Sejarah dan Asal-usul Diperintahkannya Makan Sahur
Kamis, 21 April 2022 - 03:15 WIB
loading...
A
A
A
Apa yang menimpa Qais sampai ke telinga Rasulullah SAW. Baginda Rasul bermenung, kemudian Allah Ta'ala menurunkan wahyu, Surat Al-Baqarah Ayat 187:
"...Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam..." (QS Al-Baqarah Ayat 187)
Nabi Muhammad kemudian menyampaikan firman Allah tersebut kepada para sahabat. Beliau kemudian bersabda:
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Artinya: "Perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah makan sahur." (HR Muslim No 1096 dari 'Amr bin 'Ash)
Mendapat kabar baik yang disampaikan Nabi, para sahabat merasa lega dan gembira. Di masing-masing benaknya yakin, anjuran santap sahur itu makin menjelaskan bahwa Islam adalah sebenar-benarnya agama keselamatan.
Referensi:
- Hadis yang diriwayatkan al-Barra ibn Azib dalam Al-Jami Al-Musnad as-Sahih Al-Mukhtasar min Umur Rasulilah wa Sunanihi wa Ayyamihi
- Shahih Al-Bukhari No 1915
- Kitab Fathul Baari.
Baca Juga: 5 Manfaat Mengakhirkan Sahur di Bulan Ramadhan
وَكُلُوۡا وَاشۡرَبُوۡا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَـكُمُ الۡخَـيۡطُ الۡاَبۡيَضُ مِنَ الۡخَـيۡطِ الۡاَسۡوَدِ مِنَ الۡفَجۡرِؕ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيۡلِ
"...Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam..." (QS Al-Baqarah Ayat 187)
Nabi Muhammad kemudian menyampaikan firman Allah tersebut kepada para sahabat. Beliau kemudian bersabda:
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Artinya: "Perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah makan sahur." (HR Muslim No 1096 dari 'Amr bin 'Ash)
Mendapat kabar baik yang disampaikan Nabi, para sahabat merasa lega dan gembira. Di masing-masing benaknya yakin, anjuran santap sahur itu makin menjelaskan bahwa Islam adalah sebenar-benarnya agama keselamatan.
Referensi:
- Hadis yang diriwayatkan al-Barra ibn Azib dalam Al-Jami Al-Musnad as-Sahih Al-Mukhtasar min Umur Rasulilah wa Sunanihi wa Ayyamihi
- Shahih Al-Bukhari No 1915
- Kitab Fathul Baari.
Baca Juga: 5 Manfaat Mengakhirkan Sahur di Bulan Ramadhan
(rhs)
Lihat Juga :