Hadis-Hadis Palsu dan Dhaif tentang Cinta Allah Taala

Rabu, 17 Agustus 2022 - 13:25 WIB
loading...
Hadis-Hadis Palsu dan...
Ada beberapa hadis palsu terkait cinta Allah taala. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani menyebut sejumlah hadis palsu atau maudhu dan dhaif terkait cinta Allah SWT. Salah satu hadis itu berbunyi, "Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang mukmin, yang tertimpa fitnah, yang banyak bertobat."

Hadis ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad dalam Zawa'id al-Musnad, dengan nomor 605, dan 810, juga oleh Abu Naim dalam kitab al-Haliyyah III /178-179, dengan sanad dari Abi Abdillah Musalmali ar-Razi, dari Abi Amr al-Bajali, dari Abdul Malik bin Sufyan ats-Tsaqafi.

Baca juga: 4 Hadis Palsu tentang Dunia Menurut Syaikh Al-Albani

Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani dalam kitabnya berjudul "Silsilatul-Ahaadiits adh-Dhaifah wal Maudhu'ah wa Atsaruhas-Sayyi' fil-Ummah" dan telah diterjemahkan A.M. Basamalah menjadi "Silsilah Hadits Dha'if dan Maudhu'" menyebut hadis ini maudhu'.

"Sanad ini maudhu'. Dalam biograftnya, Abu Abdillah ar-Razi tidak dikenal sebagai perawi," ujar al-Albani mengutip pernyataan Ibnu Hajar.

Sedangkan Abu Amr al-Bajali adalah Ubaidah. Ibnu Hibban berkata, "Tidak dibenarkan riwayatnya untuk dijadikan dalil." Kemudian Abdul Malik bin Sufyan telah dinyatakan oleh al-Husaini sebagai perawi majhul (tak dikenal). Pernyataaan al-Husaini dibenarkan oleh al-Iraqi.

Sedangkan hadis yang berbunyi "Sesungguhnya Allah mencintai pemuda yang bertobat", menurut al-Albani sebagai hadis dha'if.

Al-Iraqi sebagaimana dikutip al-Albani berkata dalam at-Takhrij IV/4-5, "Telah diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya dalam kitab at-Taubah dan Abu Syekh dalam kitab ats-Tsawab, dari hadits Anas bin Malik dengan sanad yang dha'if."

Baca juga: Berikut Ini Hadis Dha'if Mengenai Kiamat dan Hadis Palsu tentang Al-Mahdi

Hadis lainnya tentang cinta Allah yang juga maudhu berbunyi: "Sesungguhnya Allah mencintai pemuda yang menghabiskan masa mudanya dalam ketaatan kepada Allah."

Telah diriwayatkan oleh Abu Naim V/360 dari sanad Muhammad bin Fadhl bin Athiyah, dari Salim al-Afthas, dari Umar bin Abdul Aziz, dari Abdullah bin Umar r.a.

Al-Albani mengatakan hadis tersebut maudhu'. "Sanad hadis ini adalah maudhu' sebab Muhammad bin Fadhl adalah pendusta. Inilah kelemahan hadis ini," katanya.

"Saya khawatir sanadnya terputus antara Umar bin Abdul Aziz dengan Abdullah bin Umar ra, sebab pada saat Abdullah bin Umar wafat, usia Umar bin Abdul Aziz baru sekitar tiga belas tahun," ujar al-Albani.

Hadis palsu lainnya berbunyi, "Sesungguhnya Allah mencintai orang yang beribadah dan bersih."

Hadis ini telah diriwayatkan oleh al-Khatib dalam at-Tarikh II/11-12, dari sanad Abdullah bin Ibrahim al-Ghiffari, dari al-Munkadir bin Muhammad, dari ayahnya, dari Jabir.

"Sanad tersebut adalah maudhu', sebab al-Ghiffari tertuduh suka memalsu riwayat," ujar al-Albani.

Baca juga: 5 Hadis Palsu Tentang Cincin Akik Menurut Al-Albani

Selanjutnya, hadis yang berbunyi, "Kebaikan orang yang banyak berbakti sama dengan kejelekan orang-orang muqarrabin (didekatkan Allah)", disebut al-Albani sebagai hadis bayi, tidak tidak ada sumbernya.

Hadis tersebut telah diriwayatkan oleh al-Ghazali dalam Ihya IV/44, dengan redaksi: "Telah berkata orang-orang yang benar dan seterusnya."

As-Subuki berkata, "Tidak diketahui siapakah yang dimaksud oleh al-Ghazali sebagai orang-orang yang benar."

Menurut saya, barangkali al-Ghazali tidak bermaksud menyatakannya sebagai hadis. Karena itu, al-Iraqi tidak menyebutkannya dalam kitabnya Takhriij Ahadits al Ihya, namun hanya mengisyaratkan bahwa pernyataan al-Ghazali itu adalah dari ucapan Abi Said al-Kharaz, seorang sufi.

"Menurut hemat saya, makna riwayat tersebut tidak benar, sebab bagaimanapun juga yang namanya kebaikan tidak mungkin akan berubah menjadi kekejian, siapapun yang melakukannya," ujar al-Albani.

Hanya saja, katanya lagi, sesuatu amal akan berbeda hasil dan bentuknya jika si pelaku berbeda. "Itu pun dalam hal amal yang mubah (dibolehkan) dan tidak ada pujian ataupun celaan. Wallahu a'lam," demikian al-Albani.

Baca juga: Kisah Penebar Hadis Palsu di Zaman Imam Ahmad bin Hanbal
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kepercayaan Bulan Safar...
Kepercayaan Bulan Safar Membawa Sial, Termasuk Khurafat? Ini Penjelasannya
Inilah Hadis Tentang...
Inilah Hadis Tentang Keutamaan Hari Arafah, Simak Penjelasannya di Sini!
Beragam Cara Allah Taala...
Beragam Cara Allah Ta'ala Menegur Hamba-Nya, Simak di Sini Saja!
8 Sikap yang Bisa Mendatangkan...
8 Sikap yang Bisa Mendatangkan Cinta Allah SWT, Kaum Muslimah Wajib Tahu!
Palestina dalam Kisah-kisah...
Palestina dalam Kisah-kisah Hadis Rasulullah SAW
10 Sebab Datangnya Cinta...
10 Sebab Datangnya Cinta Allah Ta'ala, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Medan Magnet Bumi Terdeteksi...
Medan Magnet Bumi Terdeteksi Rusak, NASA Ingatkan akan Ada Bencana
Ini Penyebab Lautan...
Ini Penyebab Lautan Pertama di Bumi Tidak Berwarna Biru
Korelasi antara Al-Quran...
Korelasi antara Al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan Menurut Quraish Shihab
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved