Pedagang Acar Gurih Meraup Berkah Selama Ramadhan di Palestina
Kamis, 07 April 2022 - 12:01 WIB
loading...
Pedagang acar mengalami peningkatan penjualan saat bulan Ramadhan di Palestina. Foto/arab news
A
A
A
JALUR GAZA - Di persimpangan jalan di pasar, sejumlah pedagang telah mendirikan kios yang menawarkan acar berwarna-warni cerah, yang dikenal sebagai turshi, di Palestina.
Turshi diketahui berasal dari era Fatimiyah. Ini adalah lauk penting dan banyak diinginkan saat buka puasa selama Ramadhan di Palestina.
“Sejak saya masih kecil, saya telah melihat ayah saya membeli acar selama Ramadhan khususnya, dan ibu saya meminta saya untuk membeli beberapa acar itu untuk ditaruh di meja buka puasa ketika saya kembali ke rumah,” ungkap Mahmoud Ghoneim (23) yang membeli setengah kilo acar mentimun, paprika, dan terong dari seorang pedagang.
Baca juga: Makan Sahur Memiliki Keberkahan Dunia dan Akhirat
Ghoneim paling suka acar mentimun, yang biasa disiapkan ibunya setiap tahun di rumah. “Tetapi musim acar mentimun datang terlambat, dan ibu saya tidak bisa menyiapkannya terlebih dahulu sebelum Ramadhan,” tutur dia.
Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Umat Islam Buka Puasa dan Tarawih di Times Square New York
Biasanya, beberapa ibu rumah tangga menyiapkan acar di rumah sepanjang tahun dengan sayuran musiman; beberapa hanya menyiapkan dan menyimpannya untuk Ramadhan.
Nisreen Lubbad (50) mengatakan dia tidak membeli acar dari toko, tetapi membuatnya di rumah sepanjang tahun.
“Saya dan keluarga saya lebih suka produk yang dapat disiapkan di rumah karena saya dapat mengontrol bagaimana mereka disiapkan . . . tingkat keasinannya, berbeda dengan yang ada di pasaran,” ujar dia.
Pembuatan acar tidak terbatas di rumah, tetapi perdagangannya berkembang pesat selama bulan Ramadhan bagi pemilik usaha di bidang ini.
Turshi diketahui berasal dari era Fatimiyah. Ini adalah lauk penting dan banyak diinginkan saat buka puasa selama Ramadhan di Palestina.
“Sejak saya masih kecil, saya telah melihat ayah saya membeli acar selama Ramadhan khususnya, dan ibu saya meminta saya untuk membeli beberapa acar itu untuk ditaruh di meja buka puasa ketika saya kembali ke rumah,” ungkap Mahmoud Ghoneim (23) yang membeli setengah kilo acar mentimun, paprika, dan terong dari seorang pedagang.
Baca juga: Makan Sahur Memiliki Keberkahan Dunia dan Akhirat
Ghoneim paling suka acar mentimun, yang biasa disiapkan ibunya setiap tahun di rumah. “Tetapi musim acar mentimun datang terlambat, dan ibu saya tidak bisa menyiapkannya terlebih dahulu sebelum Ramadhan,” tutur dia.
Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Umat Islam Buka Puasa dan Tarawih di Times Square New York
Biasanya, beberapa ibu rumah tangga menyiapkan acar di rumah sepanjang tahun dengan sayuran musiman; beberapa hanya menyiapkan dan menyimpannya untuk Ramadhan.
Nisreen Lubbad (50) mengatakan dia tidak membeli acar dari toko, tetapi membuatnya di rumah sepanjang tahun.
“Saya dan keluarga saya lebih suka produk yang dapat disiapkan di rumah karena saya dapat mengontrol bagaimana mereka disiapkan . . . tingkat keasinannya, berbeda dengan yang ada di pasaran,” ujar dia.
Pembuatan acar tidak terbatas di rumah, tetapi perdagangannya berkembang pesat selama bulan Ramadhan bagi pemilik usaha di bidang ini.
Lihat Juga :