Ghibtaah adalah Hasad yang Dibolehkan, Begini Penjelasannya
Senin, 13 Juni 2022 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan, Ghibtaah adalah ingin mendapat kenikmatan sebagaimana yang diperoleh oleh orang lain dengan tanpa mengharapkan nikmat tersebut musnah darinya.
Jika perkara yang di ghibtaah tersebut adalah perkara dunia, maka hukumnya adalah mubâh (boleh). Jika perkara tersebut termasuk perkara akhirat, maka hukumnya adalah mustahab (sunnat), dan makna hadits di atas adalah tidak ada ghibtaah yang dicintai (oleh Allah Azza wa Jalla) kecuali pada dua perkara (yang tersebut di atas) dan yang semakna dengannya."
Dengan demikian, hendaknya seorang Muslim senantiasa meninggalkan hasad dan menggantinya dengan ghibtaah.
Baca juga: Cara Mengatasi Patah Hati Sesuai Syariat
Wallahu A'lam
Jika perkara yang di ghibtaah tersebut adalah perkara dunia, maka hukumnya adalah mubâh (boleh). Jika perkara tersebut termasuk perkara akhirat, maka hukumnya adalah mustahab (sunnat), dan makna hadits di atas adalah tidak ada ghibtaah yang dicintai (oleh Allah Azza wa Jalla) kecuali pada dua perkara (yang tersebut di atas) dan yang semakna dengannya."
Dengan demikian, hendaknya seorang Muslim senantiasa meninggalkan hasad dan menggantinya dengan ghibtaah.
Baca juga: Cara Mengatasi Patah Hati Sesuai Syariat
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :