Bolehkah Membaca Al-Kahfi Dicicil?

loading...
Bolehkah Membaca Al-Kahfi Dicicil?
Membaca surat Al Kahfi adalah suatu yang dianjurkan (mustahab) di hari Jumat. Hal ini karena pahala yang begitu besar. Foto ilustrasi/iqra.xyz
Bolehkah membaca Al-Kahfi Dicicil? Pertanyaan ini sering muncul karena surat Al-Kahfi ini memiliki ayat yang sangat banyak dan panjang.Secara umum, Al kahfi adalah surah ke-18 dan terdiri dari 110 ayat. Juz 15 dimulai dari ayat 1-74. Sedangkan Juz 16 dari ayat 75-110.

Selain itu, membaca surat Al Kahfi adalah suatu amalan yang dianjurkan (mustahab) di hari Jum’at ini. Hal ini karena pahala yang begitu besar sebagaimana berita yang dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga ketika membaca surat Al-Kahfi ini harus sekaligus atau boleh dicicil?

Baca juga: Tafsir Al-Kahfi Ayat 9, Kisah 7 Pemuda Tertidur di Gua 300 Tahun

Membaca surat Al Kahfi adalah amalan sunnah atau tambahan, maka mengerjakannya pun tidak terikat pada syarat dan rukun amalan. Dalam hadis-hadis tidak dijelaskan baca Al-Kahfi harus sekali duduk atau dibaca habis dalam satu kali waktu.

Dijelaskan dalam Fatawa Syabakah Islamiyyah, hadis-hadis tentang anjuran membaca surat Al Kahfi di hari Jumat, tidak menunjukkan harus dibaca rampung sekali duduk. Artinya, membaca surat Al-Kafhi boleh saja dicicil, asalkan selama masih di hari Jumat. Waktunya bisa kapan saja atau dicicll tapi masih masuk hari Jum'at, maka Insya Allah kita telah menunaikan perintah di hadis itu.

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyyah, amalan membaca Al-Kahfi di hari Jum'at boleh dicicil, karena yang dituju adalah membaca seluruh surat Al Kahfi di hari yang telah dikhususkan tersebut. Bahkan kalau seorang membacanya dalam sholat, juga diperbolehkan.

Nabi Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda : :

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan, ‘membaca surat al-Kahfi di malam Jumat’. Ini mengisyaratkan bahwa surat al-Kahfi bisa dibaca selama 24 jam di hari Jumat. Dimulai sejak terbenamnya matahari di hari Kamis, hingga Maghrib hari Jumat.

Al-Munawi menukil keterangan al-Hafidz Ibnu Hajar : Kata al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya al-Amali, “Anjuran membaca al-Kahfi ada di beberapa riwayat, ada yang menyatakan ‘Hari jum’at’ dalam riwayat lain ‘Malam Jumat’. Bisa kita kompromikan bahwa waktu yang dimaksud adalah siang dan malam jumat.” (Al Munawi dalam Faidhul Qadir).

Baca juga: Penyesalan Kunci Sukses Taubat

Al-Munawi juga mengatakan, dianjurkan untuk membaca surat al-Kahfi di hari jumat atau malam harinya. Berdasarkan keterangan di atas, tidak ada waktu khusus untuk membaca surat al-Kahfi.

Umat Islam bisa membacanya selama hari Jumat, sekaligus boleh, dicicil boleh. Kita bisa pilih waktu yang paling longgar, paling nyaman, sehingga bisa membaca dengan penuh perenungan.

Intinya adalah membacanya, bukan pada sekali habis atau dibaca satu kali duduk. Pentingnya membaca Al-Kahfi karena banyak keutamaan di dalamnya.

Hadis-hadis tentang keutamaan Al-Kahfi antara lain :

1. Hadis pertama:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi).

2. Hadis kedua:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
halaman ke-1
cover top ayah
وَمِنَ الَّيۡلِ فَسَبِّحۡهُ وَاَدۡبَارَ السُّجُوۡدِ
Dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam hari dan setiap selesai shalat.

(QS. Qaf:40)
cover bottom ayah
preload video