alexametrics

Indahnya Islam, Ajarannya Tidak Melanggar Fitrah Manusia

loading...
Indahnya Islam, Ajarannya Tidak Melanggar Fitrah Manusia
Empat sumber hukum Islam yaitu Al-Quran, Hadits Nabi, Ijma ulama dan Qiyas. Keempatnya merupakan syariat Islam yang dijadikan sebagai pedoman kehidupan. Foto Ilustrasi/Ist
Islam merupakan agama universal yang diturunkan untuk umat manusia. Allah Ta'ala memilih seorang Rasul (Muhammad SAW) yang berasal dari kalangan manusia sehingga ajaran yang dibawanya pun adalah ajaran yang cocok dan sesuai fitrah manusia.

Ustaz Ahmad Zarkasih Lc (pengajar rumah Fiqih Indonesia) dalam bukunya "Manusia Yang Tidak Seperti Manusia" mengemukakan bahwa tidak satu pun ajaran Islam yangmelanggar fitrah manusia. Semua yang diperintah Allah Ta'ala dan dicontohkan oleh Rasulnya-Nya semuanya berjalan selaras dengan kecenderungan yang ada pada manusia. (Baca Juga: Prof Haedar: Islam Agama Pencerahan yang Terangi Jiwa, Hati, dan Pikiran)

"Apapun yang dilakukan seorang muslim yang bertentangan dengan nalar kemanusiaan, atau menjurus kepada hal yang membahayakan diri sebagai manusia, itu pasti dilarang oleh syariat," kata Ustaz Ahmad Zarkasih.



Buktinya, kita bisa dapati dalam sebuah hadis yang masyhur, ada beberapa orang datang kepada Rasulullah SAW untuk bersaksi atas dedikasi dirinya dalam ibadah kepada Allah Ta'ala, namun Nabi tidak merestuinya.

Dari Anas bin Malik RA, beliau berkata: "Ada 3 kelompok yang mendatangi rumah istri-istri Nabi SAW guna bertanya tentang bagaimana ibadahnya Nabi SAW. Ketika mereka dikabari tentang bagaimana ibadahnya Nabi, mereka merasa malu dan terpukul, sampai akhirnya mereka berkata: "Kita ini siapa jika dibandingkan dengan Nabi SAW? kita tidak ada apa-apanya. Padahal beliau sudah diampuni dosanya, yang lalu dan juga yang akan datang".

Kemudian salah seorang di antara mereka berucap: "Kalau gitu, untuk menyamai Rasulullah SAW dalam ibadahnya, saya akan terus-terusan salat malam tanpa tidur". Yang lain berkata:"Kalau begitu saya akan puasa setiap hari, tak pernah berbuka". Yang lain lagi berkata: "Kalau begitu saya tidak akan menikah selamanya". (Baca Juga: Kenapa Nabi Muhammad Jadi Contoh? Ternyata Ini Alasannya)

Akhirnya Rasulullah SAW datang lalu berkata: "Wahaikalian yang berkata ini dan itu. Ketahuilah bahwa aku adalah orang yang paling takwa di antara kalian. Akan tetapi -setakwa-takwanya aku-, aku (kalau malam) salat juga tidur. (kalau siang) aku puasa, tapi juga kadang berbuka. Dan aku menikahi wanita. Siapa yang menolak sunnahku, maka ia bukan dari golongan ku". (Muttafaqun 'Alayh)

Kata Ustaz Admad Zarkasih, hadis di atas cukup menjadi bukti bahwa syariat Islam tidak akan mengeluarkan kita dari sisi kemanusiaan. Dalam mencari jodoh misalnya, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa aspek-aspek yang bisa dipertimbangkan dalam mencari jodoh adalah kekayaan, kecantikan, keturusan terhormat danagama. Dari 4 aspek itu, 3 aspek adalah hal-hal yangmenjadi kecenderungan dasar orang sebagai manusia yang ebrnafsu. Karena tidak masalah mencari jodoh sebab kaya, cantik dan juga keturunan orang terhormat. Karena memang itulah yang menusia mau.

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya. Perhatikanlah agamanya kamu akan selamat". (HR. Al-Bukhari Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa ada beberapa pertimbangan yang biasa dijadikan patokan oleh kebanyakan orang dalam mencari jodoh, dan itu legal. Alias tdak salah. Itu juga yang menjadi padangan Imam Nawawi, salah satu ulama kenamaan Mazhab Syafi'iyyah.

Ketika beliau mengomentari hadis di atas dalam Kitabnya Syarhu Al-Nawawi 'ala Muslim: "Rasulullah SAW dalam hadisnya yang cukup masyhur. Yang benar pada makna hadis ini adalah bahwa Nabi sedang memberi tahu kepada kita tentang apa yang biasanya dijadikan mertimbangan oleh kebanyakan orang. Bahwa mereka sangat mempertimbangan 4 hal tersebut. Dan yang terakhir dalam pertimbangan mereka adalah agama. Maka perhatikanlah betul-betul soal agama wahai para pencari jodoh. Dan ini (4 pertimbangan) bukan berarti perintah (dari Nabi SAW). (Baca Juga: Ketidakadilan Hukum Membuat Rasulullah Marah)
(rhs)
cover top ayah
فِىۡ قُلُوۡبِهِمۡ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًا ‌ۚ وَّلَهُمۡ عَذَابٌ اَلِيۡمٌۙۢ بِمَا كَانُوۡا يَكۡذِبُوۡنَ‏
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.

(QS. Al-Baqarah:10)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak