Kisah Amir bin Abdillah: Diusir Khalifah Utsman dari Bashrah karena Tidak Menikah
Rabu, 13 April 2022 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Lalu Amir menoleh lagi kepada laki-laki yang memegang leher dzimmi tersebut: “Lepaskan dia!”
Ia menjawab: “Aku tidak akan melepaskannya.”
Baca juga: Kisah Sahabat Tuhan, Pemabuk, dan Cinta Buta
Maka tidak ada pilihan bagi Amir selain menyelamatkan orang dzimmi tersebut sembari berkata: “Demi Allah, tidak boleh perjanjian orang dzimmi (untuk dilindungi) dengan Nabi Muhammad dibatalkan selagi saya masih hidup.”
Kemudian berkumpullah manusia dan turut membantu Amir mengalahkan polisi itu dan akhirnya selamatlah orang dzimmi tersebut. Sebagai pelampiasannya teman-teman petugas polisi tersebut menuduh Amir sebagai orang yang tidak taat pemerintah dan keluar dan ahlus sunnah wal jama’ah.
Mereka berkata: “Dia tidak mau menikah dengan wanita, tidak mau makan daging hewan dan susunya. Tidak mau menghadiri pertemuan yang diadakan pemerintah..” Dan mereka mengadukan persoalan tersebut kepada amirul mukminin Utsman bin Affan.
Khalifah memerintahkan wali Bashrah untuk memanggil Amir bin Abdillah dan meminta keterangan kepadanya perihal tuduhan yang ditujukan atasnya, lalu hasilnya agar dilaporkan kepada khalifah. Maka wali Bashrah memanggil Amir dan berkata: "Sesungguhnya amirul mukminin telah menyuruhku bertanya kepadamu perihal perkara-perkara yang dituduhkan kepada Anda.”
Amir menjawab: “Silakan Anda bertanya sesuai dengan yang diinginkan amirul mukminin.”
Lalu wali Bashrah bertanya: "Mengapa Anda menjauhi sunnah Rasulullah dan tidak mau menikah?”
Baca juga: Kisah Sahabat Abdullah Bin Salam Calon Penduduk Surga
Beliau menjawab: “Aku tidak menikah bukan karena ingin menyimpang dan sunnah Rasulullah karena aku tahu bahwa tidak ada kerahiban (hidup membujang untuk beribadah) dalam Islam. Namun aku hanya memiliki satu jiwa saja, maka aku jadikan ia untuk Allah dan aku hawatir jika istriku kelak akan niengalahkan hal itu.”
Wali berkata: “Lalu mengapa Anda tidak mau makan daging?”
Beliau menjawab: “Aku bersedia memakannya bila aku berselera dan aku mendapatkannya. Namun apabila aku tidak berselera atau aku berselera namun tidak mendapatkannya maka aku tidak memakannya.”
Beliau ditanya lagi: “Mengapa Anda tidak mau makan keju?”
Beliau menjawab: “Sesungguhnya di daerah saya banyak tinggal orang-orang Majusi yang membuat keju, mereka adalah suatu kaum yang tidak membedakan antara bangkai dengan hewan yang disembelih, sehingga saya khawatir jika minyak yang merupakan satu bagian dari bahan pembuat keju berasal dari hewan yang tidak disembelih. Jika telah ada dua orang muslim yang melihat bahwa keju tersebut dibuat dari minyak hewan yang disembelih, tentulah aku akan memakannya.”
Ia menjawab: “Aku tidak akan melepaskannya.”
Baca juga: Kisah Sahabat Tuhan, Pemabuk, dan Cinta Buta
Maka tidak ada pilihan bagi Amir selain menyelamatkan orang dzimmi tersebut sembari berkata: “Demi Allah, tidak boleh perjanjian orang dzimmi (untuk dilindungi) dengan Nabi Muhammad dibatalkan selagi saya masih hidup.”
Kemudian berkumpullah manusia dan turut membantu Amir mengalahkan polisi itu dan akhirnya selamatlah orang dzimmi tersebut. Sebagai pelampiasannya teman-teman petugas polisi tersebut menuduh Amir sebagai orang yang tidak taat pemerintah dan keluar dan ahlus sunnah wal jama’ah.
Mereka berkata: “Dia tidak mau menikah dengan wanita, tidak mau makan daging hewan dan susunya. Tidak mau menghadiri pertemuan yang diadakan pemerintah..” Dan mereka mengadukan persoalan tersebut kepada amirul mukminin Utsman bin Affan.
Khalifah memerintahkan wali Bashrah untuk memanggil Amir bin Abdillah dan meminta keterangan kepadanya perihal tuduhan yang ditujukan atasnya, lalu hasilnya agar dilaporkan kepada khalifah. Maka wali Bashrah memanggil Amir dan berkata: "Sesungguhnya amirul mukminin telah menyuruhku bertanya kepadamu perihal perkara-perkara yang dituduhkan kepada Anda.”
Amir menjawab: “Silakan Anda bertanya sesuai dengan yang diinginkan amirul mukminin.”
Lalu wali Bashrah bertanya: "Mengapa Anda menjauhi sunnah Rasulullah dan tidak mau menikah?”
Baca juga: Kisah Sahabat Abdullah Bin Salam Calon Penduduk Surga
Beliau menjawab: “Aku tidak menikah bukan karena ingin menyimpang dan sunnah Rasulullah karena aku tahu bahwa tidak ada kerahiban (hidup membujang untuk beribadah) dalam Islam. Namun aku hanya memiliki satu jiwa saja, maka aku jadikan ia untuk Allah dan aku hawatir jika istriku kelak akan niengalahkan hal itu.”
Wali berkata: “Lalu mengapa Anda tidak mau makan daging?”
Beliau menjawab: “Aku bersedia memakannya bila aku berselera dan aku mendapatkannya. Namun apabila aku tidak berselera atau aku berselera namun tidak mendapatkannya maka aku tidak memakannya.”
Beliau ditanya lagi: “Mengapa Anda tidak mau makan keju?”
Beliau menjawab: “Sesungguhnya di daerah saya banyak tinggal orang-orang Majusi yang membuat keju, mereka adalah suatu kaum yang tidak membedakan antara bangkai dengan hewan yang disembelih, sehingga saya khawatir jika minyak yang merupakan satu bagian dari bahan pembuat keju berasal dari hewan yang tidak disembelih. Jika telah ada dua orang muslim yang melihat bahwa keju tersebut dibuat dari minyak hewan yang disembelih, tentulah aku akan memakannya.”
Lihat Juga :