Kisah Bajak Laut dari Cina Terpana Menyaksikan Karomah Syekh Ibrahim as-Samarkandi

Senin, 24 Januari 2022 - 05:15 WIB
loading...
Kisah Bajak Laut dari...
Karomah Sunan Gresik membuat bajak laut bertekuk lutut. (Ilustrasi/Ist)
A A A
Suatu kali Syekh Ibrahim as-Samarkandi melakukan perjalanan ke Palembang dalam rangka mengunjungi muridnya, Adipati Arya Damar. Di tengah perjalanan beliau berjumpa dengan bajak laut yang paling ganas. Thio Bun Cai, bajak laut itu, terpana ketika menyaksikan karomah anggota Walisongo ini.

Dalam buku berjudul "Biografi Lengkap Syekh Siti Jenar" karya Sartono Hadisuwarno, disebutkan Syekh Ibrahim as-Samarkandi atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gresik, Raja Pandhita, atau Sayyid Haji Mustakim, merupakan putra dari Syekh Jumadil Kubra adalah wali yang pertama kali mengenalkan agama Islam kepada Adipati Palembang Arya Damar sebelum menyebarkan agama Islam di daerah Tuban.

Nah, pada saat Sunan Gresik ke Palembang, kapal yang beliau tumpangi menjadi sasaran bajak laut Thio Bun Cai. Bajak laut dari Cina ini namanya paling ditakuti di Selat Malaka dan Laut Tiongkok Selatan. Para saudagar dari Tiongkok, Arab, dan Gujarat menjulukinya sebagai Lamhai Lomo, yang berarti iblis dari selatan.

Baca juga: Kisah Sunan Gresik: Ketika Kakek Bantal Menaklukkan Dewa Hujan

Lamhai Lomo ditakuti karena saat itu ia adalah anak emas dari Liang Tau Ming, pemimpin bajak laut yang berkuasa di wilayah Selat Malaka dan Laut Tiongkok Selatan.

Liang Tau Ming dikenal sewaktu-waktu sanggup menggerakkan armadanya yang berjumlah 20 kapal dengan cepat. Maka dari itu, ketika ada yang berani mengganggu polah Lamhai Loho, tak tanggung-tanggung Liang Tau Ming beserta seluruh armadanya datang untuk membantu Lamhai Loho.

Roda kehidupan Lamhai Loho berubah ketika takjub menyaksikan karamah Syaikh Ibrahim as-Samarkandi yang saat itu hendak pergi ke daerah Palembang mengunjungi keponakan tiri istrinya yang menjadi Adipati Palembang.

Saat itu, Lamhai Loho berada dalam posisi sebagai pemimpin bajak laut yang membajak kapal yang ditumpangi Syekh Ibrahim as-Samarkandi di Kepulauan Anambas. Dalam peristiwa itu, para penumpang sangat ketakutan karena kapal yang mereka tumpangi dikepung oleh para bajak laut yang membawa pedang dan beberapa senjata tajam lengkap.

Dalam kondisi ketakutan itu, ada salah seorang bayi penumpang yang jatuh di tengah-tengah samudra, kemudian tenggelam ditelan ombak.

Saat itulah, Syekh Ibrahim as-Samarkandi yang mengenakan surban dan jubah putih melompat ke laut dan dengan tenang berdiri di atas hamparan air. Kemudian, dengan menghadapkan kedua tangannya ke laut, ia menarik bayi yang tenggelam ditelan ombak itu.

Lalu, dalam beberapa saat, terlihatlah bayi yang tenggelam sedang menangis di atas pangkuan Syekh Ibrahim as-Samarkandi. Kemudian, Syekh Ibrahim as-Samarkandi membawanya terbang ke kapal, dan menyerahkannya kepada orang tuanya.

Baca juga: Kisah Sunan Gresik: Syahbandar itu Pionir Pendidikan Pesantren

Lamhai Loho beserta semua anak buahnya takjub menyaksikan keajaiban itu. Mereka berbalik sangat ketakutan, sehingga akhirnya melepaskan kapal yang tadinya ingin dibajak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ketupat Lebaran, Asal-usul...
Ketupat Lebaran, Asal-usul dan Filosofisnya
Apakah Walisongo Keturunan...
Apakah Walisongo Keturunan Nabi Muhammad SAW?
Sejarah Sekaten, Peninggalan...
Sejarah Sekaten, Peninggalan Hindu yang Diislamisasi
10 Ragam Tradisi Menyambut...
10 Ragam Tradisi Menyambut Kedatangan Ramadan di Indonesia
Apakah Walisongo Keturunan...
Apakah Walisongo Keturunan Nabi Muhammad SAW? Berikut Nasab Lengkapnya
Rakyat Nusantara Memeluk...
Rakyat Nusantara Memeluk Islam bukan Disebabkan Keyakinan?
Rekomendasi
Runtuhan Magnetar Bakal...
Runtuhan Magnetar Bakal Timbulkan Percikan Cahaya di Langit
Arkeolog Temukan Sisa-sisa...
Arkeolog Temukan Sisa-sisa Pemukiman Bangsa Viking di Gereja Naur
Jenis Anjing Pelacak...
Jenis Anjing Pelacak yang Dipakai Polisi untuk Bongkar Kejahatan
Artikel Terkini
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Infografis
Ilmuwan AS Yakin Kelelawar...
Ilmuwan AS Yakin Kelelawar Berpotensi Menjadi Obat Kanker
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved