Detik-Detik Ketika Umar bin Abdul Aziz Diangkat Jadi Khalifah
Selasa, 30 Juni 2020 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Makam Khalifah Umar bin Abdul Aziz Digali dan Dihancurkan
"Wahai anakku, aku ingin memejamkan mata barang sejenak karena sudah tak ada lagi tenaga tersisa," balas Umar bin Abdul Aziz.
"Apakah anda akan tidur sebelum mengembalikan hak orang-orang yang dizhalimi wahai amirul mukminin?" tanya Abdul Malik lagi.
Baca juga: Kisah Tabi’in Amir bin Abdillah At-Tamimi (1)
"Wahai anakku, aku telah begadang semalaman untuk mengurus pemakaman pamanmu Sulaiman, nanti jika telah datang waktu dhuhur aku akan salat bersama manusia dan aku akan kembalikan hak orang-orang yang dizalimi kepada pemiliknya, insya Allah," jawab Umar bin Abdul Aziz. (Baca juga: Tangis Si Kecil di Tengah Malam yang Mengaduk-aduk Perasaan Bunda )
"Siapa yang menjamin bahwa anda masih hidup hingga datang waktu dhuhur wahai amirul mukminin?" tanya Abdul Malik mengingatkan.
Kata-kata ini telah menggugah semangat Umar, hilanglah rasa kantuknya, kembalilah semua kekuatan dan tekad pada jasadnya yang telah lelah, beliau berkata : "Mendekatlah engkau nak!"
Baca juga: Di Kaki Ka'bah, Tatkala Khalifah Meminta Fatwa dari Bekas Budak
Lalu mendekatlah putra beliau kemudian beliau merangkul dan mencium keningnya sembari berkata : "Segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan dari tulang sulbiku seorang anak yang dapat membantu melaksanakan agamaku."
Kemudian beliau bangun dan memerintahkan untuk menyeru kepada manusia : "Barangsiapa yang merasa dizalimi hendaklah segera melapor." (Baca juga: Kisah Al-Ghafiqi, Terulangnya Tragedi Uhud yang Memilukan)
"Wahai anakku, aku ingin memejamkan mata barang sejenak karena sudah tak ada lagi tenaga tersisa," balas Umar bin Abdul Aziz.
"Apakah anda akan tidur sebelum mengembalikan hak orang-orang yang dizhalimi wahai amirul mukminin?" tanya Abdul Malik lagi.
Baca juga: Kisah Tabi’in Amir bin Abdillah At-Tamimi (1)
"Wahai anakku, aku telah begadang semalaman untuk mengurus pemakaman pamanmu Sulaiman, nanti jika telah datang waktu dhuhur aku akan salat bersama manusia dan aku akan kembalikan hak orang-orang yang dizalimi kepada pemiliknya, insya Allah," jawab Umar bin Abdul Aziz. (Baca juga: Tangis Si Kecil di Tengah Malam yang Mengaduk-aduk Perasaan Bunda )
"Siapa yang menjamin bahwa anda masih hidup hingga datang waktu dhuhur wahai amirul mukminin?" tanya Abdul Malik mengingatkan.
Kata-kata ini telah menggugah semangat Umar, hilanglah rasa kantuknya, kembalilah semua kekuatan dan tekad pada jasadnya yang telah lelah, beliau berkata : "Mendekatlah engkau nak!"
Baca juga: Di Kaki Ka'bah, Tatkala Khalifah Meminta Fatwa dari Bekas Budak
Lalu mendekatlah putra beliau kemudian beliau merangkul dan mencium keningnya sembari berkata : "Segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan dari tulang sulbiku seorang anak yang dapat membantu melaksanakan agamaku."
Kemudian beliau bangun dan memerintahkan untuk menyeru kepada manusia : "Barangsiapa yang merasa dizalimi hendaklah segera melapor." (Baca juga: Kisah Al-Ghafiqi, Terulangnya Tragedi Uhud yang Memilukan)
(mhy)
Lihat Juga :