Rasulullah SAW Membaca Surat As-Sajdah dan Al-Insan saat Sholat Subuh di Hari Jumat

loading...
Rasulullah SAW Membaca Surat As-Sajdah dan Al-Insan saat Sholat Subuh di Hari Jumat
Sholat subuh di Masjidil Haram: Pada saat sholat subuh di hari Jumat Rasulullah membaca surat As-Sjadah dan al-Ihsan. Foto/Ilustrasi: Ist
Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca Alif Lam Mim Sajdah , yaitu surat ke-32, dan surat al-Insan , yaitu surat ke 76, di dalam sholat subuh pada hari Jum’at. Hal ini dikisahkan oleh sebagian sahabat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الجُمُعَةِ فِي صَلاَةِ الفَجْرِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ»

Dari Abu Hurairah ra dia berkata, “Adalah Nabi SAW pada hari Jum’at dalam sholat Fajar (subuh) biasa membaca Alif Lam Mim Tanzîl as-Sajdah dan Hal ata ‘alal insani hinum minad dahri”. [HR Al-Bukhâri, no. 891 dan 1068]

Ibnu Abbas juga mengatakan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، ” أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ، يَوْمَ الْجُمُعَةِ: الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةِ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ، وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْجُمُعَةِ سُورَةَ الْجُمُعَةِ، وَالْمُنَافِقِينَ “.

Dari Ibnu Abbasra, “Bahwa Nabi SAW ketika sholat Fajar (subuh) di hari jum’at biasa membaca: Alif Lam Mim Tanzil as-Sajdah dan Hal ata ‘alal insani hinum minad dahri. Dan bahwa Nabi SAW biasa membaca dalam sholat Jumat surat al-Jum’at dan al-Munafiqun”. [HR Muslim, no. 879]

Baca juga: Keutamaan Membaca Surat Al-Waqiah Setelah Sholat Subuh

Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitabnya "Fathul Bari" mengomentari hadis ini mengatakan dalam hadis ini terdapat dalil disukainya (yang berisi anjuran) membaca dua surat ini dalam sholat subuh pada hari Jumat.

Menurut Ibnu Hajar, karena bentuk kalimat menunjukkan dan mengisyaratkan bahwa Nabi SAW melakukannya secara rutin atau beliau sering melakukannya.

Bahkan terdapat riwayat dari hadits Ibnu Mas’ud ra yang menyatakan secara terang benderang tentang beliau yang rutin melakukannya. Hadis itu diriwayatkan oleh ath-Thabrani dengan lafazh: “Beliau terus-menerus melakukannya”.

Riwayat ini asalnya ada dalam Sunan Ibnu Majah dengan tanpa tambahan ini. Para perawinya tsiqât (terpercaya), namun Abu Hâtim menyatakan bahwa yang benar hadisnya mursal.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam "Majmu’ Fatawa" menyebut hikmah membaca dua surat tersebut adalah karena dalam kedua surat ini disebutkan beberapa peristiwa yang terjadi pada hari Jumat, baik di masa lalu dan di masa datang, misalnya penciptaan Nabi Adam as, terjadinya kiamat dan peristiwa-peristiwa yang mengiringinya.

Pembacaan dua surat ini di pagi hari Jumat adalah sebagai tadzkir, sebagai pengingat umat akan apa yang telah dan akan terjadi pada hari Jumat. Inilah maksud utamanya.

Baca juga: Kerugian-kerugian Ketika Meninggalkan Sholat Subuh
(mhy)
preload video