Abu Regal, Kaum Tsamud yang Selamat dari Azab karena Bersembunyi di Wilayah Haram
Rabu, 16 Februari 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Jumat pagi, yaitu hari kedua, seluruh wajah mereka berubah warna menjadi merah. Dan pada sore harinya mereka berkata, “Sudah dua hari berlalu dari waktu yang ditentukan.”
Pada pagi hari di hari ketiga (yaitu hari Sabtu), seluruh wajah mereka berubah warna menjadi hitam. Dan ketika di sore hari mereka berkata, “Sepertinya waktu yang ditentukan sudah tiba saatnya.”
Keesokan harinya, subuh dinihari di hari Ahad, mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi azab yang dijanjikan, mereka memolesi tubuh mereka dengan berbagai wewangian, lalu mereka duduk dan menunggu dengan membayangkan kira-kira azab apa yang akan dijatuhkan kepada mereka, mereka tidak tahu jenisnya dan mereka juga tidak tahu dari mana azab itu akan datang.
Ketika matahari telah terbit, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras yang memekakkan telinga dari arah atas mereka hingga memecahkan jantung mereka, dan dari bawah mereka bumi terguncang dengan sangat keras, maka tidak lama kemudian nyawa-nyawa pun melayang, jasad-jasad bertebaran, tidak ada lagi gerakan, tidak ada lagi suara, dan semua ancaman Allah telah terbukti kebenarannya.
“Dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka,” jasad-jasad yang sudah tidak bergerak dan tidak bernyawa lagi bergelimpangan di sekitar rumah mereka.
Dikatakan, bahwa tidak ada yang tersisa dari mereka kecuali satu orang saja, yaitu seorang wanita yang bernama Kalbah binti As-Salq. Ia kerap dipanggil dengan sebutan Dzari'ah, dan ia adalah seorang wanita yang betul-betul kafir dan sangat memusuhi Nabi Shaleh.
Ketika azab mulai terlihat, ia segera angkat kaki dari rumahnya dan berlari sekencang mungkin, lalu setelah jauh berlari sampailah di sebuah daerah pemukiman dan langsung menceritakan tentang apa yang dilihatnya dan apa yang terjadi dengan kaumnya.
Setelah itu ia meminta segelas air untuk membasahi kerongkongannya yang kering, namun setelah air itu diminum olehnya ia langsung meninggal seketika itu juga.
Allah berfirman, “Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu.” ( QS Hud : 68), yakni, seakan-akan mereka tidak tinggal di sana dalam keadaan senang, banyak harta, dan makmur sejahtera. “Ingatlah, kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Tsamud.” (QS Hud: 68). Itulah kekuasaan Allah yang ditunjukkan kepada umat manusia.
Baca juga: Kisah Dahsyat Kaum Tsamud yang Tidak Disinggung di Taurat
Pada pagi hari di hari ketiga (yaitu hari Sabtu), seluruh wajah mereka berubah warna menjadi hitam. Dan ketika di sore hari mereka berkata, “Sepertinya waktu yang ditentukan sudah tiba saatnya.”
Keesokan harinya, subuh dinihari di hari Ahad, mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi azab yang dijanjikan, mereka memolesi tubuh mereka dengan berbagai wewangian, lalu mereka duduk dan menunggu dengan membayangkan kira-kira azab apa yang akan dijatuhkan kepada mereka, mereka tidak tahu jenisnya dan mereka juga tidak tahu dari mana azab itu akan datang.
Ketika matahari telah terbit, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras yang memekakkan telinga dari arah atas mereka hingga memecahkan jantung mereka, dan dari bawah mereka bumi terguncang dengan sangat keras, maka tidak lama kemudian nyawa-nyawa pun melayang, jasad-jasad bertebaran, tidak ada lagi gerakan, tidak ada lagi suara, dan semua ancaman Allah telah terbukti kebenarannya.
“Dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka,” jasad-jasad yang sudah tidak bergerak dan tidak bernyawa lagi bergelimpangan di sekitar rumah mereka.
Dikatakan, bahwa tidak ada yang tersisa dari mereka kecuali satu orang saja, yaitu seorang wanita yang bernama Kalbah binti As-Salq. Ia kerap dipanggil dengan sebutan Dzari'ah, dan ia adalah seorang wanita yang betul-betul kafir dan sangat memusuhi Nabi Shaleh.
Ketika azab mulai terlihat, ia segera angkat kaki dari rumahnya dan berlari sekencang mungkin, lalu setelah jauh berlari sampailah di sebuah daerah pemukiman dan langsung menceritakan tentang apa yang dilihatnya dan apa yang terjadi dengan kaumnya.
Setelah itu ia meminta segelas air untuk membasahi kerongkongannya yang kering, namun setelah air itu diminum olehnya ia langsung meninggal seketika itu juga.
Allah berfirman, “Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu.” ( QS Hud : 68), yakni, seakan-akan mereka tidak tinggal di sana dalam keadaan senang, banyak harta, dan makmur sejahtera. “Ingatlah, kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Tsamud.” (QS Hud: 68). Itulah kekuasaan Allah yang ditunjukkan kepada umat manusia.
Baca juga: Kisah Dahsyat Kaum Tsamud yang Tidak Disinggung di Taurat
(mhy)
Lihat Juga :