2 Rukun Puasa yang Wajib Diketahui Umat Islam

Sabtu, 25 April 2020 - 03:30 WIB
loading...
2 Rukun Puasa yang Wajib...
Kaum muslimin diwajibkan mempelajari ilmu fiqih Ramadhan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Foto/Dok SINDOnews
A A A
Di antara ilmu Fiqih yang tidak kalah penting untuk dipelajari adalah rukun puasa. Setiap muslim wajib mengetahui apa saja rukun puasa sebelum mengamalkannya.

Menurut Ustaz Muhammad Ajib (pengajar Rumah Fiqih Indonesia) dalam bukunya "Fiqih Puasa dalam Mazhab Syafi'i", parameter sah atau tidaknya puasa tergantung pada rukun puasa. dalam bukunya, Ustaz Ajib menukil penjelasan dari Kitab Al-Fiqhu Al-Manhaji Ala Madzhabi Al-Imam Syafi'i karya Dr Musthafa Al-Khin dan Dr Musthafa Al-Bugha. Disebutkan bahwa rukun puasa ada 2 yaitu:

1. Niat Puasa.
Ibadah puasa tidak akan sah jika tidak didahului dengan niat. Sebab dalam hadis sahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Jika yang kita lakukan adalah puasa wajib maka harus berniat pada malam hari. Waktunya boleh berniat ketika sudah masuk waktu maghrib sampai sebelum terbit fajar.

Adapun untuk puasa sunnah maka dibolehkan berniat puasa pada siang hari. Tidak disyaratkan harus niat pada malam hari. Seandainya pada siang hari ini kita belum makan minum sejak Subuh tadi kemudian kita tahu bahwa hari ini bulan Sya'ban lalu kita berniat puasa Sya'ban maka hal ini diperbolehkan dan sah puasanya.

Sedangkan niat puasa Ramadhan harus dihadirkan tiap malam. Maksudnya setiap malam harus berniat lagi. Niat harus diperbaharui setiap malam Ramadhan. Tidak boleh berniat pada malam pertama saja kemudian di hari berikutnya tidak niat lagi. Dalam Mazhab Syafi'i dibolehkan bahkan disunnahkan melafazkan niat puasa. Namun niat yang wajib adalah niat dalam hati.

Terkait tata cara niat yang sempurna, Imam Nawawi dalam Kitab Raudhatut Thalibin menyebutkan sebagai berikut: "Niat yang sempurna pada bulan Ramadhan yaitu berniat puasa esok hari untuk melaksanakan fardhu ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala.

2. Imsak (Menahan).
Imsak maksudnya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit Fajar (azan Subuh) hingga terbenamnya matahari (azan Maghrib). Dalil yang melandasi ini adalah firman Allah: "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu Fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam." (QS. Al-Baqarah: ayat 187)

Hadis lain menyebutkan: "Fajar itu ada dua macam yaitu Fajar yang diharamkan makan dan diperbolehkan melakukan salat (Subuh) dan fajar yang diharamkan melakukan salat (Shubuh) dan diperbolehkan makan." (HR Ibnu Khuzaimah dan Hakim).

Bagaimana Jika Sedang Sahur Lalu Terdengar Adzan Subuh?
Menurut ulama mazhab Syafi'i bahkan mayoritas ulama 4 mazhab dan juga fatwa dari Syeikh Bin Baaz dan Syeikh Al-Utsaimin tidak boleh ditelan makanan yang ada di mulut ketika mendengar adzan Shubuh. Apabila sampai ditelan padahal sudah terdengar Adzan Shubuh maka puasanya batal. Dia wajib qadha puasa Ramadhan. Oleh sebab itu, di Indonesia ada waktu peringatan imsak 10 menit sebelum Adzan shubuh. Walaupun sebenarnya masih boleh makan dan minum ketika ada yang bilang "waktu imsak sudah tiba".

Hal ini dilakukan agar kita berhati-hati ketika sahur. Jangan sampai waktu adzan Shubuh sudah tiba sedang kita lagi asik makan sahur. Bahkan bisa dikatakan bahwa waktu imsak di indonesia itu sudah sesuai sunnah Nabi SAW. Sebab sahurnya Nabi SAW itu selesai sebelum datang adzan shubuh kira kira lamanya seperti membaca ayat Al-Qur'an 50 ayat.

Dari sahabat Zaid bin Tsabit dia berkata: "Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW kemudian
shalat shubuh. Aku bertanya: berapa lama jeda antara sahur Nabi dengan adzan salat Subuh? Seperti membaca 50 ayat Al-Qur'an." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun hadis sahih di bawah ini maksudnya adalah adzan pertamanya Bilal RA pada malam hari, bukan adzannya Ibnu Ummi Maktum pada saat adzan Subuh. "Jika salah seorang di antara kalian mendengar azan sedangkan wadah makanan masih ada di tangannya, maka janganlah dia meletakkan wadahnya tersebut hingga dia menunaikan hajatnya hingga selesai." (HR. Abu Daud)
(Baca Juga: Syarat-syarat yang Mewajibkan Seseorang Puasa Ramadhan)

Wallahu A'lam Bish Showab
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Siapakah Mumayyiz? Sah...
Siapakah Mumayyiz? Sah Atau Tidak Puasa Mereka? Simak Penjelasannya di Sini!
Apa Tujuan dari Puasa...
Apa Tujuan dari Puasa Ramadan? Begini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Inilah Orang-orang yang...
Inilah Orang-orang yang Mendapat Rukhsah Tidak Puasa di Bulan Ramadan
Puasa Itu, Rahasia antara...
Puasa Itu, Rahasia antara Kita dan Allah SWT Saja!
Rukun dan Syarat Wajib...
Rukun dan Syarat Wajib Puasa Ramadan yang Wajib Diketahui Umat Muslim
8 Tips agar Sukses Menjalani...
8 Tips agar Sukses Menjalani Puasa Ramadan, Kaum Muslimah Wajib Tahu
Rekomendasi
Lebih Dulu Zigot atau...
Lebih Dulu Zigot atau Embrio? Perspektif Al-Quran dan Sains Modern
Ilmuwan Menemukan Dunia...
Ilmuwan Menemukan 'Dunia Sponge Bob' Jauh di Bawah Es Antartika
UNESCO Sebut 3 Kota...
UNESCO Sebut 3 Kota Besar Ini Terancam Digulung Tsunami dalam Waktu Dekat
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Umat Terdahulu Sudah...
Umat Terdahulu Sudah Menjalankan Puasa Sebelum Islam Datang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved