Kisah Sufi Abdullah Ansar: Bila Takdir Telah Campur Tangan
Minggu, 19 Desember 2021 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
Sang raja, yang sejak tadi mengamati lewat suatu celah di pintu dapur, terheran-heran, tetapi tidak menyadari kebaikan nisbi pada kedua lelaki itu.
Darwis palsu itu mendapatkan roti biasa. Raja itu menyimpulkan bahwa takdir telah campur tangan untuk menjaga darwis itu dari godaan kekayaan. Lelaki yang sungguh baik itu memperoleh permata dan bisa mempergunakannya untuk kebaikan. Raja itu tak mampu mengartikan peristiwa tersebut.
"Saya mengerjakan apa yang diperintahkan," kata tukang roti itu.
"Kau tak bisa mengubah takdir," kata sang raja.
"Betapa cerdiknya aku," kata darwis palsu itu.
Menurut Idries Shah, nasihat 'lapis pertama' kisah ini adalah bahwa ketika manusia diberi sesuatu yang bernilai besar bagi masa depannya, ia tidak mempergunakannya dengan cukup baik.
Kisah ini juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia antara lain oleh Ahmad Bahar dalam bukunya berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi.
Baca juga: Kisah Sufi Al-Mutanabbi tentang Tiga Kebenaran
Darwis palsu itu mendapatkan roti biasa. Raja itu menyimpulkan bahwa takdir telah campur tangan untuk menjaga darwis itu dari godaan kekayaan. Lelaki yang sungguh baik itu memperoleh permata dan bisa mempergunakannya untuk kebaikan. Raja itu tak mampu mengartikan peristiwa tersebut.
"Saya mengerjakan apa yang diperintahkan," kata tukang roti itu.
"Kau tak bisa mengubah takdir," kata sang raja.
"Betapa cerdiknya aku," kata darwis palsu itu.
Menurut Idries Shah, nasihat 'lapis pertama' kisah ini adalah bahwa ketika manusia diberi sesuatu yang bernilai besar bagi masa depannya, ia tidak mempergunakannya dengan cukup baik.
Kisah ini juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia antara lain oleh Ahmad Bahar dalam bukunya berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi.
Baca juga: Kisah Sufi Al-Mutanabbi tentang Tiga Kebenaran
(mhy)
Lihat Juga :