Mengapa Surah At-Taubah Tak Pakai Basmalah?
Kamis, 17 Juni 2021 - 16:43 WIB
loading...
A
A
A
1. Kebiasaan orang Arab Jahiliyah jika menulis pembatalan atas perjanjian maka mereka tidak menulis basmalah. Sedangkan surat At-Taubah diawali tentang pemutusan perjanjian Rasul-Nya atas pengkhianatan orang-orang Musyrikin Madinah. Lalu Rasulullah mengutus Ali bin Abi Thalib kepada kaum musyrikin menyampaikan membacakannya dan tidak disebutkan basmalah sesuai kebiasaan yang biasa terjadi dalam pemutusan perjanjian.
2. Diriwayatkan dari Utsman juga. Seperti yang dikatakan Imam Malik, pada riwayat Ibnu Wahab, Ibnul Qasim, dan Ibnu Abdil Hakim, bahwa ketika awal turun surah Al-Qur'an maka turun pula basmalah bersamanya. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Ajlan bahwa telah sampai kepadanya surah At Taubah itu setara dengan Al-Baqarah atau mendekatinya, sehingga tidak perlu lagi Basmalah. Ini dikatakan. Said bin Jubeir mengatakan: "Al-Bara'ah itu semisal dengan Al-Baqarah".
4. Kahrijah, Abu ‘Ishmah, dan lainnya mengatakan, bahwa terjadi perdebatan saat pembukuan di masa Utsman Radhiallahu 'Anhu. Sebagian sahabat Nabi mengatakan Al Anfal dan At Taubah itu satu kesatuan surah. Sebagian lain mengatakan itu dua surah terpisah. Akhirnya, surah itu dipisahkan untuk mengakomodasi pendapat itu surah yang berbeda, namun tanpa basmalah untuk mengakomodasi yang mengatakan keduanya satu kesatuan surat. Kedua pihak sama-sama ridha hal tersebut. Maka, telah tetap hujjah keduanya dalam penulisannya di mushaf.
5. Ibnu Abbas bertanya kepada Ali kenapa Surah At-Taubah tidak ada Basmalah. Kata Ali: "Karena basmalah itu kalimat keamanan, sedangkan Surat Al-Bara'ah diturunkan dengan pedang bukan dengan keamanan." Ibnul Mubarrad mengatakan: "Itulah kenapa kedua surat itu tidak disatukan, namun tanpa ditulis basmalah karena basmalah itu kasih sayang, sedangkan surat al Bara'ah (At Taubah) turun tentang kemurkaan." Ini juga dikatakan Imam Sufyan bin 'Uyainah.
Imam Al-Qurthubi mengatakan, pendapat yang shahih bahwa basmalah tidak ditulis karena Jibril menurunkannya tanpa basmalah, seperti yang dikatakan Al-Qusyairi. Riwayat dari Utsman menunjukkan bahwa sampai wafatnya Rasulullah ﷺ Beliau tidak menjelaskan tentang basmalah itu sebagai bagian dari Al-Bara'ah. (Tafsir Al Qurthubi, 5/86-87)
Wallahu A'lam
Baca Juga: Doa Khatam Qur'an dan Keutamaannya
2. Diriwayatkan dari Utsman juga. Seperti yang dikatakan Imam Malik, pada riwayat Ibnu Wahab, Ibnul Qasim, dan Ibnu Abdil Hakim, bahwa ketika awal turun surah Al-Qur'an maka turun pula basmalah bersamanya. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Ajlan bahwa telah sampai kepadanya surah At Taubah itu setara dengan Al-Baqarah atau mendekatinya, sehingga tidak perlu lagi Basmalah. Ini dikatakan. Said bin Jubeir mengatakan: "Al-Bara'ah itu semisal dengan Al-Baqarah".
4. Kahrijah, Abu ‘Ishmah, dan lainnya mengatakan, bahwa terjadi perdebatan saat pembukuan di masa Utsman Radhiallahu 'Anhu. Sebagian sahabat Nabi mengatakan Al Anfal dan At Taubah itu satu kesatuan surah. Sebagian lain mengatakan itu dua surah terpisah. Akhirnya, surah itu dipisahkan untuk mengakomodasi pendapat itu surah yang berbeda, namun tanpa basmalah untuk mengakomodasi yang mengatakan keduanya satu kesatuan surat. Kedua pihak sama-sama ridha hal tersebut. Maka, telah tetap hujjah keduanya dalam penulisannya di mushaf.
5. Ibnu Abbas bertanya kepada Ali kenapa Surah At-Taubah tidak ada Basmalah. Kata Ali: "Karena basmalah itu kalimat keamanan, sedangkan Surat Al-Bara'ah diturunkan dengan pedang bukan dengan keamanan." Ibnul Mubarrad mengatakan: "Itulah kenapa kedua surat itu tidak disatukan, namun tanpa ditulis basmalah karena basmalah itu kasih sayang, sedangkan surat al Bara'ah (At Taubah) turun tentang kemurkaan." Ini juga dikatakan Imam Sufyan bin 'Uyainah.
Imam Al-Qurthubi mengatakan, pendapat yang shahih bahwa basmalah tidak ditulis karena Jibril menurunkannya tanpa basmalah, seperti yang dikatakan Al-Qusyairi. Riwayat dari Utsman menunjukkan bahwa sampai wafatnya Rasulullah ﷺ Beliau tidak menjelaskan tentang basmalah itu sebagai bagian dari Al-Bara'ah. (Tafsir Al Qurthubi, 5/86-87)
Wallahu A'lam
Baca Juga: Doa Khatam Qur'an dan Keutamaannya
(rhs)
Lihat Juga :