Menumbuhkan Semangat Saling Berbagi Menuju Jiwa yang Fitri

Senin, 02 Mei 2022 - 02:57 WIB
loading...
Menumbuhkan Semangat...
Wakil Sekretaris Komisi Dakwah MUI, KH Khariri Makmun menyatakan, 1 Syawal kembali fitrah dan menang melawan hawa nafsu, termasuk mengembalikan fitrah beragama. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Sedekah, infak dan zakat fitrah merupakan instrument dalam membentuk pribadi yang pandai untuk saling berbagi dan membangun empati terhadap penderitaan serta kesulitan yang lain. Berbagi dan peduli pada akhirnya menjadi terapi bagi virus kebencian.

Ramadhan tidak hanya mencetak pribadi yang berorientasi hidup damai, tetapi juga menciptakan ruang kondusif bagi tumbuhnya perdamaian.

Baca juga: Sejarah Idul Fitri dan Perayaannya

Wakil Direktur Eksekutif Internasional Conference of Islamic Scholar (ICIS), KH Khariri Makmun menyatakan bahwa makna puasa dan zakat fitrah dalam bulan suci Ramadhan sejatinya guna menumbuhkan rasa empati dan memfitrahkan diri untuk kembali menjadi manusia yang fitri.

“Salah satu diantara hikmah kenapa Allah mewajibkan puasa itu di antaranya adalah menumbuhkan rasa empati kepada orang lain, disempurnakan dengan zakatul fitri, memfitrahkan diri kita sendiri,” ujarnya, Minggu (1/5/2022).

Ia melanjutkan, dengan zakat fitrah sebagai bagian dari amalan di bulan suci, maka hendaknya juga dijadikan momentum bagi umat untuk me-resetatau mendesain ulang diri agar tunduk dengan kemauan sang Ilahi,yang bisa dikendalikan untuk kepentingan beribadah dan menjadi manusia yang fitri.

“Karena dengan menzakati atau memfitrahkan diri kita sendiri kemudian kita menata ulang, mereset ulang, mendesain kembali nafsu kita agar tunduk dengan kemauan illahi atau Allah,”terangnya.

Baca juga: Idul Fitri, Bukan Sekadar Kembali Makan

Wakil Sekretaris Komisi Dakwah Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menilai bahwa masyarakat perlu memahami hikmah berzakat dan berpuasa sebagai upaya menghilangkan sikap permusuhan, kebencian bahkan perbuatan radikal intoleran.

“Termasuk jika kita kaitkan dengan era sekarang, era dimana orang tidak bisa meninggalkan diri dari sosial media. Dimana didalamnya banyak terisi konten negatif yang memicu untuk kita meninggalkan ucapan serta perbuatan buruk di dalamnya,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Makna Idulfitri dalam...
Makna Idulfitri dalam Al Quran, Berkaitan dengan Kisah Adam dan Hawa
Hijrah Wujudkan Masyarakat...
Hijrah Wujudkan Masyarakat Madani dan Berbudi Pekerti Luhur
Apa Makna Ucapan Kembali...
Apa Makna Ucapan Kembali ke Fitrah?
Perhitungan Astronomi...
Perhitungan Astronomi Memperkirakan Puasa Dimulai 11 Maret, Lebaran 10 April
Islam Menganjurkan Umatnya...
Islam Menganjurkan Umatnya Percaya Diri, Ini Dalilnya!
Uniknya Idulfitri di...
Uniknya Idulfitri di Tarim Yaman, Nuansa Lebaran Hanya 1 Hari Saja
Rekomendasi
Gumpalan Putih Misterius...
Gumpalan Putih Misterius di Pantai Bikin Bingung Para Ilmuwan
Benua Australia Bergerak...
Benua Australia Bergerak Cepat, NOAA: Berpotensi Menabrak Indonesia
Laporan PBB Sebut Bencana...
Laporan PBB Sebut Bencana Krisis Air Hebat Sudah di Depan Mata
Artikel Terkini
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved