Meneladani Umar bin Abdul Aziz Saat Work from Home di Tengah Pandemi
Rabu, 07 Juli 2021 - 10:49 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
PADA zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz merupakan masa pandemi thaun yang terjadi pada sekitar tahun 100 Hijriah. Lalu, bagaimana khalifah yang terkenal merakyat itu mematuhi upaya kesehatan di tengah pandemi?
Baca juga: Surat 'Nasehat' al-Hasan al-Bashri untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Sejarah telah mencatat bahwa Umar bin Abdul Aziz merupakan sosok yang sederhana. Sejak menjadi khalifah, ia meninggalkan kehidupan yang berkecukupan dan justru menjadi seperti rakyat biasa. Sosok ulama sekaligus pemimpin umat yang lebih suka dipanggil amirul mukminin itu meninggalkan istana khalifah dan menempati rumah dinas sederhana untuk bekerja.
Ketika penasihatnya menyampaikan untuk mengikuti protokol kesehatan dengan standar kerajaan berupa karantina di istana agar tidak terpapar wabah, Umar bin Abdul Aziz dengan kreatif memberikan solusi lain yang jitu.
Meskipun tidak berkenan untuk tinggal di istana, beliau tetap menjaga protokol kesehatan di rumah kerjanya yang kecil dengan makanan sehat ala kadarnya dan lebih banyak bekerja mandiri sehingga tidak melibatkan staf yang banyak.
Imam Jalaluddin As-Suyuthi menceritakan dalam kitabnya tentang kisah thaun pada masa Umar bin Abdul Aziz. Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Artha’ah bin al-Mundir, dia berkata, “Ada beberapa orang yang mendampingi Umar bin Abdul Aziz memintanya untuk menjaga makanannya serta menyarankannya untuk melakukan isolasi atau karantina mandiri dari thaun.
Mereka mengabarkan bahwa para khalifah sebelumnya telah melakukan protokol kesehatan itu. Lalu Umar pun bertanya, ‘Lalu di mana mereka sekarang?’
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Kisah Umar Bin Abdul Aziz dan Baju Usang Putranya
Ketika mereka mengatakan banyak hal, dia berdoa, ‘Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa aku lebih takut pada suatu hari selain hari Kiamat, maka janganlah Engkau memberiku keamanan dari ketakutanku itu.”
Kisah ini tercantum dalam Kitab Ma Rawahu al-Waun fi Akhbar ath-Tha’un karya Imam Suyuthi (Penerbit Darul Qalam, Damaskus tanpa tahun: hal 188)
Yuhansyah Nurfauzi, anggota Komisi Fatwa MUI Cilacap, apoteker dan peneliti di bidang farmasi, dalam artikelnya yang dipublikasikan laman resmi Nahdlatul Ulama menjelaskan bahwa makna dari riwayat tersebut bukan berarti Umar bin Abdul Aziz mengabaikan protokol kesehatan.
Baca juga: Surat 'Nasehat' al-Hasan al-Bashri untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Sejarah telah mencatat bahwa Umar bin Abdul Aziz merupakan sosok yang sederhana. Sejak menjadi khalifah, ia meninggalkan kehidupan yang berkecukupan dan justru menjadi seperti rakyat biasa. Sosok ulama sekaligus pemimpin umat yang lebih suka dipanggil amirul mukminin itu meninggalkan istana khalifah dan menempati rumah dinas sederhana untuk bekerja.
Ketika penasihatnya menyampaikan untuk mengikuti protokol kesehatan dengan standar kerajaan berupa karantina di istana agar tidak terpapar wabah, Umar bin Abdul Aziz dengan kreatif memberikan solusi lain yang jitu.
Meskipun tidak berkenan untuk tinggal di istana, beliau tetap menjaga protokol kesehatan di rumah kerjanya yang kecil dengan makanan sehat ala kadarnya dan lebih banyak bekerja mandiri sehingga tidak melibatkan staf yang banyak.
Imam Jalaluddin As-Suyuthi menceritakan dalam kitabnya tentang kisah thaun pada masa Umar bin Abdul Aziz. Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Artha’ah bin al-Mundir, dia berkata, “Ada beberapa orang yang mendampingi Umar bin Abdul Aziz memintanya untuk menjaga makanannya serta menyarankannya untuk melakukan isolasi atau karantina mandiri dari thaun.
Mereka mengabarkan bahwa para khalifah sebelumnya telah melakukan protokol kesehatan itu. Lalu Umar pun bertanya, ‘Lalu di mana mereka sekarang?’
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Kisah Umar Bin Abdul Aziz dan Baju Usang Putranya
Ketika mereka mengatakan banyak hal, dia berdoa, ‘Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa aku lebih takut pada suatu hari selain hari Kiamat, maka janganlah Engkau memberiku keamanan dari ketakutanku itu.”
Kisah ini tercantum dalam Kitab Ma Rawahu al-Waun fi Akhbar ath-Tha’un karya Imam Suyuthi (Penerbit Darul Qalam, Damaskus tanpa tahun: hal 188)
Yuhansyah Nurfauzi, anggota Komisi Fatwa MUI Cilacap, apoteker dan peneliti di bidang farmasi, dalam artikelnya yang dipublikasikan laman resmi Nahdlatul Ulama menjelaskan bahwa makna dari riwayat tersebut bukan berarti Umar bin Abdul Aziz mengabaikan protokol kesehatan.
Lihat Juga :