Ku Menangis

Kamis, 28 April 2022 - 15:22 WIB
loading...
Ku Menangis
Ku Menangis
A A A
Ali Masykur Musa
Ketua Umum ISNU, Pengasuh Pesantren Pasulukan Al-Masykuriyyah, Condet-Jaktim.

Ramadan 1443 H sebentar lagi akan meninggalkan kita. Haru biru berkecamuk di hati orang-orang beriman, karena sebentar lagi akan ditinggalkan kekasihnya yang dicintai itu, namanya Ramadan. Tidak ada musibah yang lebih besar kecuali habisnya bulan Ramadan. Ketika itu langit dan bumi menangis. Seharusnya kitalah yang lebih berhak menangis karena habisnya anugerah dan kemuliaan ini, di tengah-tengah kita masih ingin bermunajat dan ber-mujalasah di hadapan Allah di bulan Suci ini.

Hadits yang diriwayat dari Jabir RA dari Rasulullah SAW bersabda : “Ketika datang akhir malam bulan Ramadan, langit dan bumi, para malaikat menangis karena merupakan musibah bagi umat Nabi Muhammad SAW. Dikatakan : Wahai Rasulullah, musibah yang mana? Rasulullah menjawab: lenyaplah bulan Ramadan karena sesungguhnya doa-doa di bulan Ramadan dikabulkan, dan sedekah diterima, kebaikan dilipat gandakan, dan adzab ditolak".

Sifat pemurah Allah inilah yang harus terus kita mohonkan, agar kehidupan kita di dunia menuju akherat ini mendapat ridho dan rahmat-Nya. Hadits lain yang senada berbunyi : “Idza kaana akhiru lailatin min ramadhana bakatis samawatu wal ardhu wal malaaikatu mushibatan li ummati Sayyidinaa Muhammadin qiila ayyul mushibatin qaala Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wasallama, hiya dzahaabu ramadhana liannada’waati fiihi mustajabatun was shadaqatan maqbulatun.”

Bagi Rasulullah, Ramadan adalah bulan yang sangat dirindukan. Kita bisa membayangkan kekasih yang kita tunggu-tunggu, dalam sekejab sudah akan meninggalkan kita. Tentu kita akan sedih. Mendung yang menggelayut di alam raya ini pasti akan luruh hujan lebat, seperti air mata kita yang akan menjatuhi sajadah kita. Diceritakan oleh Siti Aisyah, begitu takut ditinggalkan kekasihnya, Ramadan, Rasulullah di akhir Ramadan meningkatkan untuk bercengkerama-munajat dengan Allah.

An ‘Aisyahta radhiya Allahhu ‘Anha zauji nabiyyi shallallahu ‘alaihi wasallama anna nabiya shallallahu ‘alaihi wasallama, kaana ya’kiful ‘asyara al-akhira min ramadhana khatta tawaffahul allahu”. ‘Aisyah RA bercerita bahwa: “Nabi SAW (selalu) beri’tikaf di sepuluh terakhir bulan Ramadhan sampai Allah SWT mewafatkan beliau” (HR Bukhori & Muslim). Padahal Rasulullah SAW yang sudah dijamin masuk surga dan amalan puasanya pasti diterima justru meningkatkan amalan ibdahnya.

Bahkan Rasulullah tak henti-hentinya berdoa di pengujung Ramadan. “Allahuma laa taj'alhu aakhiril'ahdi min shiyaminaa iyyaahu, fain ja'altahu faj'alnii marhuuman walaa taj'alnii mahruuman”. Artinya: Ya Allah, janganlah Engkau jadikan bulan Ramadan ini sebagai Bulan Ramadan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi.

Sebaiknya, kita yang masih banyak dosa dan kesalahan jangan surut di ujung Ramadan ini. Muhasabah atas kekurangan kita dan diteruskan dengan bermunajat kepada Allah dalam amalan Qiyamul Lail. Lantunkan Alquran dalam setiap kesempatan sebagai wujud kita ber-muhadatsah dengan Allah. Basahi lidah kita dengan dzikir bil qolbi setiap keluar masuknya nafas kita sebagai bentuk muraqabah kepada Allah. Rasulullah SAW menegaskan dalam sabdanya : “Seandainya umatku mengetahui tentang apa yang ada pada bulan Ramadan, niscaya mereka berharap sepanjang tahun itu semuanya Ramadan”.

Penyucian dan pembakaran dosa orang mukmin di Bulan Ramadan ini melahirkan predikat kembali kepada kesucian seperti saat kita dilahirkan, Idul Fitri. Sudah sepatutnya kita menjaga kesucian itu sepanjang hidup kita sampai berjumpa pada Ramadan depan. Langkah yang harus kita lakukan adalah tazkiyatun nafs, yaitu selalu membersihkan jiwa kita dari nafsu yang mengarah kepada kehancuran akhlak. Dan tasfiatul qolbi, yaitu membeningkan hati kita seperti membersihkan cermin setiap hari. Kaca mata hati hanya bisa bening dan bersih manakala kita senantiasa dzikrullah.
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ramadan, Waktu yang...
Ramadan, Waktu yang Tepat Mendulang Berbagai Pahala
Syafana Ramadhan Boarding...
Syafana Ramadhan Boarding Camp Bentuk Karakter Pemimpin Islam
Lintasarta Salurkan...
Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat di Berbagai Kota
Memasuki 10 Hari Terakhir...
Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan dan 10 Amalan Terbaiknya, Umat Muslim Wajib Tahu!
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2026 pada Jumat 20 Maret
Ramadan Penuh Cahaya...
Ramadan Penuh Cahaya dan Doa: Hafiz Indonesia 2026 Hadir dengan Kisah Anak-Anak Penghafal Al-Qur’an
Rekomendasi
Ini Penyebab Permukaan...
Ini Penyebab Permukaan Bulan Bopeng dan Punya 9.000 Kawah
Fenomena Alam St. Elmos...
Fenomena Alam St. Elmo's Fire Menyelimuti Pesawat Airbus di Udara
Fenomena Langka, Muncul...
Fenomena Langka, Muncul Quasar Merah yang Lebih Besar dari Matahari
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
Fenomena Si Janda Bolong,...
Fenomena Si Janda Bolong, Tanaman Hias dengan Harga Selangit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved