Kisah Bijak Para Sufi: Putri yang Tidak Patuh

Minggu, 07 Juni 2020 - 06:18 WIB
loading...
A A A
Dari waktu ke waktu raja itu mengunjungi gadis malang itu. Meskipun penjara telah merenggut kecerahan dan kekuatan dari dirinya, tetapi putri itu tetap bersikukuh mempertahankan sikapnya.

Akhirnya, habislah kesabaran raja tersebut.

"Penolakanmu," kata raja kepada putri itu, "hanya mengusik aku sedikit, walaupun tampaknya melemahkan kekuasaanku, jika kau tetap tinggal dalam kerajaanku. Aku bisa saja membunuhmu, namun aku raja yang penuh kemurahan. Karena itu, kau akan kubuang ke hutan belantara di seberang wilayah kekuasaanku. Tak ada yang menetap di belantara liar itu kecuali binatang buas dan orang-orang sinting yang ditolak dari masyarakat kita yang beradab. Di sana akan kau lihat apakah kau mampu bertahan hidup di tengah-tengah keluargamu itu; dan, jika ternyata bisa, mungkin memang di sanalah tempatmu, bukan di sini, di dalam istanaku."

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tuan Rumah dan Tamu

Titah sang raja langsung dikerjakan, dan gadis itu diantar ke perbatasan kerajaan itu. Putri itu mendapati dirinya asing di alam liar yang sungguh berbeda dengan suasana serba nyaman di istana ayahnya. Tetapi, tidak perlu waktu lama baginya untuk melihat bahwa sebuah gua bisa dijadikan sebuah rumah, bahwa biji-bijian dan buah yang tersedia di pepohonan sama seperti yang tersaji pada piring-piring emas, bahwa matahari memberinya kehangatan. Alam liar memiliki aturannya sendiri dan menyediakan segala kebutuhan untuk bertahan hidup.

Baca juga: Ketika Nasruddin Hoja Tidak Konsisten Lagi

Setelah beberapa waktu, ia sudah bisa menikmati hidupnya. Ia mengambil air dari mata air, memetik sayur-sayuran dari bumi, membuat api dari kayu-kayu kering.

"Di sini," katanya kepada dirinya sendiri, "adalah suatu kehidupan yang unsur-unsurnya saling mengisi, membentuk sebuah kelengkapan, namun tak satu pun dari unsur-unsur itu yang secara sendiri atau bersama tunduk kepada perintah ayahku."

Suatu hari seorang pengelana yang tersesat dia seorang kaya dan berbudi tinggi --tanpa sengaja bertemu dengan putri buangan itu, jatuh cinta kepadanya, dan membawanya pulang ke negerinya. Di sana mereka menikah.

Baca juga: Baginda Sultan dan Para Menteri Bertelur, Abu Nawas Berkokok

Setelah sekian waktu, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke alam liar, kemudian mereka membangun sebuah kota yang megah dan makmur di mana kebijaksanaan, akal, dan keteguhan hati mereka sepenuhnya terpancar. Orang-orang 'sinting' dan orang buangan lainnya, banyak di antaranya dulu dianggap orang gila, hidup serasi dan saling membantu dalam berbagai hal.

Kota itu dan desa-desa di sekitarnya menjadi mashyur hingga ke seluruh dunia. Kekuatan dan keindahannya lebih cemerlang dari pada kerajaan ayah sang putri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Pluvial Carnian Fenomena...
Pluvial Carnian Fenomena Hujan 2 Juta Tahun Lalu di Bumi Terungkap
China Berhasil Abadikan...
China Berhasil Abadikan Ledakan Bintang Paling Terang di Alam Semesta
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Lima Negara Muslim yang...
Lima Negara Muslim yang Tidak Merayakan Isra Mikraj
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved