Nikmat Allah Taala yang Wajib Disyukuri Menurut Al-Qur'an
Rabu, 10 Agustus 2022 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
"Masih banyak lagi nikmat-nikmat lain yang secara eksplisit disebut oleh Al-Quran," ujar Quraish Shihab.
Baca juga: Inilah Balasan Bagi yang Pandai Bersyukur
Terulang 30 Kali
Dalam surat Ar-Rahman (surat ke-55), Al-Qur'an membicarakan aneka nikmat Allah dalam kehidupan dunia ini dan kehidupan akhirat kelak. Hampir pada setiap dua nikmat yang disebutkan. Quran mengulangi satu pertanyaan dengan redaksi yang sama yaitu, "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu ingkari?"
Pertanyaan tersebut terulang sebanyak 30 satu kali. Sementara ulama menganalisis jumlah itu dan mengelompokkannya untuk sampai pada suatu kesimpulan.
Delapan pertanyaan berkaitan dengan nikmat-nikmat Tuhan dalam kehidupan di dunia ini, antara lain nikmat pengajaran Al-Qur'an, pengajaran berekspresi, langit, bumi, matahari, lautan, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya.
Tujuh pertanyaan berkaitan dengan ancaman siksa neraka di akhirat nanti. Perlu diingat bahwa ancaman adalah bagian dari pemeliharaan dan pendidikan, serta merupakan salah satu nikmat Tuhan.
Delapan pertanyaan berkaitan dengan nikmat-nikmat Tuhan yang diperoleh dalam surga pertama.
Delapan pertanyaan berkaitan dengan nikmat-nikmat-Nya pada surga kedua.
Quraish Shihab mengatakan dari hasil pengelompokan demikian, para ulama menyusun semacam "rumus", yaitu siapa yang mampu mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang disebutkan dalam rangkaian delapan pertanyaan pertama--syukur seperti makna yang dikemukakan di atas-- maka ia akan selamat dari ketujuh pintu neraka yang disebut dalam ancaman dalam tujuh pertanyaan berikutnya. Sekaligus dia dapat memilih pintu-pintu mana saja dari kedelapan pintu surga, baik surga pertama maupun surga kedua, baik Surga (kenikmatan duniawi) maupun kenikmatan ukhrawi.
Baca juga: Tetap Harus Banyak Bersyukur Ketika Sedang Kesulitan
Baca juga: Inilah Balasan Bagi yang Pandai Bersyukur
Terulang 30 Kali
Dalam surat Ar-Rahman (surat ke-55), Al-Qur'an membicarakan aneka nikmat Allah dalam kehidupan dunia ini dan kehidupan akhirat kelak. Hampir pada setiap dua nikmat yang disebutkan. Quran mengulangi satu pertanyaan dengan redaksi yang sama yaitu, "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu ingkari?"
Pertanyaan tersebut terulang sebanyak 30 satu kali. Sementara ulama menganalisis jumlah itu dan mengelompokkannya untuk sampai pada suatu kesimpulan.
Delapan pertanyaan berkaitan dengan nikmat-nikmat Tuhan dalam kehidupan di dunia ini, antara lain nikmat pengajaran Al-Qur'an, pengajaran berekspresi, langit, bumi, matahari, lautan, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya.
Tujuh pertanyaan berkaitan dengan ancaman siksa neraka di akhirat nanti. Perlu diingat bahwa ancaman adalah bagian dari pemeliharaan dan pendidikan, serta merupakan salah satu nikmat Tuhan.
Delapan pertanyaan berkaitan dengan nikmat-nikmat Tuhan yang diperoleh dalam surga pertama.
Delapan pertanyaan berkaitan dengan nikmat-nikmat-Nya pada surga kedua.
Quraish Shihab mengatakan dari hasil pengelompokan demikian, para ulama menyusun semacam "rumus", yaitu siapa yang mampu mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang disebutkan dalam rangkaian delapan pertanyaan pertama--syukur seperti makna yang dikemukakan di atas-- maka ia akan selamat dari ketujuh pintu neraka yang disebut dalam ancaman dalam tujuh pertanyaan berikutnya. Sekaligus dia dapat memilih pintu-pintu mana saja dari kedelapan pintu surga, baik surga pertama maupun surga kedua, baik Surga (kenikmatan duniawi) maupun kenikmatan ukhrawi.
Baca juga: Tetap Harus Banyak Bersyukur Ketika Sedang Kesulitan
(mhy)
Lihat Juga :