Meneladani Umar bin Abdul Aziz Saat Work from Home di Tengah Pandemi
Rabu, 07 Juli 2021 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
Beliau tetap berusaha menghindari kerumunan dengan tinggal di rumah kerja khusus yang sederhana. Kondisi ini sekarang dikenal dengan istilah work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. "Karena beliau seorang pejabat, maka WFH dilakukannya dari rumah dinas," tulisanya.
Rumah dinas Khalifah berbeda dengan rumah pribadi. Tidak ada banyak pelayan yang mengurus beliau dan tidak ada seorang penyair pun yang mengerumuni sambil menghiburnya sebagaimana umumnya raja di istana. Bahkan, untuk kunjungan kerja saat turun ke bawah melihat rakyatnya, beliau lebih suka menyamar sehingga tidak ada konvoi pengawalan dari pasukan maupun sambutan dari rakyat ramai.
Meski menolak tinggal di istana megah dan menolak makan makanan kerajaan, Umar bin Abdul Aziz berupaya menerapkan protokol kesehatan dan diet dengan caranya sendiri.
Baca juga: Umar bin Abdul Aziz Minta Nasehat Si Burung Merak Ini
Khalid Muhammad Khalid dalam kitabnya menuliskan bahwa menu makan malam Amirul Mukminin itu hanya roti kering, sepiring kacang adas, dan garam. Menu itu juga tidak jauh beda dengan yang dimakan istri dan anak-anaknya yang terbiasa makan malam dengan kacang adas di rumah pribadinya. Kisah ini disebutkan dalam kitab Khulafaur Rasul karya Khalid Muhammad Khalid (Kairo: Darul Muqattam, 2003: 369).
Ternyata menu berupa kacang adas, atau yang disebut lentils dalam bahasa Inggris, yang dimakan oleh Umar bin Abdul Aziz dan keluarganya merupakan makanan bergizi yang murah dan sangat bermanfaat untuk kesehatan lahir maupun batin.
Pada masa wabah, semua orang butuh makanan sehat dengan harga yang terjangkau. Umar bin Abdul Aziz dan istrinya juga mengerti betul bahwa selain untuk kesehatan badan, makanan yang dikonsumsi dirinya dan keluarganya juga perlu diupayakan agar memberikan kekuatan batiniah, yaitu terhindar dari sikap sombong dan tetap berempati kepada rakyatnya.
Kedua hal tersebut sangat penting bagi kehidupan seorang pemimpin dan keluarganya agar selamat dari berbagai fitnah dunia dan akhirat.
Secara khusus, Al-Hafidz Adz-Dzahabi menyebutkan keistimewaan kacang adas dalam kitabnya. Beliau mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi yang mengungkapkan bahwa memakan adas akan mengisi hati dengan rasa simpati, mengisi mata dengan air mata, dan menghilangkan kesombongan. (Thibb An-Nabawi Al-Hafidz Adz-Dzahabi, Dar Ihyaul Ulum, Beirut, 1990: hal.149)
Di sisi lain, kacang adas memang diakui secara ilmiah sebagai sumber makanan berprotein tinggi dan dapat mencegah berbagai virus penyebab penyakit.
Baca juga: Kisah Mengharukan Detik-Detik Jelang Wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Rumah dinas Khalifah berbeda dengan rumah pribadi. Tidak ada banyak pelayan yang mengurus beliau dan tidak ada seorang penyair pun yang mengerumuni sambil menghiburnya sebagaimana umumnya raja di istana. Bahkan, untuk kunjungan kerja saat turun ke bawah melihat rakyatnya, beliau lebih suka menyamar sehingga tidak ada konvoi pengawalan dari pasukan maupun sambutan dari rakyat ramai.
Meski menolak tinggal di istana megah dan menolak makan makanan kerajaan, Umar bin Abdul Aziz berupaya menerapkan protokol kesehatan dan diet dengan caranya sendiri.
Baca juga: Umar bin Abdul Aziz Minta Nasehat Si Burung Merak Ini
Khalid Muhammad Khalid dalam kitabnya menuliskan bahwa menu makan malam Amirul Mukminin itu hanya roti kering, sepiring kacang adas, dan garam. Menu itu juga tidak jauh beda dengan yang dimakan istri dan anak-anaknya yang terbiasa makan malam dengan kacang adas di rumah pribadinya. Kisah ini disebutkan dalam kitab Khulafaur Rasul karya Khalid Muhammad Khalid (Kairo: Darul Muqattam, 2003: 369).
Ternyata menu berupa kacang adas, atau yang disebut lentils dalam bahasa Inggris, yang dimakan oleh Umar bin Abdul Aziz dan keluarganya merupakan makanan bergizi yang murah dan sangat bermanfaat untuk kesehatan lahir maupun batin.
Pada masa wabah, semua orang butuh makanan sehat dengan harga yang terjangkau. Umar bin Abdul Aziz dan istrinya juga mengerti betul bahwa selain untuk kesehatan badan, makanan yang dikonsumsi dirinya dan keluarganya juga perlu diupayakan agar memberikan kekuatan batiniah, yaitu terhindar dari sikap sombong dan tetap berempati kepada rakyatnya.
Kedua hal tersebut sangat penting bagi kehidupan seorang pemimpin dan keluarganya agar selamat dari berbagai fitnah dunia dan akhirat.
Secara khusus, Al-Hafidz Adz-Dzahabi menyebutkan keistimewaan kacang adas dalam kitabnya. Beliau mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi yang mengungkapkan bahwa memakan adas akan mengisi hati dengan rasa simpati, mengisi mata dengan air mata, dan menghilangkan kesombongan. (Thibb An-Nabawi Al-Hafidz Adz-Dzahabi, Dar Ihyaul Ulum, Beirut, 1990: hal.149)
Di sisi lain, kacang adas memang diakui secara ilmiah sebagai sumber makanan berprotein tinggi dan dapat mencegah berbagai virus penyebab penyakit.
Baca juga: Kisah Mengharukan Detik-Detik Jelang Wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Lihat Juga :