4 Hadis Palsu tentang Dunia Menurut Syaikh Al-Albani
Jum'at, 17 Juni 2022 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Al-Albani, hadis ini munkar dan tidak ada sumbernya. Al-Iraqi menyatakan dalam kitab Takhrijul-Ihya III/177 bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya yang disandarkan kepada Abud Darda secara mursal.
Adz-Dzahabi menyatakan, "Tidak diketahui siapa Abud Darda." Bahwa hadis itu munkar dan tidak bersumber telah ditegaskan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Lisanul Mizan VI/375. Bahkan siapa yang menganggap Abud Darda itu sahabat yang masyhur, berarti salah. Jadi, yang menjadi masalah majhulnya (asingnya) Abud Darda'.
Baca juga: Hadis-hadis Tentang Dianjurkannya Tersenyum
Bertebaran
Pada sampul buku Al-Albani yang ditejemahkan A.M. Basamalah ini disebutkan bahwa hadis lemah (dha'if) dan palsu (maudhu') bertebaran di sekeliling kita. Dalam ruang kuliah, mimbar pengajian, bahkan dalam kitab-kitab, termasuk kitab tafsir dan syarah hadits. Mungkin kita akan kaget bahwa beberapa di antaranya adalah hadis-hadis yang sangat 'akrab' dengan kita.
Seorang zindiq diketemukan telah memalsu lebih dari 4.000 hadis. Bahkan dari tiga orang pemalsu bisa dipastikan telah keluar puluhan ribu hadis palsu.
Pemalsuan hadis-hadis ini bermacam-macam tendensinya. Ada yang bertendensi politis, fanatisme golongan, membela mazhab, dan bahkan ada yang mendekatkan diri kepada Allah seperti yang diakui sekelompok firqah.
Selain itu, ada pula karena kesalahan tak sengaja atau kelemahan dalam mendeteksi hadis yang memang bukan bidang yang dikuasainya. Hal ini terjadi, misalnya, pada sebagian kaum sufi.
Baca juga: Inilah Hadis-hadis Tentang Pernikahan yang Perlu Diketahui
Adz-Dzahabi menyatakan, "Tidak diketahui siapa Abud Darda." Bahwa hadis itu munkar dan tidak bersumber telah ditegaskan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Lisanul Mizan VI/375. Bahkan siapa yang menganggap Abud Darda itu sahabat yang masyhur, berarti salah. Jadi, yang menjadi masalah majhulnya (asingnya) Abud Darda'.
Baca juga: Hadis-hadis Tentang Dianjurkannya Tersenyum
Bertebaran
Pada sampul buku Al-Albani yang ditejemahkan A.M. Basamalah ini disebutkan bahwa hadis lemah (dha'if) dan palsu (maudhu') bertebaran di sekeliling kita. Dalam ruang kuliah, mimbar pengajian, bahkan dalam kitab-kitab, termasuk kitab tafsir dan syarah hadits. Mungkin kita akan kaget bahwa beberapa di antaranya adalah hadis-hadis yang sangat 'akrab' dengan kita.
Seorang zindiq diketemukan telah memalsu lebih dari 4.000 hadis. Bahkan dari tiga orang pemalsu bisa dipastikan telah keluar puluhan ribu hadis palsu.
Pemalsuan hadis-hadis ini bermacam-macam tendensinya. Ada yang bertendensi politis, fanatisme golongan, membela mazhab, dan bahkan ada yang mendekatkan diri kepada Allah seperti yang diakui sekelompok firqah.
Selain itu, ada pula karena kesalahan tak sengaja atau kelemahan dalam mendeteksi hadis yang memang bukan bidang yang dikuasainya. Hal ini terjadi, misalnya, pada sebagian kaum sufi.
Baca juga: Inilah Hadis-hadis Tentang Pernikahan yang Perlu Diketahui
(mhy)
Lihat Juga :