Muamalah dalam Rumah Tangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis Nabi

loading...
Muamalah dalam Rumah Tangga Menurut Al-Quran dan Hadis Nabi
ilustrasi. Foto Pulse.ng
Suami dan istri adalah cerminan dalam sebuah keluarga . Jika suami istri shaleh dan shalehah maka akan tercipta keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah. Keluarga yang diberkahi Allah Ta'ala. Artinya, keluarga, menurut pandangan Islam, tidak hanya sebagai tempat berkumpulnya suami, istri, dan anak.

Sebuah keluarga lebih dari itu. Keluarga memiliki fungsi dan peranan yang penting dalam menentukan nasib suatu bangsa. Secara khusus Allah mengingatkan kepada kita dalam firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ..." (QS 66: 6).

Baca juga: Asbabun Nuzul Surat Abasa, Hikmah Dakwah Rasulullah SAW

Allah Subhanahu wa ta'ala juga menegaskan kerugian terbesar pada hari kiamat nanti adalah ketika kita kehilangan keluarga yang kita sayangi. Perhatikan firman Allah, yang artinya, "Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata, 'Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan keluarga mereka pada hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal'" (QS 42: 45).

Karena itu, muamalah antara suami dengan istri yang baik adalah bagaikan pakaian. Artinya bahwa suami dan istri adalah perhiasan dan sekaligus sebagai penutup aib di antara keduanya. Karena sudah terjalin hubungan yang sangat dekat, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengibaratkan suami dan istri sama- sama sebagai pakaian bagi keduanya. Saling menutupi kekurangan masing-masing.

Baca juga: Amalan-amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram

Allah Azza Wa Jalla berfirman :

…هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ…

…Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami), dan kalian adalah pakaian bagi mereka…(Q.S Al-Baqarah : 187)

Menurut ustad Abu Utsman Kharisman, dai yang juga penerjemah dan penulis buku ini, berdasarkan ayat tersebut menunjukkan bahwa hubungan suami istri adalah :

1. Sangat dekat

Pakaian adalah melekat pada tubuh, bersentuhan langsung dengan kulit. Demikian dekatnya. Suami istri pun seharusnya demikian. Ada kedekatan fisik dan kedekatan batin.

Baca juga: Ibadah Ruhani Sebagai Jalan Ketaatan

Suami yang baik menjadi partner hidup yang menyenangkan bagi istrinya. Istri pun demikian. Sahabat yang dekat, sehingga masing-masing pihak mudah menyampaikan gagasan dan keinginannya.

al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan:

فَلَا أُلْفَةَ بَيْنَ رُوْحَيْنِ أَعْظَمُ مِمَّا بَيْنَ الزَّوْجَيْنِ

Tidak ada persatuan (kedekatan) antar dua ruh yang lebih besar dibandingkan antar suami istri (Tafsir al-Quranil Adzhim karya Ibnu Katsir, saat menafsirkan surat al-A’raaf ayat 189)

2. Saling membutuhkan

Sebagaimana manusia membutuhkan pakaian. Suami butuh kepada istrinya. Istri pun demikian.

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan:
halaman ke-1
preload video