Kisah Bijak Para Sufi: Berharga dan Tak Berharga
Sabtu, 27 Juni 2020 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
"Tetapi bagaimana tentang 'orang paling tak berharga' menjadi orang berharga?" tanya raja itu. Kedua darwis itu memberinya isyarat agar mengikuti mereka.
Ketika mereka hendak menyeberangi Sungai Kabul, kedua Sufi itu tiba-tiba menyergap raja dan membuangnya ke sungai. Raja itu tak bisa berenang. (Baca juga: Hikayat Mistis: Bunglon dan Kelelawar )
Ketika raja itu merasa hampir tenggelam, Kaka Divana yang namanya berarti Paman Gila seorang yang terkenal miskin dan tak waras yang berkelana di jalan-jalan, melompat ke sungai dan menyelamatkan raja serta membawanya ke tepi. Beberapa orang lain, yang lebih kuat, juga melihatnya jatuh ke air, tetapi mereka diam saja.
Tatkala raja sudah pulih, kedua darwis itu berkata serempak, "Orang paling tak berharga sesungguhnya berharga!"
Sejak saat itu, raja kembali pada kebiasaannya, yaitu memberi apa saja yang ia bisa, entah itu pendidikan atau berbagai macam pertolongan kepada orang-orang yang diputuskan dari masa ke masa sebagai yang paling pantas menerima pemberian semacam itu.(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Teh dan Angan-Angan Minuman Surgawi )
===
Sufi Abdul-Hamid Khan dari Qandahar, yang wafat pada tahun 1962, adalah Pemimpin Aghan Mint, dan seorang darwis kuno yang menguasai teknologi Barat. Di antara sekian kisah ajaran yang berasal darinya, kisah ini salah satunya.
Raja yang disinggung dalam kisah ini diduga adalah mendiang Nadir Shah dari Afghanistan, yang diabdi oleh Sufi Abdul-Hamid Khan, dan yang wafat pada tahun 1933. Urutan peristiwa, akan tetapi, didasarkan pada kisah yang lebih awal, namun raja ini mungkin belum pernah mendengarnya sebelumnya.
Dinukil dari Idries Shah "Tales of The Dervishes" diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi.
Ketika mereka hendak menyeberangi Sungai Kabul, kedua Sufi itu tiba-tiba menyergap raja dan membuangnya ke sungai. Raja itu tak bisa berenang. (Baca juga: Hikayat Mistis: Bunglon dan Kelelawar )
Ketika raja itu merasa hampir tenggelam, Kaka Divana yang namanya berarti Paman Gila seorang yang terkenal miskin dan tak waras yang berkelana di jalan-jalan, melompat ke sungai dan menyelamatkan raja serta membawanya ke tepi. Beberapa orang lain, yang lebih kuat, juga melihatnya jatuh ke air, tetapi mereka diam saja.
Tatkala raja sudah pulih, kedua darwis itu berkata serempak, "Orang paling tak berharga sesungguhnya berharga!"
Sejak saat itu, raja kembali pada kebiasaannya, yaitu memberi apa saja yang ia bisa, entah itu pendidikan atau berbagai macam pertolongan kepada orang-orang yang diputuskan dari masa ke masa sebagai yang paling pantas menerima pemberian semacam itu.(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Teh dan Angan-Angan Minuman Surgawi )
===
Sufi Abdul-Hamid Khan dari Qandahar, yang wafat pada tahun 1962, adalah Pemimpin Aghan Mint, dan seorang darwis kuno yang menguasai teknologi Barat. Di antara sekian kisah ajaran yang berasal darinya, kisah ini salah satunya.
Raja yang disinggung dalam kisah ini diduga adalah mendiang Nadir Shah dari Afghanistan, yang diabdi oleh Sufi Abdul-Hamid Khan, dan yang wafat pada tahun 1933. Urutan peristiwa, akan tetapi, didasarkan pada kisah yang lebih awal, namun raja ini mungkin belum pernah mendengarnya sebelumnya.
Dinukil dari Idries Shah "Tales of The Dervishes" diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi.
(mhy)
Lihat Juga :