Nikmat Allah Taala yang Wajib Disyukuri Menurut Al-Qur'an
Rabu, 10 Agustus 2022 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
4. Fathir (surat ke-35), yang dimulai dengan, "Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan untuk mengurus berbagai macam urusan (di dunia dan di akhirat), yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat."
Ayat ini adalah isyarat tentang nikmat-nikmat abadi yang akan dianugerahkan Allah kelak setelah mengalami hidup baru di akhirat.
Baca juga: Waspada, Tidak Bersyukur Adalah Tanda Kufur
Quraish Shihab menjelaskan setiap rincian yang terdapat dalam keempat kelompok nikmat yang dicakup oleh keempat surat di atas, menuntut syukur hamba-Nya baik dalam bentuk ucapan al-hamdulillah, maupun pengakuan secara tulus dari lubuk hati, serta mengamalkan perbuatan yang diridhai-Nya.
Dalam beberapa ayat lainnya disebut sekian banyak nikmat secara eksplisit, antara lain:
1. Kehidupan dan kematian. "Bagaimana kamu mengkufuri (tidak mensyukuri nikmat) Allah, padahal tadinya kamu tiada, lalu kamu dihidupkan, kemudian kamu dimatikan, lalu dihidupkan kembali. ( QS Al-Baqarah [2] : 28).
2. Hidayat Allah. "Hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur ( QS Al-Baqarah [2] : 185).
3. Pengampunan-Nya, antara lain dalam firman-Nya. "Kemudian setelah itu Kami maafkan kesalahanmu agar kamu bersyukur "( QS Al-Baqarah [2] : 52)
4. Pancaindera dan akal. "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati, supaya kamu bersyukur" ( QS An-Nahl [16] : 78).
5. Rezeki. "Dan diberinya kamu rezeki yang baik-baik agar kamu bersyukur". ( QS Al-Anfal [8] : 26).
6. Sarana dan prasarana antara lain. "Dan Dialah (Allah) yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging (ikan) yang segar darinya, dan kamu mengeluarkan dan lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dan karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur". ( QS An-Nahl [16] : 14) .
7. Kemerdekaan. "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atas kamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikannya kamu orang-orang yang merdeka (bebas dari penindasan Fir'aun)". ( QS Al-Maidah [5] : 20)
Ayat ini adalah isyarat tentang nikmat-nikmat abadi yang akan dianugerahkan Allah kelak setelah mengalami hidup baru di akhirat.
Baca juga: Waspada, Tidak Bersyukur Adalah Tanda Kufur
Quraish Shihab menjelaskan setiap rincian yang terdapat dalam keempat kelompok nikmat yang dicakup oleh keempat surat di atas, menuntut syukur hamba-Nya baik dalam bentuk ucapan al-hamdulillah, maupun pengakuan secara tulus dari lubuk hati, serta mengamalkan perbuatan yang diridhai-Nya.
Dalam beberapa ayat lainnya disebut sekian banyak nikmat secara eksplisit, antara lain:
1. Kehidupan dan kematian. "Bagaimana kamu mengkufuri (tidak mensyukuri nikmat) Allah, padahal tadinya kamu tiada, lalu kamu dihidupkan, kemudian kamu dimatikan, lalu dihidupkan kembali. ( QS Al-Baqarah [2] : 28).
2. Hidayat Allah. "Hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur ( QS Al-Baqarah [2] : 185).
3. Pengampunan-Nya, antara lain dalam firman-Nya. "Kemudian setelah itu Kami maafkan kesalahanmu agar kamu bersyukur "( QS Al-Baqarah [2] : 52)
4. Pancaindera dan akal. "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati, supaya kamu bersyukur" ( QS An-Nahl [16] : 78).
5. Rezeki. "Dan diberinya kamu rezeki yang baik-baik agar kamu bersyukur". ( QS Al-Anfal [8] : 26).
6. Sarana dan prasarana antara lain. "Dan Dialah (Allah) yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging (ikan) yang segar darinya, dan kamu mengeluarkan dan lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dan karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur". ( QS An-Nahl [16] : 14) .
7. Kemerdekaan. "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atas kamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikannya kamu orang-orang yang merdeka (bebas dari penindasan Fir'aun)". ( QS Al-Maidah [5] : 20)
Lihat Juga :