Gus Baha: Ciri Utama Kebenaran Itu Mudah Dipahami
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
Contoh lain, kata Gus Baha, Nabi Muhammad memiliki konsep tauhid atau satu Tuhan. Awalnya orang Arab banyak yang menganggap hal itu janggal. Nabi kemudian menjelaskan dengan model bertanya, jika ada pembantu punya satu majikan dan punya banyak majikan itu enak yang mana?
“Saat itu, orang Arab menjawab enak punya satu majikan, perintahnya tidak banyak, kata orang yang menentang. Lalu Nabi bilang, begitu juga dengan Tuhan. Nabi mudah menjelaskan konsep ini dengan logika yang sederhana,” tuturnya.
Gus Baha juga menjelaskan tentang ajaran Ahlussunah wal Jama'ah yang mencintai Nabi Muhammad serta keluarga dan sahabatnya.
“Logikanya sederhana, Nabi itu baik, yang menemaninya juga baik. Istrinya baik, anaknya baik, dan menantu juga baik. Teman duduk juga orang baik. Kalau ada mazhab yang sulit, maka dipertanyakan kebenarannya," imbuh Gus Baha.
Dikatakan, alasan Ahlussunah memiliki konsep mudah dicerna karena meniru sikap Nabi Muhammad yang berpandangan luas bahwa rahmat Allah tidak terbatas meskipun umatnya ada yang nakal. Allah sangat mudah memaaafkan dan menghapus semua dosa seseorang dan Nabi pun memiliki konsep syafa’at.
Baca juga: Biografi dan Silsilah Gus Baha, Nasabnya Sampai kepada Brawijaya V
Pada kesempatan tersebut, Gus Baha menceritakan kisah muridnya sahabat Jabir bernama Muhammad bin Mukadir yang punya kebiasaan melakukan shalat mayit kepada jenazah orang fasik, misalnya meninggal karena mabuk.
“Alasannya sangat luar biasa, saya malu pada Allah, jangan-jangan saya berpikiran Allah yang memiliki rahmat luas ternyata tidak cukup merahmati orang fasik ini. Jadi niatnya bersaksi bahwa rahmat Allah tidak terbatas," ujarnya.
“Saat itu, orang Arab menjawab enak punya satu majikan, perintahnya tidak banyak, kata orang yang menentang. Lalu Nabi bilang, begitu juga dengan Tuhan. Nabi mudah menjelaskan konsep ini dengan logika yang sederhana,” tuturnya.
Gus Baha juga menjelaskan tentang ajaran Ahlussunah wal Jama'ah yang mencintai Nabi Muhammad serta keluarga dan sahabatnya.
“Logikanya sederhana, Nabi itu baik, yang menemaninya juga baik. Istrinya baik, anaknya baik, dan menantu juga baik. Teman duduk juga orang baik. Kalau ada mazhab yang sulit, maka dipertanyakan kebenarannya," imbuh Gus Baha.
Dikatakan, alasan Ahlussunah memiliki konsep mudah dicerna karena meniru sikap Nabi Muhammad yang berpandangan luas bahwa rahmat Allah tidak terbatas meskipun umatnya ada yang nakal. Allah sangat mudah memaaafkan dan menghapus semua dosa seseorang dan Nabi pun memiliki konsep syafa’at.
Baca juga: Biografi dan Silsilah Gus Baha, Nasabnya Sampai kepada Brawijaya V
Pada kesempatan tersebut, Gus Baha menceritakan kisah muridnya sahabat Jabir bernama Muhammad bin Mukadir yang punya kebiasaan melakukan shalat mayit kepada jenazah orang fasik, misalnya meninggal karena mabuk.
“Alasannya sangat luar biasa, saya malu pada Allah, jangan-jangan saya berpikiran Allah yang memiliki rahmat luas ternyata tidak cukup merahmati orang fasik ini. Jadi niatnya bersaksi bahwa rahmat Allah tidak terbatas," ujarnya.
(mhy)
Lihat Juga :