Menunda-nunda Shalat, Musibah Besar yang Diremehkan Kaum Wanita

loading...
Menunda-nunda Shalat, Musibah Besar yang Diremehkan Kaum Wanita
Sering menunda shalat, salah satu perkara yang sering diremehkan kaum wanita, padahal menunda shalat ini sejatinya adalah musibah besar bagi mereka. Foto ilustrasi/ist
Menunda-nunda shalat seringkali dilakukan kebanyakan kaum wanita, padahal perkara menunda shalat ini termasuk dosa. Menunda-nunda shalat inipun termasuk musibah besar bagi kaum Hawa tersebut.

Dinukil dari kitab “Mukhalafaat Nisaiyyah”, 100 Mukhalafah Taqa’u fiha al-Katsir Minan Nisa-i bi Adillatiha Asy-Syar’iyyah”, Abdul Lathif bin Hajis al-Ghamidi, sang penulis menyebutkan, penyebab kaum wanita suka menunda waktu shalat ini adalah karena lemahnya perhatian dan sikap lalainya atau sering meremehkan.

Allah azza wajalla berberfirman,

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ


"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.al-Ma’un : 4-5)

Baca juga: Sering Menunda Shalat? Ini Bahayanya Bagi Seorang Muslim

Banyak dari kaum wanita, memilih bergadang sepanjang malam mengerjakan hal-hal yang sebagian besar tidak ada manfaatnya . Jika sudah mendekati waktu fajar, kepalanya terasa berat, ingin segera tidur, dan badannya mulai malas, sehingga dia langsung tertidur setelah setan mengencingi telinganya.

Setan berkata, “Tidurlah engkau, kerena malam masih panjang !” Akhirnya dia korbankan shalat Subuhnya. Hal tersebut dia ulangi kembali sebelum Ashar. Setelah capek seharian belajar atau bekerja, dia makan sampai kenyang, kemudian merebahkan badannya di atas kasur untuk tidur. Ia pun tertidur laksana mayit, tidak mendengar apa pun yang terjadi di sekitarnya. Sehingga ia korbankan shalat Asharnya.

Dari Anas radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, "Itulah shalatnya orang munafik. Dia menunggu terbenamnya matahari. Sehingga ketika matahari sudah berada di antara dua tanduk setan, dia mulai berdiri mengerjakan shalat, lalu mematuk-matuk sebanyak empat kali. Dia tidak berzikir kepada Allah kecuali hanya sedikit (Shahih Sunan at-Tirmidzi (I/130) (337) dan Shahih Sunan Ibni Majah (1425) (1426))

Kemudian dari Buraidah radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya (Shahihul Bukhari (I/173) (553)

Dari Ibnu Umar diriwayatkan bahwa Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang tidak mengerjakan shalat Ashar, maka seolah-olah telah menganiaya keluarga dan hartanya.” (Shahihul Bukhari (I/172) (552)

Baca juga: Tahapan Memperbaiki Diri, Nomor Terakhir Lingkungan Pergaulan Ikut Menentukan

Demikianlah kebiasaan setiap harinya, kecuali kalau Allah menghendaki yang lain. Apalagi ketika tiba liburan pekanan atau tahunan, maka menjadi kacaulah aturan hidup sebagian besar kaum perempuan ini. Malam dia jadikan siang, dan siang dia jadikan malam. Kemudian shalat menjadi perkara yang terakhir dia perhatikan dan yang pertama kali dia remehkan.

Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, “Pertanyaan yang sering beliau sampaikan kepada para sahabat adalah, “Adakah di antara kalian yang bermimpi tadi malam ? Perawai melanjutkan, ‘Selanjutnya ada orang yang sesuai kehendak Allah, menceritakan mimpinya kepada beliau, ‘Pada suatu pagi, beliau pernah bersabda, ‘Tadi malam aku (bermimpi) didatangi dua malaikat dan menyuruhku bangkit.

Keduanya berkata, ‘Pergilah ! Aku pun pergi bersama keduanya. Kami melewati seorang lelaki yang tengah terbaring, sedangkan di atasnya ada orang lain berdiri dengan membawa batu besar. Kemudian ia jatuhkan batu besar tersebut ke arah kepalanya, hingga hancur, lalu batu tersebut menggelinding ke sini. Ia kemudian mengejar batu tersebut dan mengambilnya. Ia tidak kembali ke tempat orang yang pertama hingga kepalanya kembali utuh seperti semula.

Kemudian ia kembali menghampirinya dan melakukan sebagaimana yang ia lakukan pada pertama tadi. Beliau melanjutkan,’Aku pun bertanya kepada keduanya, ‘Maha Suci Allah ! Ada apa dengan kedua orang ini ?…Keduanya berkata, ‘Aku akan beritahukan kepadamu. Lelaki pertama yang kamu temui, yakni yang dilempari kepalanya hingga hancur adalah seseorang yang mempelajari al-Qur’an, kemudian mencampakkannya dan yang tidak melaksanakan shalat wajib karena tidur… (Shahihul Bukhari (VIII/419) (7047)

Baca juga: Mengapa Harus Mencintai Karena Allah Ta'ala? Begini Penjelasannya

Wallahu A'lam
(wid)
preload video