Selain Niat, Inilah Perbedaan Ibadah Kurban dan Aqiqah
Senin, 27 Juni 2022 - 15:19 WIB
loading...
Perbedaan kurban dan akikah dapat dilihat dari beberapa perkara, seperti definisi, jenis hewan, jumlah hewan yang disembelih, waktu penyembelihan, pemberian daging, wujud daging yang diberikan dan upah bagi penyembelih. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Pelaksanaan ibadah kurban dan aqiqah sering dipertanyakan, hal ini tak lepas dari hewan yang dikurbankan atau diaqiqahkan. Namun keduanya sangat jelas memiliki perbedaan yang tak bisa disamakan.Perbedaan ini setidaknya dapat dilihat dari beberapa perkara, seperti definisi, jenis hewan yang digunakan, jumlah hewan yang disembelih, waktu penyembelihan, jumlah pelaksanaan, pemberian daging, wujud daging yang diberikan dan upah bagi penyembelih.
Dinukil dari beberapa sumber, berikut beberapa perbedaan mendasar tentang aqiqah dan kurban ini. Di antaranya:
1. Aqiqah
Aqiqah menurut bahasa artinya memotong. Asal katanya aqqa- yauqqu- aqqan. Menurut para ulama, istilah memotong memiliki makna beragam. Yakni memotong atau menyembelih hewan dan memotong rambut bayi yang lahir. Menurut Abu Ubaid, aqiqah berarti rambut atau bulu yang ada di kepala bayi.
Baca juga: Bolehkah Berkurban Sekaligus Niat Beraqiqah?
Sedangkan menurut istilah, akikah bermakna pemotongan/ penyembelihan hewan dalam rangka tasyakuran kepada Allah SWT karena kelahiran anak (laki-laki maupun perempuan) disertai dengan pemotongan rambut bayi tersebut.
Dalil terkait akikah ini adalah dari Samurah dari Nabi Salallahu Alaihi wa sallam, beliau bersabda, ‘Setiap anak tergadai dengan akikahnya, maka hendaklah disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama. (HR Ibnu Majah).
Untuk anak laki-laki akikahkan dengan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan adalah satu ekor kambing. Untuk jenis kelamin kambingnya dibolehkan jantan atau betina, namun lebih baik jantan dengan warna putih.
Menurut umumnya ulama, akikah adalah hukumnya sunnah muakkad, yang memiliki makna sebagai tebusan, dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Daging akikah dibagikan dalam bentuk olahan yang telah matang atau dimasak. Dibagikan kepada kerabat, tetangga, saudara, atau yang lebih penting juga adalah orang-orang yang membutuhkan, seperti fakir miskin. Keluarga yang melakukan aqiqah diperbolehkan mengonsumsi daging tersebut.
Dinukil dari beberapa sumber, berikut beberapa perbedaan mendasar tentang aqiqah dan kurban ini. Di antaranya:
1. Aqiqah
Aqiqah menurut bahasa artinya memotong. Asal katanya aqqa- yauqqu- aqqan. Menurut para ulama, istilah memotong memiliki makna beragam. Yakni memotong atau menyembelih hewan dan memotong rambut bayi yang lahir. Menurut Abu Ubaid, aqiqah berarti rambut atau bulu yang ada di kepala bayi.
Baca juga: Bolehkah Berkurban Sekaligus Niat Beraqiqah?
Sedangkan menurut istilah, akikah bermakna pemotongan/ penyembelihan hewan dalam rangka tasyakuran kepada Allah SWT karena kelahiran anak (laki-laki maupun perempuan) disertai dengan pemotongan rambut bayi tersebut.
Dalil terkait akikah ini adalah dari Samurah dari Nabi Salallahu Alaihi wa sallam, beliau bersabda, ‘Setiap anak tergadai dengan akikahnya, maka hendaklah disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama. (HR Ibnu Majah).
Untuk anak laki-laki akikahkan dengan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan adalah satu ekor kambing. Untuk jenis kelamin kambingnya dibolehkan jantan atau betina, namun lebih baik jantan dengan warna putih.
Menurut umumnya ulama, akikah adalah hukumnya sunnah muakkad, yang memiliki makna sebagai tebusan, dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Daging akikah dibagikan dalam bentuk olahan yang telah matang atau dimasak. Dibagikan kepada kerabat, tetangga, saudara, atau yang lebih penting juga adalah orang-orang yang membutuhkan, seperti fakir miskin. Keluarga yang melakukan aqiqah diperbolehkan mengonsumsi daging tersebut.
Lihat Juga :