6 Faedah Selalu Mengingat Kematian, Nomor Terakhir Menjauhi Sifat Sombong
Selasa, 12 Juli 2022 - 12:32 WIB
loading...
Mengingat mati memang telah digunakan para ulama salaf untuk menggugah semangat beribadah dan mematikan hawa nafsu. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Dalam Islam, sejatinya mati atau kematian adalah persinggahan pertama manusia di alam akhirat.Setiap makhluk yang hidup di dunia pasti akan menjumpai kematian ini. Karena itu, syariat menganjurkan setiap muslim untuk selalu mempersiapkan dan mengingat kematian . Selain itu, mengingat mati memang telah digunakan para ulama salaf untuk menggugah semangat beribadah dan mematikan hawa nafsu.
Ada beberapa faedah mengingat kematian ini, di antaranya:
1. Memotivasi untuk mempersiapkan diri sebelum terjadinya kematian
2. Memendekkan angan-angan yang menjadi penyebab kelalaian beribadah
3. Menjadikan sikap zuhud terhadap dunia
4. Memotivasi untuk taat dan bertaubat kepada Allah Ta'ala
5. Menjadikan diri tawadhu
6. Melembutkan hatidan menjauhi sifat sombong
Baca juga: 3 Hal yang Bisa Mengingatkan kepada Kematian
Dalam kitab 'At-Tadkirah', Imam Al-Qurthubi menyebutkan bahwa, kematian ialah terputusnya hubungan antara ruh dengan badan, berpisahnya kaitan antara keduanya, bergantinya kondisi, dan berpindah dari satu negeri ke negeri lainnya.
Kematian yang dimaksudkan itu adalah al maut al kubra, sedangkan al maut ash shughra sebagaimana dimaksud oleh para ulama, ialah tidur.
Allah Ta’ala berfirman :
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir."(QS. Az Zumar : 42)
Tentang kematian, Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam bersabda," “Perbanyaklah olehmu mengingat-ingat kepada sesuatu yang melenyapkan segala macam kelazatan, yaitu kematian.” (HR. Turmudzi).
Ada beberapa faedah mengingat kematian ini, di antaranya:
1. Memotivasi untuk mempersiapkan diri sebelum terjadinya kematian
2. Memendekkan angan-angan yang menjadi penyebab kelalaian beribadah
3. Menjadikan sikap zuhud terhadap dunia
4. Memotivasi untuk taat dan bertaubat kepada Allah Ta'ala
5. Menjadikan diri tawadhu
6. Melembutkan hatidan menjauhi sifat sombong
Baca juga: 3 Hal yang Bisa Mengingatkan kepada Kematian
Dalam kitab 'At-Tadkirah', Imam Al-Qurthubi menyebutkan bahwa, kematian ialah terputusnya hubungan antara ruh dengan badan, berpisahnya kaitan antara keduanya, bergantinya kondisi, dan berpindah dari satu negeri ke negeri lainnya.
Kematian yang dimaksudkan itu adalah al maut al kubra, sedangkan al maut ash shughra sebagaimana dimaksud oleh para ulama, ialah tidur.
Allah Ta’ala berfirman :
ٱللَّهُ يَتَوَفَّى ٱلْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَٱلَّتِى لَمْ تَمُتْ فِى مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ ٱلَّتِى قَضَىٰ عَلَيْهَا ٱلْمَوْتَ وَيُرْسِلُ ٱلْأُخْرَىٰٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir."(QS. Az Zumar : 42)
Tentang kematian, Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam bersabda," “Perbanyaklah olehmu mengingat-ingat kepada sesuatu yang melenyapkan segala macam kelazatan, yaitu kematian.” (HR. Turmudzi).
Lihat Juga :