Kisah Khalifah Muawiyah Mengganti Sistem Demokratis ke Monarki

Selasa, 15 Februari 2022 - 19:15 WIB
loading...
A A A
Sedangkan bagi yang meyakininya, memang sangat sulit untuk membantah keterlibatan Muawiyah dalam peristiwa ini. Data yang mereka sebutkan memang demikian rinci, temasuk berapa jumlah uang yang dijanjikan oleh Muawiyah, hingga kesepakatan untuk meminang Ja’dah bagi Yazid bila Hasan bin Ali terbunuh.

Tapi terlepas dari semua itu, setelah wafatnya Hasan bin Ali, jalan politik Muawiyah semakin terbuka.

Abdullah bin Abbas menceritakan, bahwa ketika berita tentang wafatnya Hasan bin Ali tersiar di Damaskus, ia sedang berada di sana. Ketika ia sedang berada di dalam Masjid, tiba-tiba ia mendengar Muawiyah mengucapkan takbir yang disambut takbir pula oleh para prajuritnya.

Dan orang-orang yang di dalam Masjid-pun lalu bertakbir pula. Melihat peristiwa ini, Abdullah bin Abbas lalu mendatangai Muawiyah, dan Muawiyah berkata, “Ibn Abbas, anda tahu Hasan sudah meninggal?”

Ibn Abbas balik bertanya, “untuk ini anda bertakbir?”

Muawiyah menjawab dengan girang, “Iya”.

Mendengar pernyataan ini, Ibn Abbas lalu mengecam keras sikap Muawiyah tersebut.

Baca juga: Kisah Perjuangan Kader-Kader Abbasiyah, Ada yang Dimutilasi Lalu Disalib

Nyaris Tanpa Oposisi
Setelah wafatnya Hasan bin Ali, jalan politik dinasti Umayyah semakin tak tertahankan. Sisa-sisa kekuatan Ali bin Abi Thalib dan Hasan bin Ali di preteli satu persatu di semua wilayah.

Pemimpin semua wilayah Islam diganti dengan orang-orang kepercayaan Muawiyah. Nyaris tanpa oposisi, kekuasaan dinasti Umayyah dikenal sebagai bentuk negara despotik pertama dalam sejarah Islam.

Tidak ada satupun suara sumbang yang boleh di dengar Muawiyah, sehingga kekejaman para aparaturnya nyaris tidak terkontrol. Bahkan tidak berlebihan bila dikatakan, tirani yang berlangsung ini, tidak lain adalah atas kehendak Muawiyah.

Semua wilayah dipaksa satu suara, khususnya untuk isu tentang pengangkatan Yazid. Tinggal satu ganjalannya, yaitu menjinakkan tokoh-tokoh kunci yang menetap di Madinah dan Mekkah. Mereka adalah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar bin Khattab, Abdullah bin Zubair bin Awam, dan Husein bin Ali bin Abi Thalib.

Pada sekitar tahun 51 H, Muawiyah yang sudah lama tidak berhaji, berangkat haji ke Mekkah. Sebelumnya ia sudah memerintahkan Marwan bin Hakam untuk mengkondisikan situasi di wilayah tersebut. Tapi memang keempat orang ini sangat berpengaruh, sehingga harus didekati dengan cara khusus.

Ketika berkunjung, Muawiyah begitu royal membagi-bagian hartanya kepada penduduk Madinah dan Mekkah. Hal ini memang sengaja ia lakukan untuk menarik simpati masyarakat di kedua kota tersebut.

Sambil bersamaan dengan itu, ia mendatangi keempat tokoh kunci masyarakat di sana, kecuali Husein bin Ali yang menurutnya terlalu rumit untuk didekati. Di samping karena ia adalah musuh Ali bin Abi Thalib dan Hasan bin Ali, Husein bin Ali sudah tegas sikapnya, dan juga memiliki keteguhan hati yang luar biasa. Kecerdasan dan kefasihannya dalam menjelaskan segala sesuatu bisa sangat merepotkan Muawiyah bila tetap memaksakan diri bertemu dengan Husein bin Ali.

Namun bukan juga hal yang mudah menaklukkan ketiga orang lainnya. Ketiganya, baik Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, dan Abdullah bin Zubair menolak keras rencana Muawiyah untuk mewariskan tahta khalifah kepada Yazid.

Hingga akhirnya, Muawiyah kembali ke Damaskus tanpa mendapatkan satupun bai’at dari keempat tokoh tersebut. Namun ia sudah berhasil membuat masyarakat Mekkah dan Madinah bersukaria dengan harta-harta yang ditebarkannya secara royal.

Kecerdikan Muawiyah yang seperti inilah yang tidak dimiliki oleh para penerusnya, terutama Yazid. Muawiyah dapat secara bersamaan memuliakan satu penduduk di tempat tertentu, dan menindas tanpa ampun penduduk di tempat lainnya.

Menurut Ath-Thabari, salah satu sosok kunci keberhasilan Muawiyah adalah Ziyad bin Abihi. Ziyad mulanya adalah musuh Muawiyah dan sangat di benci oleh Muawiyah. Ia di sebut “bin Abihi” karena memang tidak jelas siapa ayahnya. Namun kabar yang tersiar, ia adalah anak jadah Abu Sufyan dari hubungan gelapnya dengan seorang budak yang bernama Sumayyah.

Baca juga: Muhammad bin Ali, Arsitek Dinasti Abbasiyah yang Kampanyekan Ahlul Bait

Selama bertahun-tahun, Ziyad berpura-pura menjadi pendukung Ali bin Abi Thalib dan mempelajari dengan detail tabiat masyarakat pendukung Ali, seperti di Kufah, Basrah dan sebagian besar Persia. Dan ketika Ziyad menyatakan kesetiaannya kepada Muawiyah, sikap Muawiyah menjadi berubah, dan Ziyad pun akhinya diperkenankan menyandang nama Ziyad bin Abu Sufyan.

Dengan semua modal pengetahuan yang sudah dimilikinya, ia ditugaskan Muawiyah untuk menjadi gubernur Basrah. Dan Ziyad memang tidak mengecewakan. Ia menindak keras semua gejala subversif dalam bentuk apapun kepada kekhalifahan Umayyah. Atas prestasinya ini, ia kemudian dipercayakan untuk mengelola Kufah. Tapi tidak sampai di sana, Ziyad bersama putranya yang bernama Ubaidillah bin Ziyad juga berhasil dalam berbagai ekspedisi penaklukkan ke wilayah Iran hingga Asia Tengah, dan semua ia persembahkan untuk kelangsungan kekuasaan dinasti Umayyah.

Muawiyah bin Abu Sufyan wafat pada tahun 60 H di Damaskus. Ia meninggalkan wilayah kekuasaan yang membentang dari Persia hingga pesisir samudera atlantik yang terkontrol penuh dalam kendalinya.

Baca juga: Ali bin Abdullah bin Al- Abbas Kakek Para Khalifah Dinasti Abbasiyah Berjuluk As Sajjad
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Selat Gibraltar: Abadinya...
Selat Gibraltar: Abadinya Nama Sang Panglima Perang Islam dalam Peta Dunia
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
Ribuan Meteorit di Antartika...
Ribuan Meteorit di Antartika Ditakdirkan Hilang Selamanya
Es Samudra Arktik Akan...
Es Samudra Arktik Akan Mencair 7 Tahun Lagi, Lebih Cepat dari Perkiraan
Berkobar Sejak 1971,...
Berkobar Sejak 1971, Api Pintu Neraka Hampir Padam
Artikel Terkini
Keistimewaan Muharram,...
Keistimewaan Muharram, Dijuluki Sebagai Bulannya Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Quran tentang Kekayaan, Panduan Mencari dan Mengelola Harta Halal
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Kapan Harta Menjadi...
Kapan Harta Menjadi Tercela? Ini Sikap yang Menyebabkannya
Pandangan Islam tentang...
Pandangan Islam tentang Harta: Benarkah Kaya Lebih Baik daripada Miskin?
Infografis
AS Jual Sistem Pertahanan...
AS Jual Sistem Pertahanan Udara HAWK Rp2,1 Triliun ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved