Kemuliaan Sejati Bagi Para Pemaaf

Rabu, 11 Mei 2022 - 12:24 WIB
loading...
Kemuliaan Sejati Bagi...
Sifat pemaaf adalah sifat mulia dan merupakan akhlak para Nabi, karena itu umat muslim harus menjadi pribadi pemaaf. Foto ilustrasi/ist
A A A
Di antara akhlak mulia kekasih Allah adalah, kala mereka bermuamalah dengan sesama manusia, mereka ridha dengan apa yang mereka terima. Tidak akan merampas hak-hak orang lain. Lapang dada atas keburukan yang orang lain perbuat, dan mudah melupakannya.

Allah Ta'ala berfirman :

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِيْنَ


“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’rāf: 199)

Apa maksud dari “Jadilah pemaaf ”? Mujahid berkata: “Jadilah pemaaf atas perbuatan dan kesalahan mereka tanpa mengusut-usutnya kembali”. (Tafsir al-Qur’an al-Azhim, Ibnu Katsir, 3/480)

Baca juga: Perintah Memaafkan Kesalahan Sesama dalam Al-Qur'an

Inilah akhlak mulia yang sebenarnya. Karena kemuliaan yang sejati, adalah kemuliaan dalam hati, mulia akhlaknya, mulia di sisi Rabbnya.

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ قَالَ كُلُّ مَخْمُومِ الْقَلْبِ صَدُوقِ اللِّسَانِ قَالُوا صَدُوقُ اللِّسَانِ نَعْرِفُهُ فَمَا مَخْمُومُ الْقَلْبِ قَالَ هُوَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ لَا إِثْمَ فِيهِ وَلَا بَغْيَ وَلَا غِلَّ وَلَا حَسَدَ


“Ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Manusia bagaimanakah yang paling mulia?’

Beliau menjawab, ‘Semua (orang) yang hatinya bersedih dan lisan (ucapannya) benar.’ Para sahabat berkata, ‘Perkataannya yang benar telah kami ketahui, lantas apakah maksud dari hati yang bersedih?’

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Hati yang bertakwa dan bersih, tidak ada kedurhakaan dan kelaliman padanya, serta kedengkian dan hasad.’” (HR. Ibnu Majah No. 4206)

Inilah hati yang mulia. Hati dan jiwa yang hanya dimiliki oleh orang-orang bertakwa. Rasulullah menjawab, manusia yang paling mulia ialah mereka yang tidak berdusta. Di samping itu, manusia yang paling mulia ialah mereka yang memiliki ketakwaan dan kebersihan hati. Hati yang tiada kedurhakaan, tiada kelaliman, serta tiada kedengkian dan hasad kepada sesama.

Meneladani Sifat dari Para Nabi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Memaafkan Sama dengan...
Memaafkan Sama dengan Bersedekah, Begini Penjelasannya
Memaafkan sebagai Jalan...
Memaafkan sebagai Jalan Hidup Seorang Muslim
20 Sebab Mengapa Harus...
20 Sebab Mengapa Harus Memaafkan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Perintah Memaafkan dalam...
Perintah Memaafkan dalam Al Quran, Simak di Sini!
Memaafkan, Sikap Terpuji...
Memaafkan, Sikap Terpuji yang Memiliki Banyak Keutamaan
Belajar Menjadi Pemaaf,...
Belajar Menjadi Pemaaf, Sifat dan Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW
Rekomendasi
Terletak di Indonesia,...
Terletak di Indonesia, Patahan Banda Bisa Picu Bencana Melebihi Gempa Turki
DNA Pertama Manusia...
DNA Pertama Manusia Purba dengan Kromosom X Ditemukan
Menembus Langit Asia,...
Menembus Langit Asia, Dwidayatour Jadi Saksi Pertama Aurora yang Memesona
Artikel Terkini
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Cemas karena Ekonomi...
Cemas karena Ekonomi Terpuruk? Baca Doa Ini Bakda Ashar Hari Jumat, InsyaAllah Mustajab!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Infografis
Empat Penemuan Besar...
Empat Penemuan Besar yang Disesali oleh Para Penemunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved