5 Syarat Agar Doa Terkabul, Nomor 3 Makanan dan Pakaian Harus Halal
Rabu, 24 Agustus 2022 - 18:57 WIB
loading...
A
A
A
“Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu, selagi tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan: Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan“. (Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim)
Ibnu Hajar dalam "Fathul Bari" mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi SAW: “Saya berdoa tetapi tidak dikabulkan”, Ibnu Baththaal berkata bahwa seseorang bosan berdoa lalu meninggalkannya, seakan-akan mengungkit-ungkit dalam doanya atau mungkin dia berdoa dengan baik sesuai dengan syaratnya, tetapi bersikap bakhil dalam doanya dan menyangka Alllah tidak mampu mengabulkan doanya, padahal Dia Dzat Yang Maha Mengabulkan doa dan tidak pernah habis pemberian-Nya.
Syaikh Al-Mubarak Furi dalam Mir’atul Mafatih juga mengaakan bahwa Imam Al-Madzhari berkata:
"Barangsiapa yang bosan dalam berdoa, maka doanya tidak terkabulkan sebab doa adalah ibadah baik dikabulkan atau tidak, seharusnya seseorang tidak boleh bosan beribadah."
"Tertundanya permohonan boleh jadi belum waktunya doa tersebut dikabulkan karena segala sesuatu telah ditetapkan waktu terjadinya, sehingga segala sesuatu yang belum waktunya tidak akan mungkin terjadi, atau boleh jadi permohonan tersebut tidak terkabulkan dengan tujuan Allah mengganti doa tersebut dengan pahala. Boleh jadi juga doa tersebut tertunda pengabulannya agar orang tersebut rajin berdoa sebab Allah sangat senang terhadap orang yang rajin berdoa. Doa memperlihatkan sikap rendah diri, menyerah dan merasa membutuhkan Allah."
"Orang sering mengetuk pintu akan segera dibukakan pintu dan begitu pula orang yang sering berdoa akan segera dikabulkan doanya. Maka seharusnya setiap kaum Muslimin tidak boleh meninggalkan berdoa."
Baca juga: Adab Berdoa yang Jarang Diperhatikan
Kelima, hendaknya berdoa dengan hati yang khusyu’ dan yakin bahwa doanya pasti akan dikabulkan. Hal ini sesuai dengan hadis dari Abdullah bin Amr bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Hati itu laksana wadah dan sebahagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya, maka apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai“. (Musnad Ahmad 2/177, Mundziri dalam kitab Targhib 2/478, Al-Haitsami dalam Majma Zawaid 10/148)
Syaikh Al-Mubarak Furi mengaakan bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi, ”dan kalian yakin akan dikabulkan”, adalah pengharusan artinya berdoalah sementara kalian bersikap dengan sifat yang menjadi penyebab terkabulnya doa.
Imam Al-Madzhari mengatakan bahwa hendaknya orang yang berdoa merasa yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya sebab sebuah doa tertolak mungkin disebabkan yang diminta tidak mampu mengabulkan atau tidak ada sifat dermawan atau tidak mendengar terhadap doa tersebut, sementara kesemuanya sangat tidak layak menjadi sifat Allah.
Allah adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Maha Tahu dan Maha Kuasa yang tidak menghalangi doa hamba-Nya. Jika seorang hamba tahu bahwa Allah tidak mungkin menghalangi doa hamba-Nya, maka seharusnya kita berdoa kepada Allah dan merasa yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah.
Sedangkan yang dimaksud dengan sabda Nabi, “dari hati yang lalai” adalah hati yang berpaling dari Allah atau berpaling dari yang dimintanya.
Baca juga: 2 Waktu Paling Utama Saat Berdoa
Ibnu Hajar dalam "Fathul Bari" mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi SAW: “Saya berdoa tetapi tidak dikabulkan”, Ibnu Baththaal berkata bahwa seseorang bosan berdoa lalu meninggalkannya, seakan-akan mengungkit-ungkit dalam doanya atau mungkin dia berdoa dengan baik sesuai dengan syaratnya, tetapi bersikap bakhil dalam doanya dan menyangka Alllah tidak mampu mengabulkan doanya, padahal Dia Dzat Yang Maha Mengabulkan doa dan tidak pernah habis pemberian-Nya.
Syaikh Al-Mubarak Furi dalam Mir’atul Mafatih juga mengaakan bahwa Imam Al-Madzhari berkata:
"Barangsiapa yang bosan dalam berdoa, maka doanya tidak terkabulkan sebab doa adalah ibadah baik dikabulkan atau tidak, seharusnya seseorang tidak boleh bosan beribadah."
"Tertundanya permohonan boleh jadi belum waktunya doa tersebut dikabulkan karena segala sesuatu telah ditetapkan waktu terjadinya, sehingga segala sesuatu yang belum waktunya tidak akan mungkin terjadi, atau boleh jadi permohonan tersebut tidak terkabulkan dengan tujuan Allah mengganti doa tersebut dengan pahala. Boleh jadi juga doa tersebut tertunda pengabulannya agar orang tersebut rajin berdoa sebab Allah sangat senang terhadap orang yang rajin berdoa. Doa memperlihatkan sikap rendah diri, menyerah dan merasa membutuhkan Allah."
"Orang sering mengetuk pintu akan segera dibukakan pintu dan begitu pula orang yang sering berdoa akan segera dikabulkan doanya. Maka seharusnya setiap kaum Muslimin tidak boleh meninggalkan berdoa."
Baca juga: Adab Berdoa yang Jarang Diperhatikan
Kelima, hendaknya berdoa dengan hati yang khusyu’ dan yakin bahwa doanya pasti akan dikabulkan. Hal ini sesuai dengan hadis dari Abdullah bin Amr bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Hati itu laksana wadah dan sebahagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya, maka apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai“. (Musnad Ahmad 2/177, Mundziri dalam kitab Targhib 2/478, Al-Haitsami dalam Majma Zawaid 10/148)
Syaikh Al-Mubarak Furi mengaakan bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi, ”dan kalian yakin akan dikabulkan”, adalah pengharusan artinya berdoalah sementara kalian bersikap dengan sifat yang menjadi penyebab terkabulnya doa.
Imam Al-Madzhari mengatakan bahwa hendaknya orang yang berdoa merasa yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya sebab sebuah doa tertolak mungkin disebabkan yang diminta tidak mampu mengabulkan atau tidak ada sifat dermawan atau tidak mendengar terhadap doa tersebut, sementara kesemuanya sangat tidak layak menjadi sifat Allah.
Allah adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Maha Tahu dan Maha Kuasa yang tidak menghalangi doa hamba-Nya. Jika seorang hamba tahu bahwa Allah tidak mungkin menghalangi doa hamba-Nya, maka seharusnya kita berdoa kepada Allah dan merasa yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah.
Sedangkan yang dimaksud dengan sabda Nabi, “dari hati yang lalai” adalah hati yang berpaling dari Allah atau berpaling dari yang dimintanya.
Baca juga: 2 Waktu Paling Utama Saat Berdoa
(mhy)
Lihat Juga :