Kisah Khalifah Harun Al-Rasyid Menangani Pemberontakan di Sejumlah Wilayah Abbasiyah
Selasa, 14 Juni 2022 - 05:15 WIB
loading...
Sejumlah pemberontakan terjadi di era Khalifah Harun Al-Rasyid. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Pada era pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid (786-803) terjadi sejumlah pemberontakan yang menentang Dinasti Abbasiyah . Kerusuhan ini terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Mesir di barat, Suriah dan sekitarnya di utara, serta Khurasan di Timur.
Pada tahun 176 H, misalnya, terjadi kerusuhan besar di Suriah. Kerusuhan ini diawali oleh pecahnya perang sipil antara kelompok Mudhar dan Yaman yang membuat situasi keamanan jadi tidak menentu.
Baca juga: Kisah Kegagalan Khalifah Al-Hadi Menyingkirkan Harun Al-Rasyid
Dalam buku "The History of al-Tabari" disebutkan sebagai ikhtiar memadamkan kerusuhan, Khalifah Harun Al-Rasyid memutuskan untuk mengganti gubernur Suriah dengan sosok bernama Ibrahim bin Saleh.
Sayangnya, Ibrahim tidak berdiri di tengah untuk memadam konflik ini. Dia justru memihak kelompok Yaman. Maka yang terjadi kemudian bukan lagi perang sipil, melainkan pemberontakan kelompok Mudhar terhadap penguasa yang mendukung kelompok Yaman.
"Kelompok Mudhar pun menyerang Kota Damaskus, dan akhirnya berhasil menguasai kota tersebut, serta mengusir Ibrahim bin Saleh," ujar Thabari.
Khalifah Harun Al-Rasyid akhirnya memerintahkan kepada Ja’far bin Yahya, yang juga adiknya Fadl bin Yahya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Maka berangkatlah Ja’far bin Yahya dengan pasukannya. Tujuannya kali ini jelas, adalah merebut Kota Damaskus dari kaum pemberontak.
Dalam waktu singkat, Ja’far berhasil menembus dinding Kota Damaskus dan mengendalikan situasi. Ja’far segera membereskan semua masalah di kota tersebut. Setelah itu dia pun kembali ke Baghdad, dan melaporkan keberhasilannya pada Khalifah Harun Al-Rasyid.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Hadi: Menjabat karena Dukungan Harun Al-Rasyid
Kota Mosil dan Mesir
Pada tahun 177 H, terjadi pemberontakan di Kota Mosil yang dipimpin oleh sosok bernama Attaf bin Sufyan. Dia berhasil menguasai kota tersebut dan memenjarakan gubernurnya.
Pada tahun 176 H, misalnya, terjadi kerusuhan besar di Suriah. Kerusuhan ini diawali oleh pecahnya perang sipil antara kelompok Mudhar dan Yaman yang membuat situasi keamanan jadi tidak menentu.
Baca juga: Kisah Kegagalan Khalifah Al-Hadi Menyingkirkan Harun Al-Rasyid
Dalam buku "The History of al-Tabari" disebutkan sebagai ikhtiar memadamkan kerusuhan, Khalifah Harun Al-Rasyid memutuskan untuk mengganti gubernur Suriah dengan sosok bernama Ibrahim bin Saleh.
Sayangnya, Ibrahim tidak berdiri di tengah untuk memadam konflik ini. Dia justru memihak kelompok Yaman. Maka yang terjadi kemudian bukan lagi perang sipil, melainkan pemberontakan kelompok Mudhar terhadap penguasa yang mendukung kelompok Yaman.
"Kelompok Mudhar pun menyerang Kota Damaskus, dan akhirnya berhasil menguasai kota tersebut, serta mengusir Ibrahim bin Saleh," ujar Thabari.
Khalifah Harun Al-Rasyid akhirnya memerintahkan kepada Ja’far bin Yahya, yang juga adiknya Fadl bin Yahya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Maka berangkatlah Ja’far bin Yahya dengan pasukannya. Tujuannya kali ini jelas, adalah merebut Kota Damaskus dari kaum pemberontak.
Dalam waktu singkat, Ja’far berhasil menembus dinding Kota Damaskus dan mengendalikan situasi. Ja’far segera membereskan semua masalah di kota tersebut. Setelah itu dia pun kembali ke Baghdad, dan melaporkan keberhasilannya pada Khalifah Harun Al-Rasyid.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Hadi: Menjabat karena Dukungan Harun Al-Rasyid
Kota Mosil dan Mesir
Pada tahun 177 H, terjadi pemberontakan di Kota Mosil yang dipimpin oleh sosok bernama Attaf bin Sufyan. Dia berhasil menguasai kota tersebut dan memenjarakan gubernurnya.
Lihat Juga :