Mike Tyson, Sakaratul Maut, dan Kematian Itu Indah
Sabtu, 20 November 2021 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
لا تَمَنَّوْا الْمَوْتَ ، فَإِنَّ هَوْلَ الْمَطَّلَع شَدِيدٌ
"Janganlah kamu mengharap-harap kematian, karena huru-hara itu sangat dahsyat."
Ketika Umar bin Khattab ditikam, seorang sahabat berkata kepadanya, "Aku berharap kulit Anda tidak tersentuh oleh api neraka."
Sejenak Umar memandang kepadanya seraya berkata, ”Sungguhnya orang yang kamu anggap tertipu memang orang yang tertipu. Demi Allah seandainya aku punya apa yang ada di bumi akan aku gunakan untuk merebus dahsyatnya huru-hara maut."
Abu Darda mengatakan, ”Ada tiga orang yang membuat aku tertawa karena lucu, ada tiga hal yang membuat aku menangis sedih. Orang yang membuat aku tertawa karena lucu adalah orang yang masih mengangan-angankan dunia, padahal dia sedang diburu oleh maut, orang yang lalai tapi tidak merasa lalai dan orang yang tertawa lepas namun tidak tahu apakah Allah meridhainya atau murka kepadanya.
Sementara tiga hal yang membuat aku menangis ialah berpisah dengan orang-orang tercinta seperti Muhammad dan sahabat-sahabatnya, menghadapi huru-hara kematian, dan berdiri di hadapan Allah pada hari semua yang tersembunyi akan terangkat dan aku tidak tahu masih terus ke surga atau ke neraka."
Baca juga: Bacakan Yasin Saat Sakaratul Maut, Malaikat Datang Berbaris-baris
Hadiah Berharga
Lepas dari itu, di antara faedah yang akan didapatkan oleh orang-orang yang senantiasa mengingat mati adalah melembutkan hatinya untuk bersegera memohon ampun atas dosa-dosanya dan bertobat kepada Allah. Dengan mengingat kematian dengan sendirinya akan menimbulkan ketidaksenangan terhadap dunia dan akan mendorong manusia untuk melakukan persiapan di kehidupan akhirat, sedangkan kelalaian terhadap maut akan mendorong manusia untuk tenggelam dalam kehidupan di dunia.
Rasulullah SAW bersabda,"Kematian adalah hadiah yang sangat berharga bagi orang yang beriman.” (HR Muslim)
Oleh karena itu, sambutlah kematian dengan sukacita karena ia mengakhiri penderitaan. Namun, jangan senang dahulu, karena ia hanya mengakhiri penderitaan yang ada di dunia, tetapi apa yang telah Anda perbuat di dunia akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Dunia ini ibarat sebuah penjara bagi orang yang beriman, dan surga bagi orang yang mendambakan dunia.
Baca juga: Nabi Ibrahim Ditanya Tentang Sakaratul Maut, Begini Kata Beliau
(mhy)
Lihat Juga :