Menunda-nunda Shalat, Musibah Besar yang Diremehkan Kaum Wanita
Kamis, 21 Juli 2022 - 08:57 WIB
loading...
Sering menunda shalat, salah satu perkara yang sering diremehkan kaum wanita, padahal menunda shalat ini sejatinya adalah musibah besar bagi mereka. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Menunda-nunda shalat seringkali dilakukan kebanyakan kaum wanita, padahal perkara menunda shalat ini termasuk dosa. Menunda-nunda shalat inipun termasuk musibah besar bagi kaum Hawa tersebut.
Dinukil dari kitab “Mukhalafaat Nisaiyyah”, 100 Mukhalafah Taqa’u fiha al-Katsir Minan Nisa-i bi Adillatiha Asy-Syar’iyyah”, Abdul Lathif bin Hajis al-Ghamidi, sang penulis menyebutkan, penyebab kaum wanita suka menunda waktu shalat ini adalah karena lemahnya perhatian dan sikap lalainya atau sering meremehkan.
Allah azza wajalla berberfirman,
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.al-Ma’un : 4-5)
Baca juga: Sering Menunda Shalat? Ini Bahayanya Bagi Seorang Muslim
Banyak dari kaum wanita, memilih bergadang sepanjang malam mengerjakan hal-hal yang sebagian besar tidak ada manfaatnya . Jika sudah mendekati waktu fajar, kepalanya terasa berat, ingin segera tidur, dan badannya mulai malas, sehingga dia langsung tertidur setelah setan mengencingi telinganya.
Setan berkata, “Tidurlah engkau, kerena malam masih panjang !” Akhirnya dia korbankan shalat Subuhnya. Hal tersebut dia ulangi kembali sebelum Ashar. Setelah capek seharian belajar atau bekerja, dia makan sampai kenyang, kemudian merebahkan badannya di atas kasur untuk tidur. Ia pun tertidur laksana mayit, tidak mendengar apa pun yang terjadi di sekitarnya. Sehingga ia korbankan shalat Asharnya.
Dari Anas radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, "Itulah shalatnya orang munafik. Dia menunggu terbenamnya matahari. Sehingga ketika matahari sudah berada di antara dua tanduk setan, dia mulai berdiri mengerjakan shalat, lalu mematuk-matuk sebanyak empat kali. Dia tidak berzikir kepada Allah kecuali hanya sedikit (Shahih Sunan at-Tirmidzi (I/130) (337) dan Shahih Sunan Ibni Majah (1425) (1426))
Kemudian dari Buraidah radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya (Shahihul Bukhari (I/173) (553)
Dinukil dari kitab “Mukhalafaat Nisaiyyah”, 100 Mukhalafah Taqa’u fiha al-Katsir Minan Nisa-i bi Adillatiha Asy-Syar’iyyah”, Abdul Lathif bin Hajis al-Ghamidi, sang penulis menyebutkan, penyebab kaum wanita suka menunda waktu shalat ini adalah karena lemahnya perhatian dan sikap lalainya atau sering meremehkan.
Allah azza wajalla berberfirman,
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.al-Ma’un : 4-5)
Baca juga: Sering Menunda Shalat? Ini Bahayanya Bagi Seorang Muslim
Banyak dari kaum wanita, memilih bergadang sepanjang malam mengerjakan hal-hal yang sebagian besar tidak ada manfaatnya . Jika sudah mendekati waktu fajar, kepalanya terasa berat, ingin segera tidur, dan badannya mulai malas, sehingga dia langsung tertidur setelah setan mengencingi telinganya.
Setan berkata, “Tidurlah engkau, kerena malam masih panjang !” Akhirnya dia korbankan shalat Subuhnya. Hal tersebut dia ulangi kembali sebelum Ashar. Setelah capek seharian belajar atau bekerja, dia makan sampai kenyang, kemudian merebahkan badannya di atas kasur untuk tidur. Ia pun tertidur laksana mayit, tidak mendengar apa pun yang terjadi di sekitarnya. Sehingga ia korbankan shalat Asharnya.
Dari Anas radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, "Itulah shalatnya orang munafik. Dia menunggu terbenamnya matahari. Sehingga ketika matahari sudah berada di antara dua tanduk setan, dia mulai berdiri mengerjakan shalat, lalu mematuk-matuk sebanyak empat kali. Dia tidak berzikir kepada Allah kecuali hanya sedikit (Shahih Sunan at-Tirmidzi (I/130) (337) dan Shahih Sunan Ibni Majah (1425) (1426))
Kemudian dari Buraidah radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya (Shahihul Bukhari (I/173) (553)
Lihat Juga :