Jalan Gunung: Ahli Logika Cenderung Buram Matanya, Benarkah?

Rabu, 01 Juli 2020 - 06:15 WIB
loading...
Jalan Gunung: Ahli Logika...
Si Bohong kebetulan tidak memperhatikan bahwa dia tak punya perahu: kalau ia tahu, tentu akan disuruhnya lewat sungai. Foto/Ilustrasi/Pinterest
A A A
"Orang-orang menganggap kemampuan dan berkah para Sufi sulit dipercaya. Tetapi, orang-orang semacam itu tidak memiliki pengetahuan tentang kepercayaan yang sebenarnya. Mereka mempercayai segala hal yang tidak benar karena kebiasaan atau karena diberitahu oleh penguasa." (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Waktu, Tempat, dan Orang)

"Kepercayaan yang sebenarnya merupakan sesuatu yang lain. Mereka yang mampu memiliki kepercayaan yang sebenarnya adalah yang pernah mengalami sesuatu. Ketika mereka telah mengalami kemampuan dan berkah yang sekadar dikabarkan tidak ada artinya bagi mereka." (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Berharga dan Tak Berharga )

Kata-kata tersebut, menurut Sayed Shah (Qadiri, wafat tahun 1854) kadang-kadang mengawali kisah 'Jalan Gunung'.
Berikut adalah kisah 'Jalan Gunung' yang dimaksud. Kisah ini dinukil dari Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi yang diterjemahkan oleh Ahmad Bahar dari Idries Shah , Tales of The Dervishes.

Baca juga: Tiga Nasihat Berharga dari Burung yang Tertangkap

Jalan Gunung
Pada suatu hari, seorang yang cerdas, sarjana yang pikirannya terlatih, datang ke sebuah desa. Ia berikhtiar membandingkan, sebagai latihan dan pendalaman ilmunya, pandangan yang berbeda-beda yang mungkin ada di desa itu. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Raja Ingin Menjadi Dermawan )

Ia mendatangi sebuah penginapan dan bertanya kepada seorang yang paling jujur dan yang paling bohong di desa itu. Orang-orang di penginapan itu sepakat bahwa orang yang bernama Kazzab adalah pembohong terbesar, dan Rastgu adalah orang yang paling jujur. Secara bergantian ia pun menemui keduanya, dan mengajukan pertanyaan sederhana, "Jalan manakah yang terbaik untuk sampai ke desa tetangga?"

Rastgu Si Jujur berkata, "Jalan gunung."

Kazzab Si Pembohong juga berkata, "Jalan gunung." (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Orang Berjalan di Atas Air )

Jawaban tersebut membingungkan musafir itu.

Maka, ia pun bertanya kepada orang-orang lain, penduduk desa biasa. Ada yang berkata, "Lewat sungai"; yang lain, "lewat padang."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rahasia dan Hikmah Hujan...
Rahasia dan Hikmah Hujan Menurut Islam, Begini Penjelasannya
Kisah Hikmah : Rumah...
Kisah Hikmah : Rumah dan Tamunya yang Mencari Jalan
Kisah Hikmah : Roti...
Kisah Hikmah : Roti dan Permata, Ketika Takdir Telah Campur Tangan
5 Keutamaan dan Hikmah...
5 Keutamaan dan Hikmah Salat Berjamaah bagi Umat Islam
Rekomendasi
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan Menunjukan Adanya Lautan Tersembunyi di Tata Surya
Fenomena Langka, Langit...
Fenomena Langka, Langit Australia Berubah Menjadi Merah Muda
Runtuhan Magnetar Bakal...
Runtuhan Magnetar Bakal Timbulkan Percikan Cahaya di Langit
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved