Ikhlaskan Diri Tidak Berhaji Tahun Ini
Selasa, 14 April 2020 - 00:12 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Komisioner yang dipimpin Ketuanya H Slamet Effendi Yusuf (Alm) yang kemudian digantikan H Samidin Nashir didampingi Wakil Ketua H Imam Addaruqutni dan H Agus Priyanto beserta para Anggota KPHI H Samsul Maarif, H Thoha, H Ahmed, Hj Lilien melihat belakangan persiapan kesehatan semakin menurun, sehingga terlihat nyata angka resiko tinggi meningkat terus dari awalnya di tahun 2013 dibawah 30%, kini mencapai hampir 70%.
"Disebut resiko tinggi jika berusia di atas 60 tahun, atau karena penyakit kronis seperti penyakit jantung, penyakit paru, diabetes, penyakit ginjal dan kanker. Artinya dari 210.000 calon jamaah, ada 70% atau sekitar 150.000 jamaah dalam status risiko tinggi," sebut dokter yang juga mantan Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) 2013-2019.
KPHI sudah rekomendasi agar status kesehatan calon jamaah haji dinyatakan sebagai Istithoah (kemampuan kesehatan dan kemandirian secara fisik untuk mampu melakukan ibadah). Namun sangat disayangkan standar istithoah yang kemudian dituangkan kedalam Permenkes No 15 Tahun 2016 dan Permenkes No 62 Tahun 2016 belum dilaksanakan dengan seksama.
Nyaris semua jamaah yang diwawancarai KPHI hanya diperiksa kesehatannya 1-2 kali jelang keberangkatan. Tingginya jumlah penyakit jantung dan paru sebagai penyebab kematian dapat diperburuk dengan adanya infeksi virus Covid-19 yang merusak jaringan paru.
Gambaran Calon Jamaah Haji Tahun 2020
Dari situs informasi haji diketahui bahwa jamaah tahun ini berjumlah 210.000 sampai 221.000 jamaah. Menyediakan kuota bagi jamaah usia 65-95 tahun sebanyak 1% dari kuota nasional, yaitu 2.024 orang.
Jumlah jamaah usia di atas 60 tahun sebanyak sekitar 53.000 orang dari 210.000 jamaah atau sekitar 25%. Di dalamnya termasuk hampir 5.000 orang berusia di atas 75 tahun.
Ada kebijakan terbaru tidak merekomendasikan adanya pendamping keluarga, kecuali jika ada sisa kuota. Pengalaman KPHI jamaah usia lanjut ini sering mengalami sesat pulang (tidak tahu jalan pulang, sehingga hilang beberapa hari sebelum ditemukan dalam keadaan menyedihkan, atau sebagian lagi banyak masuk ruang isolasi karena mengalami lupa/demensia dan kadang gangguan jiwa.
"Jika melihat daftar jamaah berdasarkan usia, tampak jumlah jamaah berusia di atas 40 tahun sekitar 180.000-an atau 85,7 %, inilah risiko tinggi virus Covid-19," jelas Dokter Abidinsyah.
Ikhlaskan Diri Tidak Berhaji Tahun Ini
Melihat perjalanan penyakit infeksi virus Covid-19 yang masih aktif dan grafik sebaran dan kematiannya masih menjulang ke atas. Para ahli memperkirakan setelah Juni 2020 baru mulai memasuki fase grafik datar, dan Juli mulai menurun. Indonesia bukan tidak mungkin sedikit lebih lambat.
Banyak negara sudah bekerja cegah Covid-19 sejak Januari. Sedangkan kita baru mulai ambil langkah pada bulan Maret. Dan mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada awal April 2020, itupun baru Kota Jakarta, padahal ada 5-7 wilayah/provinsi lain yang potensial menjadi episentrum baru. Apalagi jika kebijakan mudik tidak tegas pelarangannya.
"Disebut resiko tinggi jika berusia di atas 60 tahun, atau karena penyakit kronis seperti penyakit jantung, penyakit paru, diabetes, penyakit ginjal dan kanker. Artinya dari 210.000 calon jamaah, ada 70% atau sekitar 150.000 jamaah dalam status risiko tinggi," sebut dokter yang juga mantan Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) 2013-2019.
KPHI sudah rekomendasi agar status kesehatan calon jamaah haji dinyatakan sebagai Istithoah (kemampuan kesehatan dan kemandirian secara fisik untuk mampu melakukan ibadah). Namun sangat disayangkan standar istithoah yang kemudian dituangkan kedalam Permenkes No 15 Tahun 2016 dan Permenkes No 62 Tahun 2016 belum dilaksanakan dengan seksama.
Nyaris semua jamaah yang diwawancarai KPHI hanya diperiksa kesehatannya 1-2 kali jelang keberangkatan. Tingginya jumlah penyakit jantung dan paru sebagai penyebab kematian dapat diperburuk dengan adanya infeksi virus Covid-19 yang merusak jaringan paru.
Gambaran Calon Jamaah Haji Tahun 2020
Dari situs informasi haji diketahui bahwa jamaah tahun ini berjumlah 210.000 sampai 221.000 jamaah. Menyediakan kuota bagi jamaah usia 65-95 tahun sebanyak 1% dari kuota nasional, yaitu 2.024 orang.
Jumlah jamaah usia di atas 60 tahun sebanyak sekitar 53.000 orang dari 210.000 jamaah atau sekitar 25%. Di dalamnya termasuk hampir 5.000 orang berusia di atas 75 tahun.
Ada kebijakan terbaru tidak merekomendasikan adanya pendamping keluarga, kecuali jika ada sisa kuota. Pengalaman KPHI jamaah usia lanjut ini sering mengalami sesat pulang (tidak tahu jalan pulang, sehingga hilang beberapa hari sebelum ditemukan dalam keadaan menyedihkan, atau sebagian lagi banyak masuk ruang isolasi karena mengalami lupa/demensia dan kadang gangguan jiwa.
"Jika melihat daftar jamaah berdasarkan usia, tampak jumlah jamaah berusia di atas 40 tahun sekitar 180.000-an atau 85,7 %, inilah risiko tinggi virus Covid-19," jelas Dokter Abidinsyah.
Ikhlaskan Diri Tidak Berhaji Tahun Ini
Melihat perjalanan penyakit infeksi virus Covid-19 yang masih aktif dan grafik sebaran dan kematiannya masih menjulang ke atas. Para ahli memperkirakan setelah Juni 2020 baru mulai memasuki fase grafik datar, dan Juli mulai menurun. Indonesia bukan tidak mungkin sedikit lebih lambat.
Banyak negara sudah bekerja cegah Covid-19 sejak Januari. Sedangkan kita baru mulai ambil langkah pada bulan Maret. Dan mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada awal April 2020, itupun baru Kota Jakarta, padahal ada 5-7 wilayah/provinsi lain yang potensial menjadi episentrum baru. Apalagi jika kebijakan mudik tidak tegas pelarangannya.
Lihat Juga :