Kisah Khalifah Harun Al-Rasyid Menangani Pemberontakan di Sejumlah Wilayah Abbasiyah
Selasa, 14 Juni 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Setelah berkuasa, dia sempat beberapa waktu menarik pajak dari rakyat sebanyak dua kali lipat dengan cara intimidasi. Mendengar berita ini, Khalifah Harun Al-Rasyid memimpin sendiri pasukannya dari Baghdad menuju Mosil. Tapi mendengar kedatangan Harun, Attaf langsung melarikan diri ke Armenia.
Pada tahun 178 H, terjadi juga pemberontakan di Mesir. Ketika itu kaum pemberontak berhasil menggulingkan gubernur berkuasa, dan mengambil alih wilayah Mesir. Tapi ini tidak berlangsung lama.
Khalifah Harun Al-Rasyid memerintahkan Harsyimah bin Ayun yang ketika itu menjabat sebagai gubernur Palestina untuk membawa pasukannya ke Mesir dan merebutnya kembali dari tangan pemberontak. Harsyimah pun berhasil dengan sukses membawa kembali Mesir ke pangkuan Dinasti Abbasiyah.
Sebagai ganjarannya, Khalifah Harun Al-Rasyid menobatkan Harsyimah sebagai penguasa Mesir. Akan tetapi, hanya satu bulan Harsyimah menjabat sebagai gubernur di sana. Setelah itu dia disingkirkan dan digantikan oleh Abdul Malik bin Saleh.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Taklukkan Konstantinopel, Harun Al-Rasyid Jadi Bintang Abbasiyah
Selanjutnya, pada tahun yang sama (178 H), juga pecah pemberontakan kaum Khawarij di daerah Khurasan. Sama seperti yang terjadi pada wilayah-wilayah lain, di tempat ini pula terjadi kerusuhan yang cukup besar. Tapi dalam waktu cukup singkat, aparatur Khalifah Harun Al-Rasyid berhasil mengendalikan situasi di sana dan menghukum mati para tokoh pemberontak.
Secara garis besar, bisa dikatakan bahwa 10 tahun pertama pemerintahan Harun Al-Rasyid adalah proses pengukuhan integrasi wilayah Dinasti Abbasiyah.
Kemampuan Khalifah Harun Al-Rasyid memadamkan dan mengendalikan keadaan di semua wilayah tersebut menunjukkan sebuah talenta yang sangat langka. Harun berhasil memadukan dalam dirinya ketajaman strategis seorang jenderal, ketelitian seorang manajer, dan kecerdikan seorang politikus.
Baca juga: Kisah Harun Al-Rasyid di Bawah Ancaman Dinasti Idrisiyah dan Kekaisaran Carolingian
Pada tahun 178 H, terjadi juga pemberontakan di Mesir. Ketika itu kaum pemberontak berhasil menggulingkan gubernur berkuasa, dan mengambil alih wilayah Mesir. Tapi ini tidak berlangsung lama.
Khalifah Harun Al-Rasyid memerintahkan Harsyimah bin Ayun yang ketika itu menjabat sebagai gubernur Palestina untuk membawa pasukannya ke Mesir dan merebutnya kembali dari tangan pemberontak. Harsyimah pun berhasil dengan sukses membawa kembali Mesir ke pangkuan Dinasti Abbasiyah.
Sebagai ganjarannya, Khalifah Harun Al-Rasyid menobatkan Harsyimah sebagai penguasa Mesir. Akan tetapi, hanya satu bulan Harsyimah menjabat sebagai gubernur di sana. Setelah itu dia disingkirkan dan digantikan oleh Abdul Malik bin Saleh.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Taklukkan Konstantinopel, Harun Al-Rasyid Jadi Bintang Abbasiyah
Selanjutnya, pada tahun yang sama (178 H), juga pecah pemberontakan kaum Khawarij di daerah Khurasan. Sama seperti yang terjadi pada wilayah-wilayah lain, di tempat ini pula terjadi kerusuhan yang cukup besar. Tapi dalam waktu cukup singkat, aparatur Khalifah Harun Al-Rasyid berhasil mengendalikan situasi di sana dan menghukum mati para tokoh pemberontak.
Secara garis besar, bisa dikatakan bahwa 10 tahun pertama pemerintahan Harun Al-Rasyid adalah proses pengukuhan integrasi wilayah Dinasti Abbasiyah.
Kemampuan Khalifah Harun Al-Rasyid memadamkan dan mengendalikan keadaan di semua wilayah tersebut menunjukkan sebuah talenta yang sangat langka. Harun berhasil memadukan dalam dirinya ketajaman strategis seorang jenderal, ketelitian seorang manajer, dan kecerdikan seorang politikus.
Baca juga: Kisah Harun Al-Rasyid di Bawah Ancaman Dinasti Idrisiyah dan Kekaisaran Carolingian
(mhy)
Lihat Juga :