Benarkah Rasulullah SAW Bertasbih Menggunakan Batu Kerikil?
Kamis, 21 Juli 2022 - 17:33 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian kerikil itu diletakkan Rasulullah di tangan Utsman, dan kembali terdengar tasbih dari kerikil tersebut. Ketika Rasulullah meletakannya lagi, kerikil itu diam.
Nabi Muhammad SAW lantas berkata, "Mereka ini (Abu Bakar, Umar, dan Utsman) adalah para khilafah setelah nabi."
Dengan demikian, menurut penulis, mukjizat itu mengandung dua hal. Pertama, bertasbihnya kerikil tersebut di tangan Nabi SAW dan para khulafa' ar-rasyidun. Kedua, khilafah itu benar-benar hanya terbatas pada Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Setelah itu, umat Islam bergejolak.
Hadis Palsu
Selanjutnya, benarkah bila bertasbih Rasulullah SAW menggunakan kerikil sebagaimana ada hadis yang berbunyi, "Rasulullah SAW bila bertasbih menggunakan batu kerikil."
Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani dalam kitabnya berjudul "Silsilatul-Ahaadiits adh-Dhaifah wal Maudhu'ah wa Atsaruhas-Sayyi' fil-Ummah" dan telah diterjemahkan AM Basamalah menjadi "Silsilah Hadits Dha'if dan Maudhu'" menyebut itu adalah hadis ini maudhu' atau palsu.
Baca juga: Tak Sedikit Umat Islam yang Mengingkari Mukjizat Rasulullah (1)
Hadis ini diriwayatkan oleh Abul Qasim al-Jarjani dalam kitabnya, Tarikhu Jarjan (halaman 68), dengan sanad dari Shalih bin Ali an-Naufali yang dikisahkan oleh Abdullah bin Muhammad bin Rabi'ah al-Quddami, dikisahkan oleh Ibnu Mubarak dari Sufyan ats-Tsauri, dari Sumayya, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah ra secara marfu'.
"Saya berpendapat bahwa riwayat ini maudhu' palsu' dan kelemahan penyakitnya adalah adanya al-Quddami --yang dinisbatkan kepada Qudamah bin Mazh'un-- yang termasuk ke dalam deretan perawi sanad tertuduh," ujar al-Albani.
Adz-Dzahabi dalam al-Mizan mengatakan, "Ia salah satu perawi dhaif, dan telah banyak meriwayatkan dari Malik riwayat yang penuh dengan penyakit."
Lebih jauh, adz-Dzahabi menyebutkan sederetan penyakit yang dibawa al-Quddami dalam kitab al-Lisan, seraya mengatakan, "Telah dinyatakan dhaif oleh Ibnu Adi dan ad-Daruquthni."
Ibnu Hibban juga mengatakan, "Orang ini terbukti telah banyak membolak-balik berita, di antaranya lebih dari seratus lima puluh riwayat dari Malik yang dibolak-baliknya. Demikian pula, ketika meriwayatkan dari Ibrahim bin Sa'ad, sebagian besar di antaranya juga dibolak-baliknya."
Nabi Muhammad SAW lantas berkata, "Mereka ini (Abu Bakar, Umar, dan Utsman) adalah para khilafah setelah nabi."
Dengan demikian, menurut penulis, mukjizat itu mengandung dua hal. Pertama, bertasbihnya kerikil tersebut di tangan Nabi SAW dan para khulafa' ar-rasyidun. Kedua, khilafah itu benar-benar hanya terbatas pada Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Setelah itu, umat Islam bergejolak.
Hadis Palsu
Selanjutnya, benarkah bila bertasbih Rasulullah SAW menggunakan kerikil sebagaimana ada hadis yang berbunyi, "Rasulullah SAW bila bertasbih menggunakan batu kerikil."
Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani dalam kitabnya berjudul "Silsilatul-Ahaadiits adh-Dhaifah wal Maudhu'ah wa Atsaruhas-Sayyi' fil-Ummah" dan telah diterjemahkan AM Basamalah menjadi "Silsilah Hadits Dha'if dan Maudhu'" menyebut itu adalah hadis ini maudhu' atau palsu.
Baca juga: Tak Sedikit Umat Islam yang Mengingkari Mukjizat Rasulullah (1)
Hadis ini diriwayatkan oleh Abul Qasim al-Jarjani dalam kitabnya, Tarikhu Jarjan (halaman 68), dengan sanad dari Shalih bin Ali an-Naufali yang dikisahkan oleh Abdullah bin Muhammad bin Rabi'ah al-Quddami, dikisahkan oleh Ibnu Mubarak dari Sufyan ats-Tsauri, dari Sumayya, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah ra secara marfu'.
"Saya berpendapat bahwa riwayat ini maudhu' palsu' dan kelemahan penyakitnya adalah adanya al-Quddami --yang dinisbatkan kepada Qudamah bin Mazh'un-- yang termasuk ke dalam deretan perawi sanad tertuduh," ujar al-Albani.
Adz-Dzahabi dalam al-Mizan mengatakan, "Ia salah satu perawi dhaif, dan telah banyak meriwayatkan dari Malik riwayat yang penuh dengan penyakit."
Lebih jauh, adz-Dzahabi menyebutkan sederetan penyakit yang dibawa al-Quddami dalam kitab al-Lisan, seraya mengatakan, "Telah dinyatakan dhaif oleh Ibnu Adi dan ad-Daruquthni."
Ibnu Hibban juga mengatakan, "Orang ini terbukti telah banyak membolak-balik berita, di antaranya lebih dari seratus lima puluh riwayat dari Malik yang dibolak-baliknya. Demikian pula, ketika meriwayatkan dari Ibrahim bin Sa'ad, sebagian besar di antaranya juga dibolak-baliknya."
Lihat Juga :