Kisah Sahabat Nabi Abbas bin Abdul Muthalib (8)

Dia Muslim Tapi Dalam Perang Badar Jadi Prajurit Kafir Quraisy

loading...
Dia Muslim Tapi Dalam Perang Badar Jadi Prajurit Kafir Quraisy
Abbas bin Abdul Muthalib berada di pihak kafir Quraisy saat perang Badar. Ilustrasi/Ist
DALAM Perang Badar yang berkecamuk antara kaum muslimin dan kaum musyrikin, Abbas Bin Abdul Muthalib yang berada di pihak musyrikin berhasil ditawan oleh Abui Yusr, Ka'ab bin Amru. Menurut Ahli sejarah, kedua orang yang menangkap Paman Rasulullah ini berbadan kurus dan lemah, sedangkan Abbas adalah pria yang tinggi dan besar.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bertanya keheranan, "Ya Abai Yusr, bagaimana kau bisa menawan Abbas?"

"Ya Rasulullah, aku dibantu oleh seorang yang belum pernah kulihat sebelum dan sesudah itu," jawab Abui Yusr dengan mengutarakan ciri-ciri dan perawakan orang yang membantu itu.

"Kau dibantu oleh seorang malaikat yang pemurah," sabda Rasulullah.

Baca juga: Begini Pidato Abbas bin Abdul Muthalib Saat Baiat Al-Aqabah

Ketika Abbas jatuh sebagai tawanan, pertanyaan pertama yang terlontar adalah tentang keadaan Muhammad kepada yang menawannya, "Bagaimana keadaan Muhammad dalam peperangan ini?"

"Allah memuliakan dan menenangkannya," jawabnya.

"Segala sesuatu selain Allah rusak. Kini, apa maumu?" tanya Abbas.

"Rasulullah melarang kami membunuhmu," jawabnya.

"Itu bukan kebaikannya yang pertama."

Abbas diborgol dan dikumpulkan bersama tawanan perang lainnya. Kiranya, ikatannya terlalu keras sehingga ia merintih kesakitan. Ternyata rintihan itu terdengar oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau gelisah dan tidak bisa memejamkan matanya. Berapa orang sahabat yang melihatnya belum tidur, menegurnya, "Wahai Nabi Allah, sudah jauh malam, engkau belum tidur?"

"Aku mendengar rintihan Abbas," jawab Nabi.

Orang itu lalu pergi melonggarkan ikatannya, kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bertanya lagi, "Mengapa sekarang aku tidak mendengarkan rintihannya?"

"Aku longgarkan ikatannya, ya Rasulullah," jawab sahabat.

"Lakukanlah juga terhadap semua tawanan lainnya," perintah Nabi.

Pagi harinya, semua tawanan dihadapkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Akhirnya, sampai giliran Abbas.

Baca juga: Begini Dialog Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan Abbas bin Abdul Mutthalib Pasca-Bai'at

Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Ya Abbas, tebuslah dirimu dan keponakanmu aqil bin Abi Thalib, Naufal bin al-Harits, dan teman karibmu Utbah bin Amru bin Jahdam karena engkau seorang kaya. "

"Ya Rasulullah, saya ini seorang Muslim, tetapi saya dipaksa ikut berperang oleh mereka," ucap Abbas.

"Allah saja yang Maha Tahu dengan keislamanmu itu: kalau pengakuanmu itu benar, Allah akan mengganjarmu, namun aku melihatmu dari segi lahirmu maka bayarlah tebusanmu itu."
halaman ke-1
cover top ayah
اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلۡفُقَرَآءِ وَالۡمَسٰكِيۡنِ وَالۡعٰمِلِيۡنَ عَلَيۡهَا وَالۡمُؤَلَّـفَةِ قُلُوۡبُهُمۡ وَفِى الرِّقَابِ وَالۡغٰرِمِيۡنَ وَفِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ وَابۡنِ السَّبِيۡلِ‌ؕ فَرِيۡضَةً مِّنَ اللّٰهِ‌ؕ وَاللّٰهُ عَلِيۡمٌ حَكِيۡمٌ
Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

(QS. At-Taubah:60)
cover bottom ayah
preload video