3 Balasan Amal Shaleh di Dunia, Nomor 3 Terbebas dari Kesusahan
Kamis, 17 Februari 2022 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." (QS. An-Nisa’: 9)
Ayat di atas ditafsirkan dengan ayat di dalam surat al-Kahfi tentang perbuatan nabi Khidir yang menegakkan dinding rumah dua orang anak yang tinggal di dalam suatu negeri. Allah Ta'ala berfirman:
وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ …
"Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu…" (QS. Al-Kahfi: 82)
Baca juga: 5 Tempat Mustajab untuk Berdoa agar Keinginan Tercapai
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan, ayat di atas menerangkan bahwa anak itu akan dijaga oleh Allah subhanahu wata’ala karena amal saleh orang tuanya.
Wahb bin Munabbih mengatakan, sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala akan menjaga orang saleh melalui tangan-tangan manusia lainnya.
Muhammad bin Al-Munkadir mengatakan, sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala menjaga hamba yang beriman, baik anaknya, cucunya, dan semua keturunannya.
3. Terbebas dari kesusahan dan terpenuhi segala permintaan
Seandainya kita sedang dirundung kesusahan dan tertimpa ketakutan, maka bersegeralah untuk melakukan amal shaleh, niscaya akan mendapatkan penguatan dan pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana Allah subhanahu wata’ala menceritakan tentang bagaimana para nabi-Nya yang tertimpa kekusahan, ketakutan, musibah.
Allah subhanahu wata’ala menyebutkan di mana para nabi tersebut bersegera untuk mengerjakan amal shaleh sehingga pertolongan Allah subhanahu wata’ala diturunkan kepada mereka.
Allah berfirman:
نَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ…
"Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. (QS. Al-Anbiya’: 90)
Lihat Juga :