Tiga Syuhada dalam Perang Yarmuk: Mementingkan Orang Lain saat Sakaratul Maut

Rabu, 22 Desember 2021 - 09:25 WIB
loading...
Tiga Syuhada dalam Perang...
Tiga orang prajurit muslim mendekati ajal karena luka yang dideritanya. Masing-masing mereka mendahulukan yang lain saat mereka ditawari minum. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A A A
Kisah ini terjadi pada saat perang Yarmuk, yakni perang antara kaum muslimin dan Kekaisaran Romawi Timur pada tahun 636. Tiga orang prajurit muslim mendekati ajal karena luka yang dideritanya. Masing-masing mereka mendahulukan yang lain saat mereka ditawari minum. “Hebat sekali kalian,” ucap Panglima Perang, Khalid bin Walid .

Perang Yarmuk oleh kalangan sejarawan, dipertimbangkan sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, karena dia menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang rakyatnya menganut agama Kristen.

Baca juga: Kisah Kecerdasan Ahnaf bin Qais dalam Pembebasan Persia

Imam Ibnul Jauzi dalam buku "Uyun Al-Hikayat Min Qashash Ash-Shalihin wa Nawodir Az-Zahidin" mengangkat kisah tiga syuhada itu berdasarkan sejumlah riwayat.

Ibnu Asbath atau lainnya meriwayatkan bahwa Abu Jahm bin Hudzaifah berkata: Saya pergi saat peristiwa perang Yarmuk, mencari sepupuku. Saat itu saya membawa perbekalan air minum dan tempat makan.

Kemudian saya berkata, “Jika dia masih bernafas, saya akan berikan dia minum ini, dan saya cuci mukanya dengan air. Dan ketika saya sampai ke tempatnya, saya pun bertanya kepadanya, “Maukah engkau saya beri minum?”

Dia pun memberikan isyarat persetujuannya. Namun belum lagi saya berikan dia minum, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang merintih. Maka sepupuku meminta agar saya pergi memberikan minum orang itu terlebih dahulu.

Ternyata dia adalah Hisyam bin Ash, saudara Amr bin Ash. Saya pun mendatanginya. Dan saya bertanya kepadanya, “Maukah engkau saya beri minum?” Namun belum lagi dia menjawab, tiba-tiba terdengar rintihan seseorang.

Hisyam memberi isyarat agar saya pergi mendatangi orang itu terlebih dahulu. Saya pun mendatanginya. Namun dia sudah meninggal.

Saya pun kembali ke tempat Hisyam, namun ternyata Hisyam pun sudah meninggal. Dan berikutnya saya mendatangi tempat sepupuku. Namun dia juga sudah meninggal.“

Diriwayatkan dari Al-Waqidi dan Ibnul Arabi, keduanya berkata, Ikrimah bin Abi Jahal diberikan air, maka dia pun melihat ke arah Sahal bin Amr dan memberi isyarat ke arahnya, dan berkata, “Mulai dengan orang ini.”

Namun dia melihat ke arah Suhail bin Amr dan memandangnya, dan berkata, “Mulailah dengan orang ini.”

Selanjutnya Sahal memandang Harits bin Hisyam, dan berkata, “Mulailah dengan orang ini” Maka semuanya kemudian meninggal dunia sebelum sempat meminum air. Khalid bin Walid kemudian lewat ke arah mereka dan berkata, “Hebat sekali kalian.”

Baca juga: Pendekar Pincang Itu Syahid Bersama Putranya dalam Perang Uhud

Perang Yarmuk
Pertempuran ini merupakan salah satu kemenangan Khalid bin Walid yang paling gemilang, dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu komandan militer dan kavaleri paling brilian di zaman Pertengahan. Pertempuran ini terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, khalifah Rasyidin kedua.

Pada 633 M pasukan Muslim menyerang Suriah, dan setelah berbagai penghadangan dan pertempuran kecil berhasil merebut Damaskus pada 635 M.

Kaisar Romawi Timur, Heraclius mengatur sebuah pasukan sekitar 40.000 orang setelah mengetahui lepasnya Damaskus dan Emesa. Pergerakan pasukan Romawi Timur yang besar ini, menyebabkan Kaum Muslimin di bawah Khalid ibn Walid meninggalkan kota-kota, dan mundur ke selatan menuju Sungai Yarmuk, sebuah penyumbang Sungai Yordan.

Sebagian pasukan Romawi Timur di bawah Theodore Sacellarius dikalahkan di luar Emesa. Muslim di bawah Khalid ibn Walid bertemu komandan Romawi Timur lainnya, Baänes di lembah Sungai Yarmuk pada akhir Juli.

Datanglah pertolongan Allah kepada tentara Islam dengan berhembusnya angin selatan yang kuat meniup awan debu ke wajah prajurit Romawi Timur, kejadian ini sama persis seperti yang terjadi pada pasukan persia dalam pertempuran Qadisiyyah.

Prajurit menjadi lesu di bawah panas matahari Agustus. Meskipun begitu Khalid terdorong mundur, namun meskipun jumlah pasukannya hanya setengah prajurit Romawi Timur, mereka lebih bersatu daripada pasukan multinasional Tentara Kekaisaran yang terdiri dari orang Armenia, Slavia, Ghassanid dan juga pasukan Romawi Timur biasa.

Prajurit Baänes berhasil dipukul mundur hingga ke sebuah jurang terjal. Sebagai hasilnya, seluruh Suriah terbuka bagi Kaum Muslimin. Damaskus direbut kembali oleh Kaum Muslimin dalam waktu sebulan, dan Yerusalem jatuh tidak lama kemudian.

Baca juga: Kisah Perempuan di Perang Uhud yang Mengkhawatirkan Rasulullah
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Wafat di Makkah saat...
Wafat di Makkah saat Beribadah Haji: Raih Pahala Syahid dan Beri Syafaat
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Dalil-dalil Tentang...
Dalil-dalil Tentang Mati Syahid, Bersumber dari Ayat Al Quran dan Hadis
Dahsyatnya Pahala Mati...
Dahsyatnya Pahala Mati Syahid : 6 Kemuliaan yang Dijanjikan
5 Golongan Ini Mendapatkan...
5 Golongan Ini Mendapatkan Derajat Mati Syahid, Siapa Saja Mereka?
Benarkah Gugur Saat...
Benarkah Gugur Saat Bertugas Termasuk Mati Syahid? Begini Kriterianya Dalam Islam
Rekomendasi
Bebatuan di Ethiopia...
Bebatuan di Ethiopia Membentuk Loreng Harimau, Ternyata Ini Penyebabnya
Fenomena Cahaya Aneh...
Fenomena Cahaya Aneh Berwarna-warni Terlihat di Langit Kanada
Rumah Sasak Tahan Gempa...
Rumah Sasak Tahan Gempa Bumi, Ternyata Ini Rahasianya?
Artikel Terkini
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
Bacaan Niat Puasa Asyura...
Bacaan Niat Puasa Asyura dan Keistimewaannya, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Infografis
133 Orang Tewas dalam...
133 Orang Tewas dalam 24 Jam di Wilayah Selatan Saat Gaza Membara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved