Hukum Memakai Hiasan Celak bagi Muslimah
Senin, 27 Juni 2022 - 09:38 WIB
loading...
A
A
A
Dalam riwayat lain Rasulullah memerintahkan agar bercelak dengan menggunakan celak itsmid:
“Bercelaklah dengan Itsmid sebab ia sebaik-baik celak kalian.Ia menerangkan pandangan dan menumbukkan bulu mata,” (HR. At-Tirmidzi:1757 dan dishahihkan oleh syaikh al Baniy dalam shahih sunan at Tirmidzi).
Lalu bagaimana menggunakannya sesuai sunnah Rasulullah? Disunnahkan apabila memakai celak dengan bercelak sebanyak tiga kali olesan. Anas bin Malik berkata:
“Sesugguhnya Nabi bercelak sebanyak tiga kali olesan pada matanya sebelah kanan dan dua kali pada mata sebelah kirinya,” (HR. Abu Dawud:3837)
Berkata Imam an Nawawiy: “Yang benar menurut para ulama’ ahli tahqiq adalah (memakai celak dengan ) hitungan ganjil di setiap mata,” (Majmu’ syarh muhadzab:1/334).
Baca juga: 7 Cara Berhias yang Dilarang bagi Wanita Muslimah
Celak untuk Muslimah
Seorang wanita ketika di hadapan suaminya atau mahramnya atau di rumahnya diperbolehkan untuk bercelak kapan pun juga ia menginginkannya, namun yang terbaik adalah ketika menjelang tidur.
Dari Jabir bin Abdillah berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
اكْتَحِلُوا بِالإِثْمِدِ فَإِنَّهُ يَجْلُو البَصَرَ ، وَيُنْبِتُ الشَّعْرَ
“Bercelaklah dengan Itsmid sebab ia sebaik-baik celak kalian.Ia menerangkan pandangan dan menumbukkan bulu mata,” (HR. At-Tirmidzi:1757 dan dishahihkan oleh syaikh al Baniy dalam shahih sunan at Tirmidzi).
Lalu bagaimana menggunakannya sesuai sunnah Rasulullah? Disunnahkan apabila memakai celak dengan bercelak sebanyak tiga kali olesan. Anas bin Malik berkata:
“Sesugguhnya Nabi bercelak sebanyak tiga kali olesan pada matanya sebelah kanan dan dua kali pada mata sebelah kirinya,” (HR. Abu Dawud:3837)
Berkata Imam an Nawawiy: “Yang benar menurut para ulama’ ahli tahqiq adalah (memakai celak dengan ) hitungan ganjil di setiap mata,” (Majmu’ syarh muhadzab:1/334).
Baca juga: 7 Cara Berhias yang Dilarang bagi Wanita Muslimah
Celak untuk Muslimah
Seorang wanita ketika di hadapan suaminya atau mahramnya atau di rumahnya diperbolehkan untuk bercelak kapan pun juga ia menginginkannya, namun yang terbaik adalah ketika menjelang tidur.
Dari Jabir bin Abdillah berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Lihat Juga :