Kisah Abdul Malik, Sang Bintang dari 15 Bersaudara

Rabu, 01 Juli 2020 - 09:00 WIB
loading...
Kisah Abdul Malik, Sang...
Abdul Malik adalah bintang di antara saudara-saudaranya. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Khalifah Umar bin Abdul Aziz (684-720 M) adalah sosok pemimpin yang saleh, bijaksana, dan dekat dengan rakyatnya. Sosoknya sangat melegenda hingga beliau dijuluki Khulafaur Rasyidin kelima.

Beliau lahir tahun 63 Hijrah (684 M) dan wafat tahun 101 Hijriyah (720 M). Ayahnya bernama Abdul Aziz, putra Khalifah Marwan bin al-Hakam yang merupakan sepupu Khalifah 'Utsman bin 'Affan RA . Ibunya adalah Laila, cucu Khalifah Umar bin Khattab RA .

Umar bin Abdul Aziz memiliki 3 istri dengan 15 anak, tiga diantaranya adalah perempuan. Istri pertama Fatimah. Beliau adalah putri 'Abdul Malik bin Marwan, khalifah yang berkuasa pada 685 – 705. Istri kedua, Lamis binti 'Ali dan ketiga Ummu 'Utsman binti Syu'aib. (Baca juga: Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan Putranya Saat Merayakan Hari Raya )

Sedangkan putra Umar bin Abdul Aziz adalah 'Abdul Malik, 'Abdul 'Aziz, 'Abdullah, Ibrahim, Ishaq, Ya'qub, Bakar, Al-Walid, Musa, 'Ashim, Yazid, Zaban, dan 'Abdullah. Sementara putrinya adalah Aminah, Ummu Ammar, dan Ummu 'Abdullah. (Baca juga: Detik-Detik Ketika Umar bin Abdul Aziz Diangkat Jadi Khalifah )

Menurut Dr Abdurrahman Ra'fat Basya dalam "Mereka adalah Para Tabiin" , putra-putri Umar bin Abdul Aziz memiliki prestasi dalam hal takwa dan tingkat kesalehannya. Akan tetapi Abdul Malik bagaikan inti kalung di antara saudara-saudaranya, atau seperti bintang di tengah-tengah mereka. Beliau adalah orang yang sopan, mahir dan cerdas.

Baca juga: Kisah Umar bin Abdul Aziz dan Padamnya Lampu Istana

Beliau tumbuh dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala sejak memasuki usia remaja. Abdul Malik paling mirip dengan Abdullah bin Umar di antara seluruh keturunan Al-Khathab. Khususnya dalam hal ketakwaan, rasa takutnya bermaksiat dan taqarrubnya kepada Allah dengan ketaatan.

Baca juga: Kisah Tabiin Cerdas Iyas Bin Mu’awiyah Al-Muzanni

Tentang Abdul Malik, orang-orang berkata: "Sesungguhnya dialah yang memberikan motivasi kepada ayahnya hingga menjadi seorang ahli ibadah dan dia pula yang membimbing ayahnya menempuh jalan zuhud."

'Ashim sepupu Abdul Malik bercerita: "Aku tiba di Damaskus dan menginap di rumah putra pamanku Abdul Malik yang ketika itu masih bujang. Kami salat Isya' dan setelah itu masing-masing masuk ke kamar tidurnya. Lalu Abdul Malik mendekati lampu dan memadamkannya. Kamipun telah merasa kantuk. Ketika aku bangun di tengah malam dan ternyata Abdul Malik tengah berdiri salat dalam kegelapan, sedangkan ia mambaca firman Allah subhanahu wa ta'ala:

أَفَرَأَيْتَ إِنْ مَتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ
ثُمَّ جَاءَهُمْ مَا كَانُوا يُوعَدُونَ
مَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يُمَتَّعُونَ

"Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun. Kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya." (QS. Asy-Syu'ara' : 205-207).

Baca juga: Guru Yahudi Ini Anggap di Surga Itu Aneh, Makan Tapi Tidak Buang Air Besar

Kudengar dia mengulang-ulang ayat tersebut sembari menahan tangisnya dan akhirnya keluar pula air matanya yang tak mampu dia tahan. Setiap kali sampai di ayat tersebut dia mengulanginya sampai-sampai aku berkata dalam hati: "Tangisan itu bisa menyebabkan kematiannya."

Maka tatkala aku melihatnya aku mengatakan: "Laa ilaaha illallah wal hamdulillah" seperti yang biasa diucapkan orang tatkala terjaga dari tidurnya, dengan harapan agar ia menghentikan tangisnya begitu mendengar ada orang yang bangun. Tatkala dia mendengarku maka ia pun diam dan aku tidak mendengar lagi isak tangisnya.

Fuwaha di Usia Muda
Abdul Malik berguru kepada ulama-ulama senior pada zamannya hingga begitu akrab dengan kitabullah, mengambil bagian yang banyak dari hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mendalami ilmu-ilmu agama. Hingga pada gilirannya beliau masuk dalam kelompok pertama dari fuqaha' penduduk Syam pada zamannya kendati masih muda belia.

Telah diriwayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz pernah mengumpulkan para penghafal Kitabullah dan para fuqaha' di Syam lalu berkata: "Sesungguhnya aku mengundang kalian untuk suatu urusan kezaliman yang terjadi dalam keluargaku (yakni pada masa Khalifah Sulaiman), bagaimana pendapat kalian?"

Mereka menjawab : "Wahai amirul mukminin, sesungguhnya hal itu bukanlah tanggung jawab anda, dan dosanya ditanggung oleh orang yang merampas hak tersebut."

Namun jawaban tersebut belum bisa memuaskan hati Umar bin Abdul Aziz. Kemudian salah seorang di antara mereka yang tidak sependapat dengan pendapat tersebut berkata: "Undanglah Abdul Malik wahai amirul mukminin, karena beliau layak untuk anda undang karena ilmu, kefaqihan dan kecerdasanya."

Tatkala Abdul Malik masuk, amirul mukminin bertanya: "Bagaimana pendapatmu tentang harta yang diambil oleh anak-anak paman kita (Sulaiman) secara zalim? Padahal orang-orang yang memiliki hak tersebut telah datang dan menuntutnya, sementara kita mengetahui hak mereka?"

Abdul Malik berkata : "Menurut hemat saya, hendaknya anda mengembalikan barang tersebut kepada yang memiliki selagi anda mengetahui urusannya, karena jika anda tidak melakukannya maka anda telah berserikat dengan orang yang mengambil hak dengan cara yang zalim."

Menjadi teranglah hati Umar, menjadi tenanglah jiwa beliau dan hilanglah rasa gelisah yang menyelimuti hatinya.

Surat Umar kepada Abdul Malik
Abdul Malik lebih memilih hidup di bumi ribath (perbatasan untuk menjaga serangan musuh) dan menetap di salah satu desa yang dekat dengannya daripada tinggal di Syam. Beliau menuju ke sana dan beliau tinggalkan Damaskus yang penuh dengan taman yang subur, pepohonan yang rindang dan sungai-sungai yang indah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Tabiin : Sikap...
Kisah Tabiin : Sikap Rendah Hati Abdullah bin Mubarak, Ulama Teladan dan Ditakuti di Medan Perang
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Wafat Seorang Diri dan Kelak Dibangkitkan Sendirian
Nasihat Penuh Hikmah...
Nasihat Penuh Hikmah Tabi'in Hasan Al-Bashri kepada Pejabat Tinggi
Tokoh-tokoh Tabiin yang...
Tokoh-tokoh Tabiin yang Melakukan Ijtihad sebelum Mazhab-Mazhab
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri...
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri dan Doanya Agar Terhindar dari Penguasa Zalim
Rekomendasi
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Ilmuwan Menemukan Dunia...
Ilmuwan Menemukan 'Dunia Sponge Bob' Jauh di Bawah Es Antartika
10 Lubang Terdalam di...
10 Lubang Terdalam di Bumi, Nomor 8 Dipercaya sebagai Istana Kerajaan Jin
Artikel Terkini
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Menunda Penguburan...
Hukum Menunda Penguburan Jenazah dalam Islam, Kapan Diperbolehkan?
LGBT dalam Pandangan...
LGBT dalam Pandangan Islam: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Solusi Menurut Syariat
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved