Pentingnya Adab, Jangan Mendahului Imam Ketika Berdoa

Selasa, 08 Juni 2021 - 23:54 WIB
loading...
Pentingnya Adab, Jangan...
Ustaz H Muhammad Asroi Saputra MA. Foto/Ist
A A A
Adab dan etika memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Bahkan, akhlak dan adab salah satu kunci meraih ridho Allah.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُقَدِّمُوا۟ بَيْنَ يَدَىِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS Al-Hujurat:1)

Orang beriman adalah orang yang bertakwa. Secara sederhana, takwa bisa diartikan sebagai orang yang taat akan perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Tentunya tidak sulit untuk memahami ini, namun sejatinya, orang yang bertakwa itu adalah orang yang semakin tinggi kehati-hatiannya dalam bersikap dan bertindak.

Sebagaimana Umar Bin Khattab radhiyallahu 'anhu bertanya tentang takwa kepada Ubay Bin Ka'ab. "Hai Ubay, apakah itu Takwa?". Ubay Bin Ka'ab malah balik bertanya, "Duhai Amirul Mu'minin, pernah pernahkah engkau melewati jalan berduri?".

Amirul Mukminin menjawab, "Tentu pernah". "Apa yang engkau lakukan duhai Amirul Mukminin?" tanya Ubay. Umar menjawab: "Tentu aku akan berhati-hati melintasinya." Maka Ubay pun melanjutkan penjelasannya bahwa taqwa itu ibarat orang yang melintasi jalan berduri. Harus senantiasa berhati-hati, memastikan tidak satu duripun tertancap di kaki.

Dengan demikian, orang bertakwa adalah orang yang sangat berhati-hati dalam hidupnya, tentunya akan tetap berada dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Dalam kaitan inilah, kita juga memiliki rambu yang tidak boleh dilanggar, salah satunya adalah jangan mendahului Allah dan Rasulnya.

Lewat ayat di atas, Allah mengajarkan kepada kita tentang adab, etika sopan santun. Kita diperintahkan untuk menghormati baginda Rasulullah, memuliakan baginda Rasulullah, dan mengagungkannya.

Adab tersebut dapat dimaknai juga dengan sikap tidak tergesa-gesa dalam menghadapi sesuatu, artinya segala urusan kita harus senantiasa merujuk pada tindakan Baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Karena baginda Nabi sendiripun, tidak mau mengambil tindakan sebelum mendapatkan wahyu dari Allah yakni baginda Nabi terdiam sampai wahyu turun.

Dapat kita lihat pada asbabun nuzul ayat 115 Surah Al-Baqarah misalnya, terkait arah kiblat di masa perang, Nabi memutuskan setelah menerima wahyu saat para sahabat sudah berijtihad menghadap kiblat ke Utara waktu itu, Asbabun Nuzul ayat tersebut adalah: "Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengutus suatu pasukan perang (termasuk di antaranya Jabir). Pada suatu waktu yang gelap gulita, mereka tidak mengetahui arah kiblat. Berkatalah segolongan dari mereka: 'Kami tahu arah kiblat, yaitu arah ini (sambil menunjuk ke arah utara)."

Mereka sholat dan membuat garis sesuai dengan arah sholat mereka. Segolongan lainnya berkata: "Kiblat di sebelah sana (sambil menujuk ke arah selatan)." Mereka salat dan membaut garis sesuai dengan arah salat mereka. Keesokan harinya setelah matahari terbit, garis-garisan itu tidak menunjukkan arah kiblat yang sebenarnya.

Sesampainya di Madinah, bertanyalah mereka kepada Rasulullah tentang hal ini. Beliau terdiam. Maka turunlah ayat ini sebagai penjelasan atas peristiwa tersebut." (Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dan Ibnu Marwadaih, dari Al-Arzami, dari Atha’, yang bersumber dari Jabir).

Tentunya dalam hidup ini kita diikat oleh aturan. Terkait makna yang dapat diambil dari janganlah mendahului Allah dan Rasulnya, Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa mereka para sahabat dilarang berbicara di saat Rasulullah sedang berbicara. Artinya, ketika Baginda Nabi telah berpulang, dan kita diperdengarkan Al-Qur'an dan Sunnah dalam dakwah, dalam ceramah dalam mimbar-mimbar agama, dalam majelis-majelis ilmu, tentunya kita dilarang untuk berbicara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Jangan Asal Olahraga!...
Jangan Asal Olahraga! Ini 9 Adab Berolahraga dalam Islam
Malam Takbiran Waktu...
Malam Takbiran Waktu Mustajab untuk Berdoa, Jangan Lupa Amalkan!
9 Adab Olahraga yang...
9 Adab Olahraga yang Penting Diketahui Kaum Muslim
Adab-adab Pernikahan...
Adab-adab Pernikahan yang Wajib Diketahui Kaum Muslim
Adab-adab di Dalam Masjid,...
Adab-adab di Dalam Masjid, Umat Islam Wajib Tahu!
Rekomendasi
Penemuan Luar Biasa...
Penemuan Luar Biasa Ini Ubah Pemahaman Kita tentang Dinosaurus
Ilmuwan Temukan Fenomena...
Ilmuwan Temukan Fenomena Misterius yang Ubah Inti Bumi
Penyebab Tsunami 30...
Penyebab Tsunami 30 Meter yang Melanda Alaska pada 10 Agustus Lalu Terungkap
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved