
Picu Anomali Cuaca,...
Picu Anomali Cuaca, Titik Lemah Magnet Bumi di Atlantik Selatan Semakin Besar
Banjir Terbesar dalam...
Banjir Terbesar dalam Sejarah Dunia Diklaim Ciptakan Laut Mediterania
Artikel Terkini
Sujud Syukur Tidak Boleh...
Sujud Syukur Tidak Boleh Sembarangan, Ini Syarat dan Tata Caranya Menurut Ulama
Sujud Syukur, Amalan...
Sujud Syukur, Amalan Sunnah saat Mendapat Nikmat: Ini Dalil dan Bacaannya
4 Jenis Sujud dalam...
4 Jenis Sujud dalam Islam Lengkap dengan Bacaan Doa dan Waktu Pelaksanaannya
Selebrasi Sujud di Piala...
Selebrasi Sujud di Piala Dunia 2026 Viral, Begini Makna Sujud Menurut Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Infografis
Ini Alasan Ilmuwan Larang...
Ini Alasan Ilmuwan Larang Rebus Kepiting dalam Keadaan Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved