Cara Menghitung Zakat Pertanian dan Contoh Perhitungannya
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Kadar zakat pertanian adalah sebanyak 5% jika menggunakan irigasi (mengeluarkan biaya) atau 10% dengan pengairan alami (tadah hujan) dan tidak mengeluarkan biaya.
Hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam :“Yang diairi oleh air hujan, mata air dan air tanah, zakatnya 10%, sedangkan yang disirami air (irigasi) maka zakatnya 5%”
Syaratnya adalah hendaklah hasilnya mencapai satu nisab, yaitu 5wasaqyang setara dengan 653 kg gabah atau 522 kg beras. Hendaklah hasil tersebut dimiliki pemilik tertentu, yaitu seorang muslim yang merdeka.
Contoh Perhitungan Zakat Pertanian:
Pertama, seorang petani memiliki sawah seluas 1 ha yang diairi secara irigasi. Setiap kali panen sawahnya dapat menghasilkan+2.5ton gabah (padi). Biaya yang dia keluarkan untuk pemeliharaan sejak masa pengelolaan sampai masa panen kurang lebih 1 kwintal. Berapakah besaran zakat yang harus ditunaikannya, jika nisabnya 653 kg?
Maka persentase zakat pada pertanian model ini adalah 5 persen. Perrhitungannya adalah
Hasil panen kotor = 2.5 ton = 2.500 kg
Biaya perawatan senilai = 100 kg
Netto = 2.400 kag
Zakatnya = 2.400 X 5% = 120 kg
Kedua, seorang petani memiliki sebidang sawah seluas 2.5 ha di daerah tadah hujan. Setiap kali panen biasanya dia mendapat hasil kotor sebesar 5 ton gabah. Biaya yang dikeluarkan untuk perawatan padi hingga panen senilai 50 kg, berapakah besaran zakat yang harus dikeluarkannya?
Maka zakat yang harus dikeluarkannya adalah 10 persen. Perhitungannya adalah
Hasil panen kotor = 2.5 = 2.500 kg
Ongkos perawatan = 50 kg
Bersih = 2.450 kg
Zakatnya = 2.450 kg X 10% = 245 kg
Baca juga: Ittiba Rasulullah SAW, Potret Terbaik Cara Mendidik Anak
Wallahu A'lam
Hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam :“Yang diairi oleh air hujan, mata air dan air tanah, zakatnya 10%, sedangkan yang disirami air (irigasi) maka zakatnya 5%”
Syaratnya adalah hendaklah hasilnya mencapai satu nisab, yaitu 5wasaqyang setara dengan 653 kg gabah atau 522 kg beras. Hendaklah hasil tersebut dimiliki pemilik tertentu, yaitu seorang muslim yang merdeka.
Contoh Perhitungan Zakat Pertanian:
Pertama, seorang petani memiliki sawah seluas 1 ha yang diairi secara irigasi. Setiap kali panen sawahnya dapat menghasilkan+2.5ton gabah (padi). Biaya yang dia keluarkan untuk pemeliharaan sejak masa pengelolaan sampai masa panen kurang lebih 1 kwintal. Berapakah besaran zakat yang harus ditunaikannya, jika nisabnya 653 kg?
Maka persentase zakat pada pertanian model ini adalah 5 persen. Perrhitungannya adalah
Hasil panen kotor = 2.5 ton = 2.500 kg
Biaya perawatan senilai = 100 kg
Netto = 2.400 kag
Zakatnya = 2.400 X 5% = 120 kg
Kedua, seorang petani memiliki sebidang sawah seluas 2.5 ha di daerah tadah hujan. Setiap kali panen biasanya dia mendapat hasil kotor sebesar 5 ton gabah. Biaya yang dikeluarkan untuk perawatan padi hingga panen senilai 50 kg, berapakah besaran zakat yang harus dikeluarkannya?
Maka zakat yang harus dikeluarkannya adalah 10 persen. Perhitungannya adalah
Hasil panen kotor = 2.5 = 2.500 kg
Ongkos perawatan = 50 kg
Bersih = 2.450 kg
Zakatnya = 2.450 kg X 10% = 245 kg
Baca juga: Ittiba Rasulullah SAW, Potret Terbaik Cara Mendidik Anak
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :