Kisah Bijak Para Sufi: Kandil Besi

Selasa, 16 Juni 2020 - 10:19 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Warisan

"Sekarang," kata darwis itu, "kau yang tak tahu berterima kasih! Akan kutunjukkan padamu untuk apa kandil ini." Ia mengambil tongkat dan memukul kandil itu. Dari setiap cabangnya muncul harta berlimpah ruah, jauh melebihi yang dilihat anak muda itu di gua. Sang darwis pun memberikan emas, perak, dan permata kepada orang-orang berjasa, dan lihatlah, kandil itu sudah seperti semula, siap digunakan lagi.

"Enyahlah dari hadapanku," kata darwis itu, "sebab kau tak bisa dipercaya untuk melakukan tugasmu dengan benar, dan sebab kau sudah mengkhianati kepercayaanku. Tetapi, sebagai balasan karena mengembalikan kandilku, bawalah bersamamu seekor unta dan sekantong emas."

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Kisah Api

Abdullah bermalam di istana itu, dan paginya ia berhasil menaruh kandil itu di pelana unta. Segera setelah ia tiba di rumah, ia menyalakan lilin, dan dipukulnya kandil itu dengan tongkat.

Tetapi, ia tidak sepenuhnya memperhatikan cara memukul kandil itu; alih-alih memegang tongkat dengan tangan kanan, ia pakai tangan kiri. Kedua belas darwis tadi serta-merta muncul, merebut emas dan permata pemberian darwis agung, memelanai unta, merampas kandil, dan lenyap. Tinggallah Abdullah dalam keadaan lebih melarat dari pada sebelumnya, sebab ia kini dibebani oleh ingatan akan tindakannya yang bodoh dan tamak, serta betapa ia nyaris menjadi kaya.

Namun, tak ada lagi kesempatan lain baginya, dan pikirannya tak pernah lagi bisa tenteram.

===

Kisah ini disampaikan di sebuah madrasah Sufi, sebagai suatu 'latihan-pengembangan' bagi para murid yang dianggap terlalu berpikir harafiah. Cerita ini mengacu dalam bentuk tersamar pada latihan-latihan tertentu bagi para darwis, dan hendak menunjukkan bahwa kerugian atau kesia-siaan mungkin saja menimpa mereka yang melakukan cara mistik tanpa sebelumnya bisa mengatasi kecenderungan-kecenderungan pribadi tertentu.

Dinukil dari Idries Shah "Tales of The Dervishes" diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Kisah Pasir )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Ilmuwan PBB Pastikan...
Ilmuwan PBB Pastikan Tak Ada Negara yang Aman dari Dampak Perubahan Iklim
Laporan Baru PBB: Dunia...
Laporan Baru PBB: Dunia Berada dalam Kondisi Kebangkrutan Air Global
4 Perbedaan El Nino...
4 Perbedaan El Nino dan La Nina, dari Arti sampai Dampaknya
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved