Ketaatan Kepada Allah Ta'ala, Istri Nabi Zakariya Sembuh dari Kemandulan
Senin, 22 Juni 2020 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
Nabi Zakariya memang keluar menemui mereka tiap pagi dan petang. Ketika tiba waktu kehamilan istrinya, ia masih dalam keadaan tidak bisa bicara. Dia keluar memberi isyarat tentang berita kehamilan istrinya dan memerintahkan mereka untuk salat.
Saat usia kehamilan istri Zakariya telah genap sembilan bulan 10 hari, Isya akhirnya melahirkan bayi Yahya. Ketika Yahya berusia tiga tahun, AllahTa'ala memberikan kebijaksanaan kepadanya. Dia bisa membaca Taurat , padahal dia masih kecil.
Dalam Tarikh Ibnul Wardi, seperti dituliskan oleh Abu Malik Muhammad bin Hamid dalam bukunya 150 Perempuan Shalihah: Teladan Muslimah Sepanjang Masa, Isya' melahirkan Yahya hanya enam bulan setelah Maryam melahirkan Isa Alaihissalam. Yahya dilahirkan pada tahun ke-304 sejak ditaklukkannya Alexander. Ia datang ke muka bumi 5.548 tahun setelah turun Nabi Adam Alaihissalam ke dunia.
Yahya ditakdirkan oleh Allah Ta'ala menjadi lelaki yang memiliki akhlak dan sifat terpuji. Ia lahir ketika Nabi Zakariya berusia 120 tahun dan Isya' berumur 98 tahun.
Kisah ini diabadikan dalam Alquran dengan doa, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling baik." (QS al-Anbiya: 89).
Allah pun menjawab doa-doa Nabi Zakariya AS dengan lahirnya Yahya. Allah berfirman, "Maka, Kami memperkenankan doanya dan kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk." (QS al-Anbiya: 90)
Ibu Nabi Mulia
Kelahiran Nabi Yahya Alaihissalam adalah mukjizat karena lahir dari ibu dan bapaknya yang berusia lanjut, yang secara logika manusia tidak mungkin memiliki harapan mendapat keturunan. Yahya lahir setelah doa suci kedua orangtuanya.
Di antara karomah tambahan yang diberikan Allah Ta'ala kepada Isya' binti Imran, ibu Nabi Yahya ini bahwa Allah menyifati anaknya yakni Nabi Yahya dengan sifat-sifat yang agung dan menjadikannya mempunyai hanan. Hanan adalah cinta, lembut dan sayang. (Baca juga : Inilah 'Mandi Wajib' yang Harus Dilakukan Muslimah )
Allah Ta'ala berfirman :
Saat usia kehamilan istri Zakariya telah genap sembilan bulan 10 hari, Isya akhirnya melahirkan bayi Yahya. Ketika Yahya berusia tiga tahun, AllahTa'ala memberikan kebijaksanaan kepadanya. Dia bisa membaca Taurat , padahal dia masih kecil.
Dalam Tarikh Ibnul Wardi, seperti dituliskan oleh Abu Malik Muhammad bin Hamid dalam bukunya 150 Perempuan Shalihah: Teladan Muslimah Sepanjang Masa, Isya' melahirkan Yahya hanya enam bulan setelah Maryam melahirkan Isa Alaihissalam. Yahya dilahirkan pada tahun ke-304 sejak ditaklukkannya Alexander. Ia datang ke muka bumi 5.548 tahun setelah turun Nabi Adam Alaihissalam ke dunia.
Yahya ditakdirkan oleh Allah Ta'ala menjadi lelaki yang memiliki akhlak dan sifat terpuji. Ia lahir ketika Nabi Zakariya berusia 120 tahun dan Isya' berumur 98 tahun.
Kisah ini diabadikan dalam Alquran dengan doa, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling baik." (QS al-Anbiya: 89).
Allah pun menjawab doa-doa Nabi Zakariya AS dengan lahirnya Yahya. Allah berfirman, "Maka, Kami memperkenankan doanya dan kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk." (QS al-Anbiya: 90)
Ibu Nabi Mulia
Kelahiran Nabi Yahya Alaihissalam adalah mukjizat karena lahir dari ibu dan bapaknya yang berusia lanjut, yang secara logika manusia tidak mungkin memiliki harapan mendapat keturunan. Yahya lahir setelah doa suci kedua orangtuanya.
Di antara karomah tambahan yang diberikan Allah Ta'ala kepada Isya' binti Imran, ibu Nabi Yahya ini bahwa Allah menyifati anaknya yakni Nabi Yahya dengan sifat-sifat yang agung dan menjadikannya mempunyai hanan. Hanan adalah cinta, lembut dan sayang. (Baca juga : Inilah 'Mandi Wajib' yang Harus Dilakukan Muslimah )
Allah Ta'ala berfirman :
Lihat Juga :